Makalah Wawasan Dasar Pengelolaan Pendidikan
Makalah
Pengelolaan Pendidikan
“Wawasan Dasar Pengelolaan Pendidikan”
Dosen
Pengampu :
Nila
Afningsih, S.Pd,M.Pd
Disusun
Oleh :
Dilla
Dwi Kusnanda
(201214021)
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
MUSLIM NUSANTARA AL-WASHLIYAH MEDAN
T.A
2020/2021
KATA PENGANTAR
Dengan menghaturkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha
Esa, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul “Wawasan Pengelolaan Pendidikan”.
Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini
tidak lepas dari bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa
dan juga tidak terlepas dari bimbingan dan arahan dari dosen pengampu mata
kuliah Pengelolaan Pendidikan, Ibu Nila Afningsih S.Pd.,M.Pd serta berbagai pihak lainnya yang turut
menjadi sumber dalam pembuatan makalah ini. Untuk itu dalam kesempatan ini
penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu dalam
pembuatan makalah ini.
Dalam proses penulisan makalah ini belum bisa dikatakan
sempurna, baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, penulis telah
berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga makalah
ini dapat selesai dengan baik. Oleh karena itu, penulis dengan rendah hati
menerima masukan, saran, dan usul, yang berguna dalam penyempurnaan makalah
ini. Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh
pembaca.
Medan,
1 November 2021
DAFTAR ISI
2.1. Konsep Dasar
Pengelolaan Pendidikan
2.2. Prinsip
dasar Pengelolaan Pendidikan
2.3. Fungsi
Pengelolaan Pendidikan
2.4. Tujuan
dan Manfaat Pengelolaan Pendidikan
2.5. Ruang
Lingkup Pengelolaan Pendidikan
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Dalam mendefinisikan pengelolaan, terlebih mendefinisikan
pengelolaan pendidikan tidak terlepas dengan pelayanan administrasi yang sering
disebut dengan manajemen. Kata pengelolaan sebenarnya berasal
dari kata manajemen. Sedangkan istilah manajemen sama artinya dengan
administrasi (Sutisna :1983).berkaitan dengan hal tersebut, pengelolaan
pendidikan dapat diartikan sebagai upaya untuk menerapkan kaidah-kaidah
administrasi dalam bidang pendidikan.
Pada dasarnya pengelolaan pedidikan itu penting sebab
pekerjaan itu berat dan sulit untuk dikerjakan sendiri sehingga itu perlu
pembagian kerja, tugas, dan tanggung jawab dalam penyelesaiannya. Manajemen
yang baik akan meningkatkan daya guna dan hasil guna semua potensi yang
dimiliki. Dalam tataran nilai, pendidikan mempunyai peran vital sebagai
pendorong individu dan warga masyarakat untuk meraih progresivitas pada semua
kehidupan. Di samping itu, pendidikan juga berperan penting dalam proses
transformasi personal maupun sosial. Namun seiring perkembangan zaman, terus
terjadi perubahan dalam pengelolaan pendidikan tersebut. Pembahasan yang lebih
lanjut mengenai pengelolaan pendidikan akan dibahas lebih lengkap pada makalah
ini.
2.2.
Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas pada
makalah ini adalah :
1. Bagaimanakah
konsep dasar dari pengelolaan pendidikan?
2. Bagaimanakah
prinsip dari pengelolaan pendidikan?
3. Apakah
fungsi pengelolaan pendidikan?
4. Apakah
tujuan dan manfaat pengelolaan pendidikan?
5. Bagaimanakah
cakupan ruang lingkup pengelolaan pendidikan?
1.1.
Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini antara lain :
1. Untuk
mengetahui konsep dasar dari pengelolaan pendidikan.
2. Untuk
mengetahui prinsip dari pengelolaan pendidikan.
3. Untuk
mengetahui fungsi pengelolaan pendidikan.
4. Untuk
mengetahui tujuan dan manfaat pengelolaan pendidikan.
5. Untuk
mengetahui cakupan ruang lingkup pengelolaan pendidikan.
BAB I
PEMBAHASAN
2.1. Konsep Dasar Pengelolaan Pendidikan
Kata pengelolaan berasal dari kata manajemen. Sedangkan
istilah manajemen sama artinya dengan administrasi (Oteng Sutisna :1985). Oleh
sebab itu, pengelolaan pendidikan dapat diartikan sebagai upaya untuk menerapkan
kaidah-kaidah administrasi dalam bidang pendidikan. Menurut Ismaya (2015:
2) manajemen adalah suatu kemampuan dan keterampilan khusus untuk melakukan
suatu kegiatan, baik bersama orang lain maupun melalui orang lain dalam
mencapai tujuan organisasi. Sedangkan Hersey dan Blanchard menurut stoner dalam
Sudjana (2000: 17) menyatakan bahwa ; pengelolaan merupakan kegiatan yang
dilakukan bersama dan melalui orang – orang serta kelompok dengan maksud untuk
mencapai tujuan – tujuan organisasi.
Dari beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa
manajemen merupakan serangkaian kegiatan merencanakan, mengorganisasikan,
menggerakkan, mengendalikan dan mengembangkan secara inovatif terhadap segala
upaya dalam mengatur da mendayagunakan sumber daya manusia, sarana dan
prasarana secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan organisasi yang
telah ditetapkan.
Dari pengertian
manajemen tersebut, terdapat 3 dimensi yang sangat krusial, yaitu :
1.
Dalam manajemen terjadi kegiatan yang
dilakukan oleh seorang pengelola (pemimpin, kepala, komandan, ketua, dan
lainnya) bersama orang lain atau kelompok. Hal ini menunjukkan pentingnya
kemampuan/ keterampilan khusus yang dimiliki seorang pengelola untuk
berinteraksi dan memengaruhi orang lain, baik melalui hubungan perseorangan
atau kelompok.
2.
Menunjukkan bahwa kegiatan yang
dilakukan bersama dan melalui orang lain itu mempunyai tujuan yang akkan
dicapai.
3.
Pengelolaan itu dilakukan di dalam
organisasi.
Moh. Rifai (1982: 25) menjelaskan pengertian
administrasi sebagai berikut: Administrasi ialah keseluruhan proses yang
mempergunakan dan mengikutsertakan semua sumber potensi yang tersedia dan yang
sesuai, baik personal maupun material, dalam usaha untuk mencapai bersama suatu
tujuan secara efektif dan efisien.
Sementara itu Sondang P. Siagian (1983) mendefisinikan
pengertian administrasi adalah sebagai keseluruhan proses kerjasama antara dua
orang manusia atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk
mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnnya. pengertian administrasi
mengandung makna adanya:
1.
tujuan yang mesti dapat direalisasikan
guna kepentingan lembaga, individu atau pun kelompok.
2.
keterlibatan personil, material dan juga
finansial dalam posisinya yang saling mendukung dan satu sama lain saling
memerlukan dan juga saling melengkapi,
3.
proses yang terus menerus dan
berkesinambungan yang dimulai dari hal yang kecil dan sederhana sampai kepada
hal yang besar dan rumit,
4.
pengawasan atau kontrol guna
keteraturan, keseimbangan dan keselarasan,
5.
tepat guna dan berhasil guna supaya
tidak terjadi penghambur-hamburan waktu, tenaga, biaya dan juga fasilitas agar
dapat mencapai keberhasilan dan produktivitas yang cukup memadai,
6.
hubungan manusiawi yang
menempatkan manusia sebagai unsur utama dan terhormat serta memiliki
kepentingan di dalamnya.
7.
Proses penyelenggaraan yang diatur oleh
pemerintah untuk mencapai tujuan Negara yaitu untuk melayani kepentingan
masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan, seperti pendidikan, kesehatan, dan
lain – lain.
2.2. Prinsip
dasar Pengelolaan Pendidikan
Untuk menyelenggarakan pelayanan secara maksimal terhadap
masyarakat, pimpinan memerlukan persyaratan sebagai berikut:
1. pimpinan
atau administrator memiliki wawasan yang lebih luas tentang kemasyarakatan dan
memahami peranan, kebutuhan, aspirasi, dan potensi orang – orang yang menjadi
tanggung jawabnya.
2. Pimpinan
mempunyai kemampuan berfikir abstrak, baik dalam mengestimasi berbagai
kecenderungan yang terjadi dalam kelompok dan lingkungannya yang dapat
mempengaruhi pencapaian tujuan, maupun dalam memikirkan dan menganalaisis fakta
dan interaksi social dalam dan diluar organisasi.
3. Pimpinan
memiliki keseimbangan antara emosi dan persepsi dalam mempertimbangkan dan
memahami kebutuhan, harapan, tujuan, dan keinginan diri dan masyarakat sehingga
ia dapat menampilkan kepribadian yang harmonis.
Dimensi yang terkandung
dalam makna administrasi antara lain :
1. Administrasi
sebagai proses
2. Administrasi
sebagai seni
Dudung A. Dasuqi dan Setyo Somantri (1994) menyampaikan
beberapa alasan tentang perlunya kaidah-kaidah administrasi diterapkan dalam
bidang pendidikan. Alasan-alasan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Dalam
rangka mengantisipasi tuntutan perkembangan dan juga tuntutan pembangunan yang
terjadi pada tingkat lokal, regional atau pun global sehingga pendidikan dapat
merencanakan, menyediakan, mengelola dan juga mengatur berbagai tuntutan yang
ada guna kepentingan pembangunan itu sendiri atau guna kelanjutan dari
pembangunan yang berkesinambungan.
2. Produk
atau hasil dari pembangunan pendidikan yang berbentuk fisik atau pun non-fisik
yang berupa ilmu atau pengetahuan dalam ruang lingkup lokal, regional dan
global. Agar produk atau hasil dari pembangunan pendidikan ini dapat dirasakan
manfaatnya bagi kehidupan manusia yang tentunya memerlukan penataan dan
penggunaan yang memadai sesuai dengan kaidah-kaidah administrasi yang telah
teruji keberhasilannya.
3. Peranan
dan tugas dari lembaga pendidikan (persekolahan) makin lama semakin bertambah
dan semakin beragam sehingga lembaga pendidikan atau persekolahan ini tidak
hanya memerlukan tenaga guru sebagai pengajar saja akan tetapi juga memerlukan
berbagai macam tenaga kependidikan lain seperti pengelola pendidikan,
administrator, manajer, planner, supervisor dan juga counsellor dalam
proses belajar mengajar.
4. Tuntutan
kemajuan ilmu dan teknologi dan juga tuntutan dari hidup manusia itu sendiri
yang keduanya mesti seimbang dan selaras yang berakibat harus seimbang dan
selarasnya lembaga pendidikan sebagai produsen dan indvidu sebagai konsumennya.
5. Tuntutan
dari masyarakat terhadap lembaga pendidikan atau persekolahan yang menuntut
peralatan dan fasilitas yang memadai serta personil yang berkualitas sebagai
jaminan lembaga pendidikan atau persekolahan dalam merebut kepercayaan
konsumen tenaga kerja di bursa tenaga kerja. Perencanaan, pengelolaan dan
kualitas mutu keluaran dari lembaga pendidikan atau persekolahan tidak
sepenuhnya dapat dipercayakan hanya kepada guru saja walaupun guru tersebut
memiliki kualitas yang cukup tinggi.
6. Pendidikan
dan lembaga pendidikan dewasa ini telah menjadi ajang bisnis yang memerlukan
penanganan yang lebih serius untuk dapat merebut persaingan yang sehat.
2.3.
Fungsi Pengelolaan Pendidikan
- 1. Perencanaan
Satu-satunya hal yang pasti di masa depan dari organisasi
apapun termasuk lembaga pendidikan adalah perubahan, dan perencanaan penting
untuk menjembatani masa kini dan masa depan yang meningkatkan kemungkinan untuk
mencapai hasil yang diinginkan. Mondy dan Premeaux (1995) menjelaskan bahwa
perencanaan merupakan proses menentukan apa yang seharusnya dicapai dan
bagaimana mewujudkannya dalam kenyataan. Perencanaan amat penting untuk
implementasi strategi dan evaluasi strategi yang berhasil, terutama karena aktivitas
pengorganisasian, pemotivasian, penunjukkan staff, dan pengendalian tergantung
pada perencanaan yang baik (Fred R. David, 2004).
Dalam dinamika masyarakat, organisasi beradaptasi kepada
tuntunan perubahan melalui perencanaan. Menurut Johnson (1973) bahwa: “The
planning process can be considered as the vehicle for accomplishment of system
change”. Tanpa perencanaan sistem tersebut tak dapat berubah dan tidak
dapat menyesuaikan diri dengan kekuatan-kekuatan lingkungan yang berbeda. Dalam
sistem terbuka, perubahan dalam sistem terjadi apabila kekuatan lingkungan
menghendaki atau menuntut bahwa suatu keseimbangan baru perlu diciptakan dalam
organisasi tergantung pada rasionalitas pembuat keputusan. Bagi sistem sosial,
satu-satunya wahana untuk perubahan inovasi dan kesanggupan menyesuaikan diri
ialah pengambilan keputusan manusia dan proses perencanaan.
Dalam konteks lembaga pendidikan, untuk menyusun kegiatan
lembaga pendidikan, diperlukan data yang banyak dan valid, pertimbangan dan
pemikiran oleh sejumlah orang yang berkaitan dengan hal yang direncanakan. Oleh
karena itu kegiatan perencanaan sebaiknya melibatkan setiap unsur lembaga
pendidikan tersebut dalam rangka peningkatan mutu pendidikan.
Menurut Rusyan (1992) ada beberapa hal yang penting dilaksanakan
terus menerus dalam manajemen pendidikan sebagai implementasi perencanaan,
diantaranya:
·
Merinci tujuan dan menerangkan kepada
setiap pegawai/personil lembaga pendidikan.
·
Menerangkan atau menjelaskan mengapa
unit organisasi diadakan.
·
Menentukan tugas dan fungsi, mengadakan
pembagian dan pengelompokkan tugas terhadap masing-masing personil.
·
Menetapkan kebijaksanaan umum, metode,
prosedur dan petunjuk pelaksanaan lainnya.
·
Mempersiapkan uraian jabatan dan
merumuskan rencana/sekala pengkajian.
·
Memilih para staf (pelaksana),
administrator dan melakukan pengawasan.
·
Merumuskan jadwal pelaksanaan, pembakuan
hasil kerja (kinerja), pola pengisian staf dan formulir laporan pengajuan.
·
Menentukan keperluan tenaga kerja, biaya
(uang) material dan tempat.
·
Menyiapkan anggaran dan mengamankan
dana.
·
Menghemat ruangan dan alat-alat
perlengkapan.
- 2.
Pengorganisasian
Tujuan pengorganisasian adalah mencapai usaha
terkoordinasi dengan menerapkan tugas dan hubungan wewenang. Malayu S.P.
Hasbuan (1995) mendifinisikan pengorganisasian sebagai suatu proses penentuan,
pengelompokkan dan pengaturan bermacam-macam aktivitas yang diperlukan untuk
mencapai tujuan, menempatkan orang-orang pada setiap aktivitas ini, menyediakan
alat-alat yang diperlukan, menetapkan wewenang yang secara relative
didelegasikan kepada setiap individu yang akan melakukan aktivitas-aktivitas
tersebut. Pengorganisasian fungsi manajemen dapat dilihat terdiri dari tiga
aktivitas berurutan: membagi-bagi tugas menjadi pekerjaan yang lebih sempit
(spesialisasi pekerjaan), menggabungkan pekerjaan untuk membentuk departemen
(departementalisasi), dan mendelegasikan wewenang (Fred R. David, 2004).
§ Dalam
konteks pendidikan, pengorganisasian merupakan salah satu aktivitas manajerial
yang juga menentukan berlangsungnya kegiatan kependidikan sebagaimana yang
diharapkan. Lembaga pendidikan sebagai suatu organisasi memiliki berbagai unsur
yang terpadu dalam suatu sistem yang harus terorganisir secara rapih dan tepat,
baik tujuan, personil, manajemen, teknologi, siswa/member, kurikulum, uang,
metode, fasilitas, dan faktor luar seperti masyarakat dan lingkungan sosial
budaya.
§ Sutisna
(1985) mengemukakan bahwa organisasi yang baik senantiasa mempunyai dan
menggunakan tujuan, kewenangan, dan pengetahuan dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan.
Dalam organisasi yang baik semua bagiannya bekerja dalam keselarasan
seakan-akan menjadi sebagian dari keseluruhan yang tak terpisahkan. Semua itu
baru dapat dicapai oleh organisasi pendidikan, manakala dilakukan upaya:
1.
Menyusun struktur kelembagaan,
2.
Mengembangkan prosedur yang berlaku,
3.
Menentukan persyaratan bagi instruktur
dan karyawan yang diterima,
4.
Membagi sumber daya instruktur dan
karyawan yang ada dalam pekerjaan.
- 3. Pengarahan
Pengarahan adalah fungsi pengelolaan yang berhubungan
dengan usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau intruksi bawahan
dalam melaksanakan tugas masing-masing, agar tugas dapat dilaksanakan dengan
baik dan benar-benar tertuju pada tujuan yang telah ditetapkan semula.
4.
Pengawasan
Sebagaimana yang dikutip Muhammad Yusanto (2003), Mockler
(1994) mendifinisikan pengawasan sebagai upaya sistematis untuk menatpkan
standar prestasi kerja dengan tujuan perencanaan untuk mendesain sistem balik
informasi, untuk membandingkan prestasi sesungguhnya dengan standar yang telah
ditetapkan itu; menentukan apakah ada penyimpangan dan mengukur signifikansi
penyimpangan tersebut; dan mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan untuk
menjamin bahwa semua sumberdaya perusahaan telah digunakan dengan cara yang
paling efekif dan efisien guna tercapainya tujuan perusahaan.
Ø Dalam
konteks pendidikan, Depdiknas (1999) mengistilahkan pengawasan sebagai
pengawasan program pengajaran dan pembelajaran atau supervise yang harus
diterapkan sebagai berikut:
a. Pengawasan
yang dilakukan pimpinan dengan memfokuskan pada usaha mengatasi hambatan yang
dihadapi para instruktur atau staf dan tidak semata-mata mencari kesalahan.
b. Bantuan
dan bimbingan diberikan secara tidak langsung. Para staf diberikan dorongan
untuk memperbaiki dirinya sendiri, sedangkan pimpinan hanya membantu.
c. Pengawasan
dalam bentuk saran yang efektif.
d. Pengawasan
yang dilakukan secara periodik
- 4. Pengembangan
Pengembangan adalah upaya memperluas atau mewujudkan
potensi-potensi, membawa suatu keadaan secara bertingkat kepada suatu keadaan
yang lebih lengkap, lebih besar, atau lebih baik, memajukan sesuatu dari yang
lebih awal kepada yang lebih akhir atau dari yang sederhana kepada tahapan yang
lebih kompleks. Berdasarkan pengertian tersebut maka, pengembangan dalam
pengelolaan pendidikan dapat diartikan sebagai upaya memajukan program
pendidikan ini ketingkat program yang lebih sempurna, lebih luas, dan lebih
kompleks.
2.4.
Tujuan dan
Manfaat Pengelolaan Pendidikan
Adapun tujuan dan
manfaat dari pengelolaan pendidikan antara lain sebagai berikut :
- 1.
Terwujudnya PBM yang PAKEMB (bermakna)
- 2.
Peserta didik yang aktif mengembangkan
dirinya
- 3.
Memiliki kompetensi manajerial
- 4.
Tercapai tujuan pendidikan secara
efektif dan efisien
- 5.
Teratasinya masalah mutu pendidikan
- 6.
Perencanaan pendidikan merata, bermutu,
relevan, dan akuntabel
- 7.
Meningkatnya citra positif pendidikan
2.5. Ruang Lingkup Pengelolaan Pendidikan
Adapun Ruang Lingkup Pengelolaan Pendidikan meliputi
:
- 1. Manajemen
peserta didik
Peserta didik selalu input dalam lembaga pendidikan
merupakan pusat dari seluruh kegiatan dalam manajemen pendidikan. Oleh
karenanya peserta didik hendaknya menjadi prioritas utama dalam pengambilan
kebijakan di bidang pendidikan. Kegiatan yang termasuk dalam bidang ini adalah
pencatatan peserta didik mulai dari saat penerimaan sampai dengan keluarnya
dari sekolah.
- 2.
Manajemen tenaga kependidikan
Dalam prosesnya lembaga penyelenggaraan dan pengelola
pendidikan pastilah harus dikelola oleh tenaga-tenaga, sehingga mereka pun
sangat perlu dikelola. Manajemen tenaga kependidikan adalah segenap proses
penataan pegawai yang meliputi semua proses atau cara memperoleh pegawai,
penempatan dan penugasan, pemeliharaan dan pembinaanm evaluasi, sampai pada
pemutusan hubungan kerja.
- 3.
Manajemen Kurikulum
Apa yang diberikan oleh lembaga pendidikan kepada peserta
didiknya disajikan dalam bentuk kurikulum. Manajemen kurikulum adalah segenap
proses usaha bersama untuk mempelancar pencapaian tujuan pengajaran dengan
titik berat usaha meningkatkan kualitas interaksi pbm.
- 4.
Manajemen fasilitas pendidikan
Agar pbm berjalan dan tujuan pendidikan tercapai secara
efektif dan efisien, maka diperlukan sarana atau fasilitas guna memperlancar
proses pendidikan itu sendiri. Manajemen fasilitas pendidikan adalah segenap
proses penataan yang bersangkut paut dengan pengadaan, pendagunaan, dan
pengelolaan sarana pendidikan agar tercapai tujuan yang telah ditetapkan secara
efektif dan efisien.
- 5. Manajemen
Pembiayaan Pendidikan
Penyelenggaraan pendidikan tentunya memerlukan dana,
untuk itu pengelolaan pendanaan atau pembiayaan pendidikan agar efektif dan
efisien sangatlah penting guna menunjang ketercapaian tujuan pendidikan.
Manajemen pembiayaan pendidikan merupakan kegiatan pengelolaan yang meliputi
penataan sumber, penggunaan, dan pertanggungjawaban dana pendidikan di sekolah
atau lembaga pendidikan pada umumnya
- 6. Manajemen
Hubungan Lembaga Pendidikan dengan Masyarakat
Masyarakat merupakan laboratorium pendidikan yang tidak ternilai harganya. Masyarakat juga merupakan stakeholder pendidikan, dimana keberlangsungan proses pendidikan juga bergantung pada masyarakat. Untuk itu, lembaga pendidikan tidak dapat terlepas dari masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. Manajemen hubungan lembaga pendidikan dengan masyarakat merupakan kegiatan penataan yang berkaitan dengan kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat untuk menunjang pbm di sekolah
7. Manajemen Organisasi Lembaga Pendidikan
Dalam setiap organisasi pastilah terdapat struktur tugas
dan berbagai macam konsekuensi akibat adanya pembidangan tugas tersebut. Hal
inilah yang menjadi garapan manajemen organisasi lembaga pendidikan, yaitu
segenap kegiatan mengorganisasikan lembaga pendidikan yang termasuk diantaranya
adalah pengelolaan fungsi kepemimpinan
8. Manajemen
Ketatalaksanaan dan Sistem Informasi Lembaga Pendidikan
Kegiatan pencatatan berakibat pada perlunya penataan data
atau informasi, agar pada saaat informasi tersebut diperlukan dapat diperoleh
dengan mudah, cepat, dan tepat. Manajemen ketatalaksanaan dan Sistem informasi
Lembaga Pendidikan berupaya untuk mencapai hal tersebut, dengan kegiatan yang
meliputi pencatatan, pengolahan, penggandaan, pengiriman, dan penyimpanan semua
bahan atau informasi yang temasuk dalam data lembaga pendidikan
9. Supervisi
Pendidikan
Kehadiran supervisi pendidikan diharapkan membantu
tercapainya tujuan pendidikan secara efisien, khususnya melalui pembinaan
profesionalitas guru. Namun trend pendidikan terakhir tidak selalu mengartikan
supervisi pendidikan memiliki sasaran satu – satunya berupa guru, melainkan
juga melibatkan tenaga – tenaga kependidikan lainnya. Batasan supervisi
pendidikan yang selama ini akrab adalah suatu usaha untuk memberikan bantuan
kepada guru dalam memperbaiki situasi belajar mengajar dan pada kenyataannya
kelancaran pbm tidak semata bergantung pada guru melainkan pula tenaga
kependidikan lainnya.
BAB III
PENUTUP
1.1.
Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari
makalah ini adalah sebagai berikut:
1.
Konsep dasar wawasan pengelolaan
pendidikan adalah bahwa pengelolaan sama dengan manajemen serta administrasi.
Manajemen merupakan serangkaian kegiatan merencanakan, mengorganisasikan,
menggerakkan, mengendalikan dan mengembangkan secara inovatif terhadap segala
upaya dalam mengatur da mendayagunakan sumber daya manusia, sarana dan
prasarana secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan organisasi yang
telah ditetapkan.
- 2.
Prinsip – prinsip manajemen pendidikan
sebagai berikut:
- ·
Memprioritaskan tujuan di atas
kepentingan pribadi dan kepentingan mekanisme kerja
- ·
Mengkoordinasikan wewenang dan tanggung
jawab
- · Memberrikan tanggung jawab pada personel sekolah hendaknya sesuai dengan sifat – sifat dan kemampuannya.
- ·
Mengenal secara baik factor – factor
psikologis manusia
- ·
Relativitas nilai – nilai
- 3.
Fungsi Pengelolaan Pendidikan
- ·
Perencanaan
- ·
Pengorganisasian
- ·
Pengarahan
- ·
Pengawasan
- ·
Pengembangan
- 4.
Tujuan dan manfaat dari pengelolaan
pendidikan :
- ·
Terwujudnya PBM yang PAKEMB (bermakna)
- ·
Peserta didik yang aktif mengembangkan
dirinya
- ·
Memiliki kompetensi manajerial
- ·
Tercapai tujuan pendidikan secara
efektif dan efisien
- ·
Teratasinya masalah mutu pendidikan
- ·
Perencanaan pendidikan merata, bermutu,
relevan, dan akuntabel
- · Meningkatnya citra positif pendidikan
· Ruang Lingkup
- Manajemen peserta didik
- ·
Manajemen tenaga kependidikan
- ·
Manajemen Kurikulum
- ·
Manajemen Fasilitas Pendidikan
- ·
Manajemen Pembiayaan Pendidikan
- ·
Manajemen Hubungan Lembaga Pendidikan
dengan Masyarakat
- ·
Manajemen Organisasi Lembaga Pendidikan
- ·
Manajemen Ketatalaksanaan dan Sistem
Informasi Lembaga Pendidikan
- ·
Supervisi Pendidikan
1.1.Saran
Setelah didasari bahwa manajemen system informasi sangat
penting maka hendaklah lembaga pendidikan mampu meramu system informasi yang
sesuai dengan lembaga pendidikan tersebut agar tujuan pendidikan dapat dicapai
secara maksimal. Diharapkan dengan adanya makalah ini pembaca akan lebih dapat
mencari tahu tentang informasi pendidikan yang lainnya
Komentar
Posting Komentar