ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DALAM SPANDUK
- 31 Mei 2023
Kata "apotik" yang dilingkari di atas adalah kata yang tidak baku. Seharusnya kata tersebut ditulis "apotek" yang merupakan kata bakunya. Perlu diingat dari kata tersebut "apotek-apoteker". Dan bukan "apotik-apotiker".
Penulis spanduk iklan pada gambar diatas pasti tidak tahu ada dua macam “di” dalam kalimat. “di” yang pertama menunjukkan tempat, yang harus dituliskan terpisah dari kata yang menunjukkan tempat. “di” yang kedua merupakan sebuah awalan untuk sebuah kata kerja pasif, yang harus digabungkan pada kata yang diawalinya.
Jadi kata depan “di” yang ada digambar itu harus digabung menjadi “Dijual” karena kata “jual” merupakan kata kerja. bilamana digabungkan dengan kata depan “di” maka kata “jual” itu menjadi kata kerja pasif.
Kata “bis” yang ada di Kamus Besar Bahasa Indonesia menerangkan bahwa, kata tersebut tidak mengartikan sebuah kendaraan besar. Oleh karena itu kata “bis” yang ada pada gambar diatas adalah kata yang tidak baku. Seharusnya kata “bis” itu diganti menjadi kata “bus” yang merupakan kata bakunya.
Kata "PRAKTEK" tersebut merupakan kata tidak baku. Dalam KBBI disebutkan bahwa kata baku dari "praktek" adalah "praktik". Lalu kata "jam" lebih tepat diganti dengan "pukul". Tanda titik yang dilingkari warna biru di atas, dalam penempatannya tidak tepat. Seharusnya tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama. Jadi tanda titik di atas seharusnya ditempatkan setelah huruf “s” yang merupakan singkatan nama. Berikut perbaikannya: “Ny. Arjanti S.”

Kesalahan pertama ada di sebuah toko. Tampak ada secarik kertas kuning menempel di tengah rak. Kertas tersebut berisi peringatan bahwa tempat itu berada dalam pengawasan, jadi jangan coba-coba mencuri atau melakukan kerusakan. Namun, ada yang lucu dan menyita perhatian. Pasalnya, penulisan CCTV dan security malah ditulis SISITV dan Securyty. CCTV dan Security merupakan bahasa Inggris seharusnya penulisan Security adalah Satpam karena merupakan kata baku.
Kata Nyoblos merupakan kata tidak baku. Tidak terdapat dalam KBBI dan tidak sesuai dengan EYD. "Nyoblos" berasal dari kata "coblos". "Nyoblos" berarti seseorang melakukan coblosan berupa menusuk kertas dengan alat. Jika ditambah prefiks, akan menjadi "Mencoblos" bukan "Nyoblos".
Pada papan nama di atas terdapat kesalahan penulisan, yaitu perubahan fonem. Jika kita mengikuti kaidah bahasa yang benar, kata Waroeng seharusnya ditulis warung. Fonem /oe/ seharusnya diganti dengan fonem /u/. Jadi bentuk baku dari kata Waroeng adalah warung.

Pada gambar di atas, kata ngebodohin terdapat kesalahan yaitu, pergantian morf mem- menjadi nge-. Jika kita mengikuti penggunaan kaidah bahasa yang baik dan benar, maka morf nge- harus diganti dengan morf mem-. Selanjutnya, akhiran –in dalam bahasa Indonesia baku tidak ada. Akhiran –in seharusnya diganti dengan akhiran –kan. Jadi, kata ngebodohin berubah menjadi membodohkan. Kata membodohkan bentuk dasarnya adalah bodoh, kata bodoh ditambah prefiks me-N dan –kan.

Kesalahan dalam penulisan kata baku masih sangat sering ditemui pada media iklan seperti papan pijat seperti ini. Dalam iklan tersebut mestinya ditulis “Pijat”. Dengan perbaikan kata tersebut. Ketidakbakuan pada kata di atas menunjukkan bahwa pembuat iklan tersebut tidak paham betul dengan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Papan iklan ini banyak ditemukan di jalan umum, banyak orang yang tidak peduli akan hal ini, tetapi untuk pemerhati bahasa ini merupakan hal yang memprihatinkan. Semoga saja pembuat papan iklan tersebut segera membetulkannya.
Dari gambar di atas kita dapat melihat ada kesalahan penulisan kata baku pada tulisan refarasi. Tampak kata “refarasi, dan felitur” merupakan kata tidak baku dari kata “reparasi, dan pelitur”. Dapat dipastikan pembuat iklan jasa tersebut berasal dari daerah Jawa Barat. Di mana, huruf “p” diucap “f” dan huruf “f” dibaca “p”.
Sudah mestinya papan iklan tersebut merujuk pemakaian kata yang baik dan benar, sebagaimana yang terdapat dalam KBBI edisi terbaru serta PUEBI sebagai pedoman berbahasa Indonesia.






Komentar
Posting Komentar