KUMPULAN SEMUA TUGAS
-November 10, 2021
Tugas Pertama
1. Berikan tanggapan anda terhadap
ambiguitas (Jurnalistik dan Jurnalisme)
2. Seorang jurnalis mengapa harus
memiliki karakter jurnalistik?
3. Apa yang akan terjadi bila tidak
ada jurnalis?
4. Berikan tanggapan positif dan
negatif mengenai berita yang disampaikan tentang covid 19 dan kaitkan dengan 5
karakter jurnalistik
5. Berikan deskripsi jelas mengenai program
acara berita di Metro Tv (kelebihan dan kekurangan).
Jawaban :
1. Pada hakekatnya, jurnalistik
merupakan sifat dari kegiatan jurnalisme. Dengan kata lain, jurnalisme
merupakan kata benda dan jurnalistik kata sifat. Jurnalisme itu sendiri
merupakan paham, aliran, teknik, desain, atau gaya pelaporan peristiwa, ide,
pemikiran, atau opini melalui media massa. Jurnalisme juga merupakan bidang
disiplin dalam mengumpulkan, memastikan, melaporkan, dan menganalisis informasi
yang dikumpulkan mengenai kejadian sekarang.
2. Karena seorang jurnalis/wartawan
harus menulis sesuai fakta dan tidak boleh beropini, namun tulisan tersebut
harus mengandung makna informatif, persuasif, dan yang bisa dipahami secara
umum, singkat, jelas. Agar seorang wartawan menghasilkan berita yang akurat, berimbang,
dan tidak beritikad buruk serta tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan
cabul. Maka penting sekali menerapkan karakter jurnalistik tersebut.
3. Jika tidak ada seorang wartawan di dunia, masyarakat tidak akan mendapatkan sumber berita yang jelas dan fakta. Dampaknya juga masyarakat akan kesulitan mendapatkan sebuah berita yang terkini dan secara rinci, tidak dapat membantu dalam hal pemenuhan kebutuhan informasi masyarakat. Maka daripada itu sangatlah penting sekali adanya seorang jurnalis/wartawan karena sangat terbantu sekali untuk mendapatkan informasi berkualitas dari segala penjuru negeri dengan syarat informasi yang disampaikan.
4. Mengenai covid 19 saat ini yang
sudah menyebar ke penjuru dunia memberikan pembelajaran bagi semua orang. kita
sudah mengetahui bahwa banyak dampak positif dan negatifnya, mengenai dampak
positif dari wabah covid 19 ini memberikan pelajaran yang sangat banyak sekali,
diantaranya itu adalah mengajarkan kita bagaimana harus pandai merawat diri dan
menjaga kebersihan agar lingkungan tetap terjaga bersih dan juga lebih peduli
dengan kesehatan. Tidak hanya itu saja, Bencana alam biasanya menyatukan orang
dan memicu tindakan solidaritas di antara sesama. Sementara ancaman pandemi,
bagaimana pun telah menyatukan seluruh umat manusia melawan ancaman nyata.
Manusia saling membantu tanpa perlu melihat suku, ras, atau kepercayaan. Begitu
juga dengan dampak negatif, Sudah kita ketahui semua bahwa dampak negatif dari wabah
covid 19 ini menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. Banyak sekali orang yang
terkena covid 19 dan berakhir dengan kematian, lalu angka kematian pun mulai bertambah
setiap harinya. Tidak hanya itu, dari dampak covid ini angka pengangguran pun
terus bertambah dikarenakan banyaknya pengurangan atau pemecatan tenaga kerja ditambah
lagi saat sekarang ini sedang diadakannya PPKM, Masyarakat dari kalangan bawah
menjadi sulit untuk mencari pekerjaan. Di dalam pendidikan juga terjadi penghambatan
dikarenakan adanya sekolah daring tidak sekolah secara langsung, dan banyak
juga anak-anak yang putus sekolah dikarenakan belajar melalui online, tidak semuanya
masyarakat memiliki handphone yang canggih dan ada juga orang tuanya yang tidak
sanggup membelikan anaknya handphone untuk sekolah daring maka dari situ lah
terjadinya anak putus sekolah.
5. Menurut saya program acara berita
Metro Tv ini sangatlah bagus karena dapat menyajikan berita-berita yang akurat
dan terkini, mulai dari berita politik, kriminal, dan lainnya. Disamping itu terdapat
juga kelebihan dari acara ini yaitu menyiarkan berita yang terkini dan langsung
datang ke lokasi yang sedang terjadi. Tidak hanya itu saja acara program Metro Tv
juga menayangkan acara debat antara pejabat tentang politik. Lalu, Metro Tv
juga menyajikan acara talk show yang dengan tema yang beragam, dan juga sering
menampilkan narasumber yang karya dan kisahnya akan menjadi inspirasi untuk
semua orang. Sedangkan kekurangan nya yaitu pada saat itu ada sebuah
kontroversi dari pembawa acara metro tv.
Tugas Kedua
1. Berikan tanggapan kamu terhadap kinerja wartawan di Indonesia?
2. Tanggapan kamu akan materi jurnalistik ini, apa manfaat kamu mengetahui dunia wartawan (sebagai guru nantinya)
3. Berikan alasan (penting atau tidak penting) materi ini kamu pelajari sebagai (mahasiswa, sebagai guru nantinya, dan sebagai anggota masyarakat sipil).
Jawaban
1. Menurut saya, kinerja wartawan di Indonesia ini sudah dapat dikatakan sangat bagus, karena dapat menampilkan berita-berita yang akurat dan mampu mendatangkan seorang narasumber. Lalu Persiapannya juga sudah cukup matang dari segi peralatan mental dan fisik. Wartawan tersebut dapat menentukan informasi mana atau peristiwa apa yang layak dibuat berita wartawan pertama-tama akan melihat apakah informasi atau peristiwa tersebut mempunyai nilai berita. Tetapi ada juga sebagian wartawan di Indonesia membuat berita yang bisa dikatakan mengada-ada, seperti memberitakan seorang artis lalu ia membuat beritanya dilebih-lebihkan agar masyarakat tertarik dengan berita yang diambilnya.
2. Manfaat nya juga banyak yaitu meningkatkan kemampuan menulis, mengasah kemampuan berbicara dan mewawancarai seseorang, melatih kepercayaan diri dan masih banyak lagi. Jadi, guru juga harus dibekali ilmu jurnalistik agar nantinya kita dapat menyaring informasi dari berbagai media dengan lebih cermat, agar nantinya kita sebagai guru kita dapat memberikan informasi yang benar kepada murid, dan ilmu jurnalistik yang sudah kita pelajari dapat diajarkan kepada murid-murid nantinya. Lalu agar kita sebagai calon pendidik agar tidak menjadi orang ang kudet (kurang update) dalam informasi. Karen informasi sangat dibutuhkan untuk pendidik jangan sampai murid-murid kita mengetahui lebih dulu dari pada kita. Karena seorang wartawan kan harus memiliki rasa ingin tahu dan mencari tahu informasi maka kita sebagai calon pendidik haruslah menumbuhkan rasa ingin tahu.
3. Menurut saya, sangat penting mempelajari ilmu jurnalistik bagi mahasiswa hal ini dikarenakan jurnalisme bisa menjadi pendukung dalam setiap mata perkuliahan, karena mengajarkan tentang sikap independen, berlaku netral, selalu akurat dan perilaku nya benar. Lalu kita juga dapat melatih kepercayaan diri kita disaat kita melakukan speak up didepan umum, lalu juga kita tahu bagaimana cara menulis sebuah artikel . Dan dapat mencari informasi yang akurat bukan sekedar hoax.
Tugas Ketiga
Tikam Kakak Ipar Puluhan Kali, Pria di NTB Terancam Hukuman Mati
Mataram - Tersangka pelaku pembunuhan seorang perempuan yang merupakan kakak iparnya sendiri di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), HN (45), terancam hukuman mati. Polisi menyebut tersangka menikam korban FH (44) sebanyak 23 tusukan hanya karena marah dan dendam akibat ditegur korban. "Atas perbuatan yang dilakukan tersangka, ia akan dijerat Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara selama-lamanya seumur hidup," ungkap Kapolresta Mataram Kombes Hery Wahyudi dalam keterangannya Kamis (29/9/2021). Berikut bunyi Pasal 340 KUHP: Barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun. Barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun. Sedangkan bunyi Pasal 338 KUHP; Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.
Korban Ditikam 23 Kali Hery mengatakan pelaku dan korban memiliki hubungan kakak dan adik ipar. Mereka juga tetangga yang rumahnya berhadapan, tepatnya Kelurahan Pagesangan Barat, Kota Mataram. Awalnya, korban menegur tersangka yang tak pernah mau membersihkan halaman rumahnya yang terlihat kotor. Tersangka tak terima teguran tersebut kemudian naik pitam, keduanya pun terlibat cekcok hingga adu mulut. "Tersangka merasa tersinggung atas teguran korban, untuk membersihkan halaman depan rumah tersangka yang selalu terlihat kotor," tuturnya. Tersangka, yang diketahui pendiam, tertutup, dan jarang bergaul serta belum pernah menikah, rupanya dendam atas teguran korban. Dia telah berniat membunuh korban. Pada Selasa (21/9) dini hari, tersangka kemudian melancarkan aksinya, yakni menyusup ke dalam rumah korban dengan cara melompati pagar dan masuk melalui lantai 2.
Korban, yang saat itu sedang tertidur dengan suaminya di ruang tamu, langsung dihujani tusukan senjata tajam pada sekujur tubuhnya oleh tersangka hingga tewas. "Tersangka menghunjamkan (senjata tajam) 23 tusukan, yakni, 3 tusukan di tangan kanan, 3 tusukan di tangan kiri, 8 tusukan di dada dan ketiak, 3 tusukan di perut, 2 tusukan di ulu hati, 2 luka tusuk di paha kiri sisi luar, 1 luka tusuk di bokong kiri, dan 1 luka tusuk di atas kemaluan," ungkap Hery. Suami korban yang saat itu sedang tidur bersama tak luput dari sabetan senjata tajam tersangka meski sempat melawan dan menangkis aksi tersangka. Suami korban mendapat dua tusukan di tubuhnya. Beruntung, dia selamat dan nyawanya tertolong setelah teriakannya didengar oleh warga sekitar. "Saat itu, suami korban sigap bangun dan melakukan perlawanan namun dia mendapat dua tikaman di punggung dari tersangka," tutur Hery.
Menganalisis karakteristik bahasa jurnalistik yang terdapat pada berita Tikam Kakak Ipar Puluhan Kali, Pria di NTB Terancam Hukuman Mati.
Dalam berita tersebut bahasa yang digunakan sederhana masih bisa dipahami dan mudah dimengerti oleh masyarakat, dan menggunakan bahasa yang baku sehingga para pembaca mudah membacanya. Kemudian beritanya tidak terlalu banyak dan terdiri dari 3 paragraf. Dan langsung ke pada pokok masalah. Namun, didalam beritanya sudah cukup jelas dan rinci juga tidak bertele-tele. Jadi pembaca tidak akan malas untuk membaca berita tersebut. Berita diatas sudah cukup padat dan jelas banyak memuat informasi kejadian yang diberikan. Dituliskan diberita tersebut bagaimana kronologi itu terjadi dan kapan peristiwa dan dimana peristiwa itu terjadi lalu dituliskan juga pasal-pasal hukuman ancaman penjara. Pada berita tersebut penulisan kata-katanya juga mudah dicerna dan ditangkap. Seperti kronologinya, kapan kejadiannya. Berita tersebut judul artikelnya cukup menarik karena disana dijelaskan bagaimana peristiwa tersebut terjadi, kapan kejadiannya lalu bagaimana kronologi kejadian tersebut dan berapa kali pelaku tersebut menikam korban, maka dapat memicu selera pembaca untuk membaca berita tersebut dan rasa ingin tahu apa yang terjadi. Penulisan berita tersebut hanya menggunakan bahasa yang baku tidak ada unsur istilah bahasa asing dan mengikuti kaidah tata bahasa baku sehingga para pembaca akan mudah untuk membacanya karena penggunaan bahasanya masih akrab didengar oleh masyarakat.
DPR Minta Nadiem Segera Umumkan Hasil PPPK Guru 2021
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PKB, Syaiful Huda meminta Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim segera mengumumkan hasil seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru 2021. Syaiful mengatakan hasil seleksi harus segera diumumkan jika skema penilaian afirmasi PPPK guru sudah ditambahkan dalam mekanisme penilaian yang baru. "Prinsipnya kami meminta setelah menambahkan nilai afirmasi PPPK guru, langsung diumumkan. Semakin cepat diumumkan oleh Mendikbudristek semakin baik," kata Syaiful saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (30/9).
Dia juga mengatakan, Komisi X DPR sudah berkoordinasi dengan Kemendikbudristek dan Panselnas mengenai kekhawatiran forum guru soal penundaan hasil seleksi PPPK. Pasalnya, beberapa guru di daerah khawatir namanya bakal tercoret dari daftar seleksi PPPK guru 2021 akibat ada penambahan nilai afirmasi bagi tenaga honorer K2 dan honorer berdasarkan lama mengajar. Terkait ini, Syaiful meminta Kemendikbudristek untuk tidak menggugurkan nama-nama peserta tes PPPK guru yang sudah lolos hanya karena penambahan nilai afirmasi pada honorer lainnya. "Guru honorer yang sudah lolos passing grade kemarin, pasti sudah aman menurut data. Kami sudah berkoordinasi dengan Kemendikbudristek, pasti tidak akan mengganggu [penilaian]," kata dia.
Sebelumnya Mendikbudristek Nadiem Makarim memutuskan penundaan pengumuman hasil seleksi PPPK guru 2021 sampai batas waktu yang belum ditentukan. Pihaknya mengaku masih membutuhkan waktu kembali menilai hasil tes tersebut sambil menimbang desakan forum guru. Tes PPPK guru 2021 disebut tidak berkeadilan karena besaran nilai afirmasi bagi peserta honorer K2 yang terlalu kecil, nilai afirmasi berdasarkan usia juga dinilai rendah. Hasil tes sesuai jadwal diumumkan pada 24 September, dengan penundaan ini maka terhitung sudah 6 hari para peserta seleksi PPPK guru 2021 menunggu status kelulusannya.
Menganalisis karakteristik bahasa jurnalistik yang terdapat pada berita DPR Minta Nadiem Segera Umumkan Hasil PPPK Guru 2021.
Bahasa yang digunakan masih sederhana didalamnya menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat tetapi terdapat juga sedikit kata yang kurang dimengerti contohnya seperti kata yang disingkat. Pada berita diatas cukup singkat karena hanya terdiri dari 3 paragraf, namun sudah menuai banyak informasi didalam berita tersebut, menggunakan kata-kata yang tidak berlebihan, sehingga para pembaca tidak malas untuk membaca artikel berita tersebut. Penulisan berita tersebut sudah padat dan jelas dan memudahkan para pembaca karena didalamnya juga terdapat informasi kapan hasil seleksi PPPK akan dikeluarkan. Berita tersebut sudah cukup jelas dengan menggunakan bahasa yang mudah dicerna oleh masyarakat, dan juga didalamnya terdapat informasi tanggal kapan hasil seleksi PPPK akan diumumkan oleh Mendikbudristek. Judul berita ini cukup menarik mampu memicu minat untuk dibaca karena beritanya sangat ditunggu oleh para guru-guru yang sedang mengikuti PPPK, dan berita tersebut juga ditulis dengan menggunakan bahasa yang baku dan tidak bertele-tele juga. Sehingga para pembaca tidak bosan untuk membacanya. Penulisan berita tersebut menggunakan kata, istilah bahasa yang baku dan mudah ditangkap dan sering didengar oleh masyarakat, jadi tidak ada penulisan istilah kata yang asing.
Tugas Keempat
JURNALISTIK
Jurnalistik itu apa sih?
TUJUAN JURNALISTIK
MENGAPA PERLU BELAJAR JURNALISTIK?
SEBAGAI GURU HARUSKAH MEMPELAJARI JURNALISTIK?
Tugas Kelima
1. Berikan contoh nyata dari peran jurnalistik
kepada masyarakat!
Jawab: Peran jurnalistik yaitu pemberi
informasi, karena peran utama jurnalistik adalah pemberi informasi. Berbagai karya
jurnalistik yang disajikan seperti berita, reportase, atau lainnya. Maka dari
peran pemberi informasi tersebut dapat kita ambil contoh pemberi informasi
mengenai Covid-19.
Akhir tahun 2019, penduduk diseluruh
Dunia mengetahui berita mengenai virus berbahaya yang disebut dengan virus
corona atau Covid-19. Berita tersebut menimbulkan keresahan pada masyarakat,
karena banyak sekali berita di televisi maupun media sosial menyampaikan berita
mengenai virus corona tersebut. Jurnalisme inilah yang diperlukan bangsa sebagai
penunjuk jalan bagi penyelesaian persoalan-persoalan genting bangsa ini. Masyarakat
membutuhkan informasi yang fakta dan terpercaya untuk mengetahui fenomena
Covid-19 dan berbagai dampaknya. Dengan demikian, masyarakat semakin memahami
cara-cara melindungi diri, keluarga, dan lingkungan sekitar secara tepat.
karena para jurnalisme akan mencari informasi dan menyampaikan tentang keadaan
covid-19 setiap harinya, dan memberitahu kepada masyarakat sudah berapa orang yang
meninggal karena covid-19, sudah berapa orang yang sudah terpapar covid dan
juga menyampaikan informasi bahwa pentingnya menjaga protokol kesehatan dan
juga menghindari kerumunan orang banyak.
2. Saat ini pemberitaan mengenai virus
Corona setiap hari ada pemberitaan di media cetak ataupun media elektronik. Jumlah
penderita yang terpapar virus Corona setiap hari selalu ada penderita yang baru
yang terinfeksi virus corona. Peran jurnalistik sebagai kontrol sosial apakah
untuk permasalahan ini berperan atau tidak berikan alasan dari pilihan jawaban anda!
Jawab: Pada permasalahan ini peran
jurnalistik sebagai alat kontrol sosial sangatlah berperan, yaitu dengan cara
menyampaikan gagasan atau pendapat yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat
luas. Karena dapat menyajikan dan menyampaikan berita kepada masyarakat luas.
peran jurnalistik sangat dibutuhkan
oleh masyarakat karena dapat memberikan informasi terkait virus Corona ini,
maka sangat berpengaruh sekali bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi
tentang covid ini setiap harinya. Agar masyarakat dapat mengetahui cara
bertahan hidup, melindungi diri dan keluarga dan juga selalu mematuhi protokol
kesehatan agar tidak sampai terkena covid-19 ini. Jurnalisme ini berperan
sekali karena memberikan up date data yang faktual dan valid terbaru perkembangan
Covid-19. Agar tidak terjadi informasi yang salah atau berita bohong soal
covid-19 yang menyebar luas melalui media sosial dan aplikasi percakapan yang
tidak bertanggung jawab.
Tugas Keenam
Carilah contoh dari masing-masing produk jurnalistik cetak di bawah ini:
Ć Berita
Ć Artikel
Ć Feature
Ć Foto
Ć Tajuk rencana
Ć Kolom
Ć Pojok
Ć Karikatur
Ć Surat Pembaca
Ć Resensi
Susunlah dalam format Doc sesuai dengan urutan yang di atas, setelah itu pilihlah salah satu produk jurnalistik yang anda sukai dan anda tidak sukai sertakan alasan anda!
- Ć Berita
Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Sepeda Motor
yang Aksinya Terekam Kamera CCTV
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Polsek Percut Seituan mengamankan 2 tersangka kasus pencurian sepeda motor yang terjadi di Jalan Perhubungan Lau Dendang Kecamatan Percut Seituan Kabupaten Deliserdang.
Adapun kedua tersangka yakni, FA (20) warga Jalan Kamboja Desa Lau Dendang yang bertugas mengambil sepeda motor milik korban, Putri Dea. Sedangkan satu lagi, PS (46) menjadi penadah hasil curian Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan, Iptu Doni Pance Simatupang mengatakan kejadian tersebut sempat terekam kamera CCTV dan viral di media sosial pada Jumat (29/10/2021). "Pada saat itu korban sedang bersama rekannya sedang makan di sebuah kafe di Jalan Lau Dendang, namun, ketika hendak keluar, sepeda motornya sudah tidak berada di halaman parkiran," ujarnya, Minggu (30/10/2021). Korban pun kemudian melaporkan hal tersebut ke Polsek Percut Seituan.
Petugas kepolisian langsung bergerak ke lokasi untuk menangkap pelaku. Petugas kemudian mendapat informasi bahwa tersangka FA sedang berada di rumahnya. Petugas langsung bergerak ke lokasi dan langsung menangkap FA. Menurut pengakuan FA, dirinya sudah menjual sepeda motor kepada PS. Ia pun mengaku bahwa dalam melancarkan aksi tersebut bersama rekannya yakni Ucok Bernard. "Saat ini Ucok sedang kami buru, dan para tersangka dikenakan passal 380 dan 340 KUHPidana," tandasnya.
- Ć Artikel
Lengkapi Kebutuhan Vitamin C Setiap Hari
Vitamin C merupakan sebuah vitamin yang setiap hari dibutuhkan oleh tubuh demi menjaga kebugaran. Seseorang akan gampang terserang penyakit jika kekebalan tubuhnya rendah. Dengan rajin mengkonsumsi vitamin C seseorang akan mempunyai kekebalan tubuh yang kuat sehingga jarang sakit. Vitamin C dapat ditemukan di buah jeruk, tomat, apel, stroberi dan sebagainya. Kekruangan vitamin C dapat menyebabkan radang tenggorokan, sariawan, bibir pecah-pecah hingga flu. Jadi jaga kesehatan dengan konsumsi vitamin C setiap hari.
- Ć Feature
Kota Tua Jakarta Sebagai Cagar Budaya Zaman Belanda
Kota Tua Jakarta terletak di Kelurahan Pinangsia Kecamatan Tamansari Kotamadya Jakarta Barat. Saat ini, kawasan Kota Tua berada di dua wilayah kotamadya, yaitu Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Kota Tua sebagai cikal bakal Jakarta, tentunya menyimpan banyak cerita di balik megahnya bangunan (tua) cagar budaya peninggalan masa lalu dari zaman kolonial Belanda.
Kota Tua Jakarta, daerahnya berbatasan sebelah utara dengan Pasar Ikan, Pelabuhan Sunda Kalapa dan Laut Jawa, sebelah Selatan berbatasan dengan jalan Jembatan Batu dan jalan Asemka, sebelah Barat berbatasan dengan Kali Krukut dan sebelah Timur berbatasan dengan KaliCiliwung.
Kota Tua Jakarta di masa lalu merupakan kota rebutan yang menjadi simbol kejayaan bagi siapa saja yang mampu menguasainya. Tak heran jika mulai dari Kerajaan Tarumanegara, Kerajaan Sunda–Pajajaran, Kesultanan Banten –Jayakarta, Verenigde Oost-indische Compagnie (VOC), Pemerintah Jepang, hingga kini Republik Indonesia melalui Pemerintah DKI Jakarta, terus berupaya mempertahankannya menjadi kota nomor satu di negara ini.
Pada 1526, Fatahillah, dikirim oleh Kesultanan Demak, menyerang pelabuhan Sunda Kelapa di kerajaan Hindu Pajajaran, kemudian dinamai Jayakarta. Kota ini hanya seluas 15 hektare dan memiliki tata kota pelabuhan tradisional Jawa. Tahun 1619, VOC menghancurkan Jayakarta di bawah komando Jan Pieterszoon Coen. Satu tahun kemudian, VOC membangun kota baru bernama Batavia untuk menghormati Batavieren, leluhur bangsa Belanda Kota ini terpusat di sekitar tepi timur Sungai Ciliwung, saat ini lapangan Fatahillah.
Penduduk Batavia disebut “Batavianen”, kemudian dikenal sebagai suku Betawi, terdiri dari etnis kreol yang merupakan keturunan dari berbagai etnis yang menghuni Batavia. Pada 1635, kota ini meluas hingga tepi barat Sungai Ciliwung, di reruntuhan bekas Jayakarta. Kota ini dirancang dengan gaya Belanda Eropa lengkap dengan benteng (Kasteel Batavia), dinding kota, dan kanal. Kota ini diatur dalam beberapa blok yang dipisahkan oleh kanal. Kota Batavia selesai dibangun tahun 1650. Batavia kemudian menjadi kantor pusat VOC di Hindia Timur. Kanal-kanal diisi karena munculnya wabah tropis di dalam dinding kota karena sanitasi buruk. Kota ini mulai meluas ke selatan setelah epidemi tahun 1835 dan 1870 mendorong banyak orang keluar dari kota sempit itu menuju wilayah Weltevreden (sekarang daerah di sekitar Lapangan Merdeka). Batavia kemudian menjadi pusat administratif Hindia Timur Belanda. Tahun 1942, selama pendudukan Jepang, Batavia berganti nama menjadi Jakarta dan masih berperan sebagai ibu kota Indonesia hingga sekarang. Pada 1972, Gubernur Jakarta, Ali Sadikin, mengeluarkan dekrit yang resmi menjadikan Kota Tua sebagai situs warisan. Keputusan gubernur ini ditujukan untuk melindungi sejarah arsitektur kota atau setidaknya bangunan yang masih tersisa di sana.
- Ć Foto
Ć Tajuk Rencana
Korupsi Masih Beredar
Di negara kita ini kasus korupsi masih beredar dimana-mana. Siapa yang harus disalahkan ketika rakyat kecil tidak dapat berbuat apa-apa sedangkan petinggi semakin meninggi. Bukan rahasia lagi jika negara kita ini masih belum dapat menangani berbagai korupsi yang terjadi dimana-mana.
Bukankah akan tentram negara ini apabila bersih dari korupsi tak semua dipandang dengan mata uang, kita dititipkan kemerdekaan, menikmato kemerdekaan dengan keadilan dan kesejahteraan.
Dapat dipertanyakan ketika petinggi duduk dengan santai di meja kebanggaannya, mereka dan kami yang pemberi suara tidka mendapat dampak secara langsung, tidak ada perubahan yang berarti.
Damailah negeri ini, kita semua kaya sumber daya alam yang berlimpah nikmati semua yang kita punya jangan saling mendahului untuk menunjukkan siapa yang tinggi, dan bekerja secara ikhlas.
Ć Kolom
Sumpah Pemuda dan Mantra Bangsa
Kita membutuhkan mantra bangsa yang cerdas dan bisa menggelorakan dan menggerakkan semangat semua pihak, terutama kaum muda, sebagaimana pekik ”Merdeka!” pada masa pra dan awal kemerdekaan. Saya merasa ada sesuatu yang hilang dari bangsa kita ketika menyadari bahwa meskipun kita memiliki segalanya, kesejahteraan umum belum terwujud. Selain memiliki sumber daya alam yang melimpah, wilayah yang luas, penduduk yang banyak dan kreatif, serta iklim yang ramah, kita juga telah memakai sistem politik dan tata negara modern yang menjunjung tinggi kebebasan dan demokrasi. Namun, angka kemiskinan kita masih tinggi, kualitas pendidikan kita masih rendah, serta infrastruktur fisik yang menjadi kebutuhan publik dan industri masih jauh dari memadai. Dibandingkan dengan negara tetangga yang jauh lebih muda, kita tertinggal.
Sesuatu yang hilang tersebut adalah daya gerak bangsa yang menggelorakan semua pihak. Daya gerak ini bukan pertama-tama sebuah perintah atau undang-undang. Daya gerak ini adalah sesuatu yang dapat menghipnotis sebagian besar komponen bangsa untuk mewujudkannya. Kita seolah kehilangan musuh bersama yang nyata sebagaimana kita miliki pada jaman penjajahan. Daya gerak itu bukan hanya akan menjadi magnet yang menarik hati semua pihak, melainkan juga bagai mesin besar yang mendorong semua pihak untuk serempak maju.
Sesuatu yang hilang tersebut mungkin hanya berupa kata. Namun ini bukan sebarang kata dan bukan semata kata yang indah. Kata ini hanyalah ekspresi dari sebuah spirit yang menggelora, menggerakkan, sekaligus menggairahkan. ”Merdeka” adalah contoh kata dengan daya gerak dasyat itu.
Di era prakemerdekaan dan tahun-tahun awal kemerdekaan, kata ini telah menjadi magnet raksasa yang menawan hati semua pihak dan menjadi energi dahsyat keberanian melawan penjajah bersenjata mesin. Semboyan ”Merdeka atau mati!” akhirnya menjadi mantra sakti sebab merdeka menjadi perkara hidup dan mati.
Bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu, Indonesia adalah mantra sakti lain yang kita miliki jauh sebelum kemerdekaan. Sumpah pemuda itu telah berhasil menggelorakan, menggerakkan, dan mengobarkan semangat persatuan dan kesenasiban. Sumpah pemuda ini luar biasa dampaknya kalau kita menyadari bahwa di tahun 1928 masyarakat masih berjuang sendiri-sendiri dan belum ada teknologi komunikasi yang canggih seperti sekarang.
“Sumpah pemuda itu telah berhasil menggelorakan, menggerakkan, dan mengobarkan semangat persatuan dan kesenasiban.”
Kata-kata lain yang telah menjadi energy bangsa meskipun belum sebanding dengan kata merdeka adalah revolusi, reformasi, dan pembangunan. Pada era Presiden Soeharto, kata stabilitas telah menjadi rujukan konkret nan jelas bagi semua pejabat dalam mengambil kebijakan dan mengelola kegiatan.
Meskipun terjadi di luar negri, kita mengakui kedasyatan kata swadesi ciptaan Gandhi ataupun glasnost dan perestroika yang diluncurkan oleh Mikhael Gorbachev.
Swadesi telah menggerakkan seluruh masyarakat India untuk fanatik mandiri, percaya diri, dan akhirnya merebut kemerdekaan dari Inggris. Demikian pula glashnot mampu membuka dan akhirnya meruntuhkan kekakuan dan kebekuan sistem politik komunis di Rusia.
Ć Pojok
Ć Karikatur
Ć Surat Pembaca
Ć Resensi

Identitas Buku
§ Judul buku : Burung Burung Manyar
§ Penulis : Y. B. Mangunwijaya
§ Penerbit : Diterbitkan pertama kali oleh Penerbit Djambatan, Jakarta, Agustus 1981. Selanjutnya, buku ini mengalami pencetakan ulang secara berurut, yaitu cetakan kedua pada Desember 1981, cetakan ketiga Juni 1983, cetakan keempat Maret 1986, cetakan kelima Oktober 1988, cetakan keenam Agustus 1993, cetakan ketujuh Oktober 1996, cetakan kedelapan Agustus 1999, cetakan keenam belas tahun 2010
§ Jumlah halaman : 406 halaman
Sinopsis Buku
Bagian pertama tahun 1934-1944 sebelum masa kemerdekaan Indonesia. Bagian pertama buku ini menceritakan masa kecil Teto dan Atik, tokoh utama buku ini. Teto, atau yang mempunyai nama asli Setadewa adalah anak dari seorang ningrat Jawa yang menjadi seorang Letnan KNIL, yang lahir dari Rahim seorang perempuan Belanda. Sementara Atik, Larasati, anak dari Ibu yang masih punya hubungan dengan lingkungan keratin, dan seorang ayah dari rakyat, bukan keturunan ningrat Jawa.
Pada bagian kedua buku ini, menceritakan tentang peristiwa yang terjadi di rentang tahun 1945-1950. Diceritakan bagaimana peristiwa selama masa kemerdekaan mengubah kehidupan Teto dan Atik secara drastis, dan bertolak belakang. Teto, yang menaruh kebencian kepada Jepang, yang telah merenggut keluarganya, kemudian menjadi tentara KNIL, melawan republik yang menurut pemahamannya adalah sekutu Jepang. Sementara Atik yang berpendidikan baik, berdiri di pihak republik.
Kelebihan Buku
Buku dengan jumlah halaman mebcapai 400 lebih, penulis mampu menyajikan buku yang kaya gagasan. Hingga bab terakhir, tidak tertebak akhir yang akan diberikan penulis.
Kekurangan Buku
Terdapat jeda antara bagian kedua dan bagian ketiga. Meskipun dijelaskan sedikit pada bagian ketiga, namun tidak dijelaskan bagaimana perkembangan teto kecil menjadi besar.
Dari produk jurnalistik diatas yang saya sukai adalah Resensi. Karena resensi buku bisa memberikan gambaran pada pembaca tentang sebuah buku, kemudian kita bisa mengetahui kualitas buku serta mengetahui kelebihan dan kekurangan dari buku tersebut.
Dari produk jurnalistik diatas yang tidak saya sukai adalah pojok, karena pojok tidak memiliki kesan yang serius, lalu terkadang tema-temanya yang tidak penting diangkatnya dan juga cara menyampaikannya dengan cara menusuk atau mengkritik seseorang.
Tugas Ketujuh
UTS
a. Banjir di Patumbak Kabupaten Deli Serdang
Kecamatan Patumbak pada dini hari Senin1 November 2021.
b. Sungai
di Patumbak desa Sigara-gara meluap sampai ke jembatan
c. Rumah-rumah
di sekitar sungai habis terkena luapan sungai.
d. Batang-batang
pohon yang tumbang besar serta lumpur dan air sungai yang sangat keruh.
e. Hujan
dari pukul 20.00 WIB sampai pukul 04.00 dini hari belum juga reda dengan
intensitas curah hujan deras.
f. Jembatan
yang kena dampak air sungai yang meluap tidak bisa untuk digunakan oleh
masyarakat.
Hujan
Deras, Puluhan Rumah di Patumbak Kabupaten Deli Serdang
Terendam
Banjir
Banjir yang yang terjadi dini hari, Senin 1 November 2021 di daerah Patumbak Kabupaten Deli Serdang Kecamatan Patumbak yaitu tepatnya di desa Sigara-gara. Penyebab terjadinya banjir diakibatkan hujan dari pukul 20.00 WIB sampai pukul 04.00 WIB dini hari belum juga reda dengan intensitas curah hujan deras. Sungai di desa Sigara-gara meluap sampai ke jembatan, dan jembatan yang kena dampak air sungai yang meluap tidak bisa untuk digunakan oleh masyarakat. Banyak batang-batang pohon yang tumbang besar serta lumpur dan air sungai yang sangat keruh. Diperkirakan rumah-rumah disekitar sungai habis terendam akibat terkena luapan sungai.
2. Buatlah satu judul berita dengan tema
“Belajar Daring” di utamakan mengenai apa yang anda rasakan saat pembelajaran
daring baik suka dan tidak sukanya. Kemudian tentukan judul beritanya yang
menarik dan tuliskan isi beritanya maksimal 2.500 karakter.
Sejumlah
Mahasiswa Mengungkapkan Keresahannya Terhadap Belajar Daring
Seperti yang sudah kita ketahui, sekarang ini diseluruh
negara telah dilanda keresahan akibat datang sebuah virus bernama Corona, atau
biasanya disebut Covid-19. Virus ini awal mulanya datang dari kota Wuhan,
China. Hampir seluruh negara di dunia terkena virus ini, dan berhasil membuat
seluruh dunia termasuk Indonesia harus mengisolasi diri dirumah agar tetap
aman. Awal mulanya virus ini muncul pada tahun 2019 bulan Desember hingga
menyebar ke Indonesia pada tahun 2020 bulan Maret.
Lalu munculnya slogan “dirumah saja.” Slogan ini menarik
perhatian publik karena semua perihal yang berhubungan dari dunia luar dan
semua aktivitas terputus karena untuk menghindari Covid-19. Pemerintah
mengimbau masyarakat agar tetap dirumah saja jika tidak keperluan yang penting.
Akibatnya, semua aktivitas terputus terlebih lagi yaitu aktivitas anak-anak
yang sekolah maupun kuliah harus dilakukan secara digital yang kini diterapkan
secara daring (online).
Bagi daerah yang memiliki jaringan internet bagus, tentu
bukan suatu masalah atau sebuah hambatan, hal itu juga berlaku bagi mereka yang
telah terbiasa dengan kecanggihan teknologi saat ini. Lalu, ada juga yang
daerah susah memiliki jaringan internet yang bagus, maka disinilah salah satu
kendalanya.
Proses pembelajaran yang dilakukan secara daring di semua
suatu pendidikan merupakan kebijakan pemerintah dalam upaya mencegah anak-anak
generasi bangsa agar tidak bertambah angka Covid-19 dan tetap aman. Proses
pembelajaran yang dilakukan dirumah masing-masing disebut kurang efektif, dikarenakan
ketika ada siswa maupun mahasiswa yang tidak memahami atas materi yang telah
disampaikan oleh guru ataupun dosen, maka akan mengalami kesulitan untuk
bertanya ketika mengalami jaringan yang buruk.
Sudah kurang lebih dua tahun menjalani sistem kuliah
online, sehingga aktivitas tersebut seakan tidak asing lagi yang kita rasakan
dan menerimanya dengan baik. Akibat sistem kuliah online, mahasiswa harus
dituntut untuk dapat belajar secara mandiri dan mempunyai inisiatif dalam
mengembangkan segala potensi dan wawasannya. Karena apabila mahasiswa tidak
menjalankan tersebut, maka tentu bakal sulit untuk menghadapi kondisi yang
terjadi.
Kegiatan perkuliahan pun dilaksanakan dengan menggunakan
metode daring seperti, Google Meet, Zoom dan Whatsapp Group. Lalu pembelajaran
daring ini juga menguras banyak kuota internet, terkadang harus terus menerus
membeli kuota internet agar bisa mengikuti perkuliahan. Diharapkan semoga
Covid-19 ini bisa hilang dan semua anak sekolah bisa belajar dengan tatap muka.
Latihan Pertama
CONTOH 50 SOAL
EJAAN YANG DISEMPURNAKAN (EYD)
PILIHLAH JAWABAN YAN
TEPAT DAN BERIKAN ALASANNYA
1. 1. Berita itu muncul dalam surat kabar
Indonews. Penulisan untuk nama surat kabar yang berhuruf miring pada kalimat
diatas yang benar adalah . . . .
a. berita
itu muncul dalam surat kabar indonews
b. berita
itu muncul dalam surat kabar Indonews
c. Berita
itu muncul dalam surat kabar Indonews
Alasan: Karena huruf
miring diatas merupakan huruf yang digunakan untuk menuliskan nama surat kabar
yang ada dalam sebuah kalimat, maka daripada itu harus menggunakan huruf miring
di kata Indonews.
2. 2. Penulisan pada pemakaian koma yang benar
yaitu . . .
a. Saya
membeli kertas, pena dan tinta.
b. saya
membeli kertas, pena, dan tinta.
c. SAYA
membeli kertas, pena dan tinta,
Alasan: Karena
Tanda koma yg diatas dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau
menyebutkan beberapa benda, dan diawali dengan huruf kapital.
3. 3. Sang Sapurba mendengarkan bunyi
gemerisik.
Pemakaian tanda kurung
siku [. . . ] pada kata yang bergaris bawah yang benar adalah. .
a. Sang
Sapurba men[d]engar bunyi gemerisik.
b. Sang
sapurba mend[e]ngar bunyi gemerisik
c. Sang
sapurba men[d]engar bunyi gemerisik.
Alasan: Dalam Kalimat
tersebut diawali dengan huruf kapital dan menggunakan tanda kurung siku yang
benar.
4. 4. Kosakata lagu daerah
Banyuwangi. Pemenggalan kata yang bergaris bawah sesuai EYD adalah . . .
.
a. Kosa kata
lagu daerah Banyuwangi.
b. Kosakata
lagu daerah Banyuwangi.
c. Ko-sakata
lagu daerah Banyuwangi
Alasan: Karena
penulisan dalam kosakata itu haruslah disambung katanya tidak ada
pemenggalan dalam kata
"kosakata".
5. 5. Kosakata using arkhais. Penulisan
kata bercetak tebal berdasarkan EYD diatas adalah . . . .
a. Kosakata
using arkais.
b. Kosa
kata using arkhais
c. Kosakata
using arkha-is
Alasan: Kata
Arkhais ini berasal dari bahasa Yunani, jadi menurut EYD penulisan yang benar
adalah arkais.
6. 6. Mandeskripsikan makna leksikal. Penulisan
kata yang benar bercetak tebal diatas adalah . . . .
a. Mindiskripsikan
makna leksikal.
b. Mendiskripsi
kan makna leksikal
c. Mendiskripsikan
makna leksikal.
Alasan: Karena
pada dasarnya yang sesuai dengan EYD penulisan yang benar adalah "
Mendiskripsikan" diharuskan menggunakan kata me dan diakhiri kata kan,
lalu Kan nya harus disambung tidak boleh dipisahkan.
7. 7. Habis gelap terbitlah terang
Penulisan kalimat
judul diatas yang benar menurut EYD adalah . . . .
a. HABIS
GELAP TERBITLAH TERANG
b. HABIS
GELAP TERBITLAH TERANG
c. HABIS
GELAP TERBITLAH TERANG
Alasan: Karena
kalimat tersebut merupakan judul dari sebuah buku, maka dari pada itu harus
dituliskan menggunakan huruf kapital dan disertai huruf tebal.
8. 8. Negara itu telah mengalami empat
kali kudeta.
Kalimat diatas
penulisan ungkapan asing yang digaris bawah yang benar yaitu . . . .
a. Negara
itu telah mengalami empat kali Kudeta.
b. Negara
itu telah mengalami empat kali KUDETA.
c. Negara
itu telah mengalami empat kali kudeta.
Alasan: Karena
kata kudeta berasal dari bahasa asing yaitu berasal dari bahasa Perancis, maka
dari itu harus menggunakan penggunaan tanda miring dalam kata kudeta.
9. 9. Penulisan bentuk ulang yang benar
menurut EYD adalah . . . .
a. Gedung-gedung
tinggi.
b. Sesekali
waktu.
c. Rumah”
warga.
Alasan: dikarenakan
unsur kedua harus mengulang kata dari unsur pertama, dan inilah disebut bentuk
ulang gabungan kata, dengan menambahkan tanda hubung di antara unsur-unsurnya
untuk menegaskan pertalian unsur yang bersangkutan, jika penulisannya
gedung-gedung tinggi bahwasanya menerangkan banyaknya gedung-gedung itu yang
tinggi.
1010. Penulisan partikel
pada kalimat dibawah ini yang benar yaitu . . . .
a. Bacalah
buku itu baik-baik!.
b. Baca
lah buku itu baik-baik!.
c. Baca_lah
buku itu baik-baik!
Alasan: Karena
pada kata "bacalah" ini merupakan dari partikel - lah, biasanya
digunakan untuk memperhalus kata perintah, mempertegas kalimat pernyataan. Jadi
kata baca harus disambungkan dengan "lah" tidak boleh di penggal.
1111. Harimau itu marah
sekali kepada sangKancil. Kalimat diatas untuk penulisan kata sang yang
benar adalah . . .
a. itu
marah sekali kepada sang Kancil.
b. HARIMAU
itu marah sekali kepada sang kancil,
c. Harimau
itu marah sekali kepada Sang Kancil.
Alasan: Karena
Sang tersebut diikuti dengan nama hewan, maka daripada itu harus menggunakan
huruf kapital juga.
1212. Kalimat pernyataan
pemakaian tanda titik yang benar dibawah ini yaitu, kecuali .
. . .
a. Dia
lahir pada tahun 1956 di Bandung.
b. Desa
itu berpenduduk 24.200 orang.
c. Penduduk
Jakarta lebih dari 11000 orang
Alasan: Didalam
pernyataan diatas pada pilihan berganda yang c penggunaan tanda titik tidak ada
dipakai sebagai akhir dari kalimat pertanyaan ataupun Tanda titik dipakai di
belakang angka atau huruf.
1313. Penulisan ejaan yang
benar pada kalimat dibawah adalah . . . .
a. Kata ibu,
“saya gembira sekali.”
b. Kata Ibu,
“Saya gembira sekali.”
c. Kata ibu,
“saya gembira Sekali”.
Alasan: Penggunaan
huruf kapital (atau huruf besar) dipakai sebagai huruf pertama awal kalimat
seperti pada "Kata" dan huruf kapital pada kata "Ibu"
dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, maka harus
menggunakan awalan huruf kapital pada pernyataan diatas.
1414. Pemakaian tanda koma
yang benar pada kalimat . . . .
a. Wah
begitu indah!.
b. O, begitu?
c. Mengapa
kau diam. Dik?
Alasan: Dalam
penggunaan tanda koma diatas digunakan Sebelum atau Sesudah kata Seru, Untuk
memberikan jeda ucapan dan penekanan, tanda koma dipakai sebelum dan/atau
sesudah kata seru, seperti o. Maka diberikan tanda koma setelah kata seru.
1515. Penulisan pada tanda
titik dua yang tepat adalah . . . .
a. Hanya
ada dua pilihan bagi para pejuang kemerdekaan: hidup atau mati
b. Hanya
ada dua pilihan bagi para pejuang kemerdekaan;” hidup atau mati.”
c. Hanya
ada dua pilihan bagi para pejuang kemerdekaan_ hidup atau mati.
Alasan: Karena
penggunaan tanda titik dua diatas dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap
yang diikuti pemerincian atau penjelasan, pada kata hidup atau mati merupakan
pemerincian atau penjelasan.
Latihan Kedua
LATIHAN EYD
KERJAKAN LATIHAN DI BAWAH DENGAN CARA PILIH JAWABAN YANG TEPAT DAN BERIKAN
ALASANNYA.
1. 1. Penulisan pertikel (per) yang tepat
yaitu kecuali . . . .
a. Mereka
masuk ke dalam satu per satu.
b. Harga
kain itu Rp 50.000,00 per helai.
c. Pegawai
itu mendapat kenaikan gaji per1januari.
Alasan : Kalimat
itu sebenarnya sudah menunjukkan penulisan per yang tepat, tetapi yang membuat
salah adalah ada penambahan angka 1 nya, karena yang benar adalah per januari.
2. 2. Penulisan huruf kapital untuk nama
jabatan yang benar adalah, kecuali . . . .
a. Sidang
itu dipimpin Presiden.
b. Kegiatan
itu direncanakan oleh departemen.
c. Siding
itu diadakan di ruang Kementerian.
Alasan : Karena
kalimat tersebut di bagian untuk nama jabatan tidak menggunakan huruf kapital.
3. 3. Kata baku dibawah ini yang benar menurut
EYD yaitu, kecuali . . . .
a. Abjad
b. Asyik
c. Apotik
Alasan : Karena
dalam EYD penulisan yang baku adalah “apotek” sedangkan kata “apotik” adalah
kata yang tidak baku.
4. 4. Pemakaian tanda koma (,) yang benar pada
kalimat, kecuali . . . .
a. Tokyo,
Jepang
b. Raya
6 Jakarta
c. Surabaya,
10 Mei 1960
Alasan : Karena
di kalimat itu tidak ada penggunaan tanda koma nya.
5. 5. Ai tetap au
Penulisan kata serapan yang benar
dibawah ini, yaitu . . . .
a. Audiogram
b. Totrof
c. Autrotrop
Alasan : Karena pada bagian a merupakan cara penulisan
kata serapan yang tepat.
6. 6. Kalimat dibawah yang menggunakan kata
turunan yaitu . . . .
a. Petani
b. Lukisan
c. Mau
Alasan : Karena
dalam kata petani memiliki kata imbuhan awalan pe, dan kata dasarnya yaitu tani.
7. 7. Kata titik dua (:) yang benar
adalah . . .
a. Ketua
Ratu Abi
b. Sekretaris
: Bardawati
c. Ratu
keadadilan
Alasan : Karena
di kalimat tersebut menggunakan tanda titik dua sesudah kata atau ungkapan yang
memerlukan pemerian.
8. 8. Penulisan kata pertikel yang benar
dibawah ini adalah kecuali . . . .
a. Walaupun
sederhana, rumah itu tampak asri.
b. Ada
pun sebabnya belum diketahui.
c. Bagaimanapun
itu, tugas harus diselesaikan.
Alasan :
Sebenarnya penulisan pertikel nya sudah benar, tetapi di kalimat tersebut tidak
digunakan tanda penghubung yaitu tanda koma.
9. 9. Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostana.
Penulisan huruf miring
pada kata serapan dibawah ini yang tepat dengan EYD yaitu . . . .
a. Nama
ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostana
b. Nama
ilmiah buah manggis ialah carcinia mangostana
c. Nama
ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostana.
Alasan : Di kalimat tersebut pada kata serapan menggunakan huruf
miring, karena ungkapan bahasa asing.
1010. Penulisan huruf cetak tebal yang benar dalam EYD ,kecuali . . . .
a. Makalah
ini memiliki BAB PENDAHULUAN .
b. skripsi
itu terdapat daftar, indeks dan lampiran
c. Judul
laporannya berjudul : CINTA TANAH AIR.
Alasan : Karena
di kalimat tersebut tidak menggunakan huruf cetak tebal pada kata daftar,
indeks, dan lampiran.
1111. Cara penulisan
singkatan resmi dibawah ini yang tepat adalah . . . .
a. DPR
(Dewan Perwakilan Rakyat)
b. PT
peseroan terbatas
c. KTP
(Kartu Tanda Penduduk)
Alasan : Karena
dalam singkatan nama resmi lembaga, pemerintah, badan atau organisasi serta
nama dokumen resmi tidak menggunakan huruf kapital dan tidak diikuti tanda
titik juga tidak menggunakan tanda kurung.
1212. Penulisan kata
singkatan dibawah ini yang sesuai EYD, kecuali . . .
a. Jml.
b. Halaman.
c. Kpd.
Alasan : Karena
penulisan kata singkatan pada halaman yang benar adalah “hlm” karena singkatan
terdiri atas tiga huruf.
1313. Penulisan akronim
dibawah ini yang tepat dengan EYD, kecuali . . . .
a. Rp
b. LIPI
c. PASI
Alasan : Karena
penulisan akronim yang tepat dengan EYD adalah LIPI dan PASI, lalu penulisan Rp
sebenarnya juga benar tetapi itu bukan akronim yang sesuai EYD.
1414. Hotel Mahameru, kamar
169.
Penulisan ejaan yang benar pada kalimat diatas adalah . . .
a. Hotel
Mahameru, Kamar 169.
b. Hotel
MahaMeru. Kamar 169.
c. Hotel
Mahameru, Kamar 169.
Alasan : Karena
penggunaan huruf kapitalnya sudah benar.
1515. Kalimat dibawah ini
yang benar dengan pemakaian tanda koma EYD, kecuali . . . .
a. 12,5
m
b. Rp
500, 50
c. 273
m
Alasan : Karena
di kalimat tersebut tidak menggunakan tanda koma, tanda koma dipakai
sebelumangka decimal atau diantara arupiah dan sen yang dinyatakan dengan
angka.
1616. Tanda hubung yang
digunakan untuk pengulangan kata ulang pada kalimat dibawah ini yang benar
adalah . . . .
a. Anak
anak
b. Berulang-ulang
c. Merak
kemerahan
Alasan : Di
kalimat tersebut menggunakan tanda hubung untuk pengulangan kata ulang.
1717. Alangkah indahnya
taman laut ini.
Penulisan
pernyataan di atas dijadikan kalimat perintah adalah . . . .
a. Alangkah
indahnya taman laut ini !
b. Alangkah
indahnya taman laut ini?
c. Alangkah
indahnya taman laut ini.
Alasan : Pada
kalimat perintah haruslah diakhiri dengan tanda seru, artinya menyatakan
pernyataan perintah. Pada kalimat tersebut sudah menggunakan tanda seru diakhir
kalimat.
1818. Kata dia saya juga
minta satu
Penulisan
yang benar dengan memerhatikan tanda bacanya yaitu . . . .
a. Kata
dia, “saya juga minta satu”.
b. Kata
dia, saya Juga minta Satu.
c. Kata
dia, “Saya juga minta satu.”
Alasan : Karena
penggunaan tanda bacanya sudah benar, kemudian pada kata “saya” juga tidak
menggunakan awalan huruf kapital.
1919. Ani di sekolahan
mendapatkan bea siswa.
Penulisan
kata bergaris bawah yang benar adalah . . . .
a. Beasiswa.
b. Bea
siswa
c. beaSiswa.
Alasan : Karena
kata bea siswa itu tidak baku dan tidak sesuai dengan EYD maka yang benar
adalah beasiswa.
2020. Kemaren sore si Andi mengikuti
les tambahan.
Kata baku yang tepat untuk kata bergaris bawah yaitu . . .
a. kemaren.
b. Kemarin.
c. Kimaren.
Alasan : Kemaren adalah kata yang tidak baku, jadi kata baku yang benar adalah kemarin.
Latihan Ketiga
IDENTIFIKASILAH IKLAN DAN BROSUR DI BAWAH INI DAN
ANALISISLAH EJAANNYA, YANG TEPATNYA SEPERTI APA

Gambar
iklan diatas ejaan bahasanya sudah tepat dan benar, tetapi ada juga bahasanya
menggunakan bahasa asing seperti kata “free” yang artinya “bebas” itu adalah
bahasa asing jika di dalam bahasa Indonesia yang sesuai ejaan maka seharusnya
menggunakan kata bebas bukan free.

Dari gambar iklan diatas ejaan bahasanya sudah tepat dan
benar, hanya saja kata ”laundry” itu berasal dari kata asing. Dan penggunaan
tanda baca titik duanya juga sudah tepat.

Dari gambar
iklan diatas penggunaan ejaan bahasanya sudah tepat dan benar.

Dari
gambar iklan diatas dalam penggunaan ejaan bahasanya terdapat salah, seharusnya
PEDAGANG DILARANG MASUK. Dan di dalam iklan tersebut terdapat bahasa asing
yaitu dalam kata “SALESMAN” seharusnya menggunakan kata “penjual” karena itu
adalah bahasa Indonesia yang benar.

Gambar iklan diatas terdapat ejaan bahasa yang tidak tepat
yaitu dalam kata “bikin” karena itu bahasa yang tidak baku, seharusnya dalam
bahasa Indonesia yang benar adalah “buat”

Gambar iklan diatas terdapat kata bahasa yang tidak benar yaitu
pada kata “BIS” karena itu merupakan kata yang tidak baku, dalam ejaan bahasa
yang benar adalah “BUS” karena merupakan kata yang baku.

Gambar iklan
diatas merupakan ejaan bahasanya yang sudah tepat, tetapi ada kata yang tidak
sesuai ejaan bahasa Indonesia yang benar. Pada kata “tak” itu merupakan kata
yang tidak baku maka bahasa baku yang benar adalah “tidak”.

Gambar iklan
diatas ejaan bahasanya sudah tepat dan benar, dan juga penggunaan tanda bacanya
sudah tepat dan benar.

Gambar iklan diatas terdapat ejaan bahasa yang tidak tepat,
seperti pada kata “KAYAK” itu merupakan kata yang tidak baku, maka seharusnya
sesuai ejaan bahasa yang benar dan baku adalah “seperti”, lalu kata “Gitu” juga
merupakan kata yang tidak baku maka seharusnya “begitu”. Lalu terdapat kata
bahasa asing dan bahasa gaul yaitu “No Bokis”, bokis artinya yaitu “bohong”
kata tersebut tidak terdapat di kamus bahasa Indonesia, maka seharusnya ditulis
dengan “tidak bohong” yang sesuai dengan ejaan bahasa yang benar.

Gambar
diatas penggunaan ejaan bahasanya tidak tepat, dalam kata “SISI TV” merupakan
bahasa yang tidak baku. Biasanya dalam penulisan tersebut menggunakan bahasa
Inggris yaitu “CCTV” tetapi dalam bahasa Indonesia yang benar adalah “Televisi
sirkuit tertutup”.
Nama : Dilla Dwi Kusnanda
Npm : 201214021
Mata Kuliah : Sosiolinguistik
KUALANAMU
INTERNATIONAL AIRPORT

Bandar Udara Internasional Kualanamu
(bahasa Inggris: Kualanamu International Airport) adalah sebuah Bandar Udara
Internasional yang melayani Kota Medan, Sumatra Utara. Bandara ini terletak di
Kabupaten Deli Serdang, 26 km arah timur dari pusat kota Medan. Bandara ini
adalah bandara terbesar ketiga di Indonesia (setelah Soekarno–Hatta Jakarta dan
yang baru Kertajati di Majalengka Jawa Barat). Asal mula nama Kualanamu ini
adalah diambil dari tokoh sesepuh warga sekitar yang mengkombinasikan dua suku
terbesar yaitu Kuala dari suku Melayu dan suku Batak. Akhirnya terbentuk dua
buah kata yang begitu indah yaitu Kualanamu. Lokasi bandara ini merupakan bekas
area perkebunan PT Perkebunan Nusantara II Tanjung Morawa yang terletak di
Beringin, Deli Serdang, Sumatra Utara. Pembangunan bandara ini merupakan bagian
dari MP3EI, untuk menggantikan Bandar Udara Internasional Polonia Medan yang
telah berusia lebih dari 85 tahun. Bandara Kualanamu diharapkan dapat menjadi
bandara pangkalan transit internasional untuk kawasan Sumatra dan sekitarnya.
Bandara ini mulai beroperasi sejak 25 Juli 2013 meskipun ada fasilitas yang
belum sepenuhnya selesai dikerjakan.
Bandar Udara Internasional Kualanamu ini sangat dekat
dengan rumah saya, banyak juga pegawai bandara yang akan pergi kerja melewati
dari jalan rumah saya. Jika letak rumah seseorang yang semakin jauh dari kota
Medan dapat ditempuh dengan transportasi bus Damri, mobil angkutan kota dan
kereta api bandara. Sepanjang perjalanan area bandara tampak taman yang sangat
indah yang dipenuhi dengan variasi berbagai bunga yang berwarna-warna dan itu
sangat membuat menarik sehingga tidak membosankan. Dan yang saya lihat taman
itu setiap harinya selalu dibersihkan dan dirawat oleh petugas yang mengurus
taman bandara tersebut.
Lalu tampak bangunan dalam bandara dengan konsep dan seni
arsitektur nya sangat megah dan modernisasi serta dilengkapi dengan fasilitas
sistem teknologi yang canggih mengikuti perkembangan zaman. Ruang tunggu yang
di desain dengan nyaman dan modern menyuguhkan berbagai fasilitas bagi penguna
jasa. Area parkir yang luas dibagi sesuai kebutuhan pengguna jasa, seperti
penyediaan lahan parkir inap, parkir bus angkutan, area parkir umum premium.
Bandara Internasional Kualanamu ini juga menyediakan
banyak kafe, kedai kopi dan juga beberapa toko pakaian, sepatu dan juga tas,
sehingga orang-orang yang akan datang untuk berpergian bisa membawa oleh-oleh atau
cemilan disaat menunggu jadwal penerbangannya. Kemudian pelayanan di Bandar
Udara Internasional Kualanamu sangat berkualitas, cepat, mudah, ramah, sopan,
terjangkau dan terukur.
Bandara Internasional Kualanamu menyiapkan Kargo seluas
1.3 HA yang memudahkan para pelaku bisnis dalam sektor logistik. Saat ini
Bandara Kualanamu memiliki 8 unit garbarata. Seluruh operasional keamanan
kebandaraudaraan di kawal oleh lebih dari 500 personil petugas keamanan dan
juga didukung oleh personil TNI/POLRI.
Bandara Internasional Kualanamu ini bisa menjadi cara
tarik wisatawan asing, dikarenakan sebagai lokasi transit penerbangan menuju
Bali serta Eropa. Jadi, pemanfaatan Kualanamu membantu meningkatkan jumlah
wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Utara (sumut) tiap tahunnya. Karena
banyak wisatawan yang ingin berkunjung ke Denpasar. Saya juga sering datang ke
Bandara Internasional Kualanamu ini untuk mengantarkan orang tua saya yang akan
berpergian, lalu saya sering bertemu dengan wisatawan yang sangat ramai dan yang
saya lihat mereka tampak begitu nyaman dan senang saat datang di Bandara
Internasional Kualanamu karena memang fasilitas dan pelayanan yang terbaik dan
berkualitas. Selain kenyamanan dan keamanan penerbangan, keselamatan juga
diperhatikan oleh Bandara Kualanamu.
Latihan Kelima
Nama : Dilla Dwi Kusnanda
Npm : 201214021
Mata Kuliah : EYD
1. 1. Susunlah
menjadi teks drama percakapannya.
2. 2. Analisislah kesalahan ejaannya (kosa kata dan pengucapannya)
3. 3. Apakah
dampak negatif video tersebut?
4. 4. Bagaimana
peran guru dan orang tua terhadap tayangan video tersebut?
1. 1. Teks
drama percakapan dari video tersebut.
Kakak : Na, gimana kita
harus jual jinggal. Kita akan kara yara kita akan bahagia dan ibok akan menjadi
sombong, mau kan?
Adik : Hmm, bener juga ya
kata Ibu, tapi kalo ginjal aku sama ginjal Ibu berbeda lebih baik yang Ibu jual
itu ginjal Ibu aja, masa ginjal aku kan ginjal aku gak bagus rasa lain.
Kakak : Bukan, jinggal
mama rasa asam jadi kamu aja yah?
Adik : Enggak, Ibu aja.
Ibu kan sukak kaya jadi gimana ginjal Ibu.
Kakak : Kamu gak ngerti
ya asam dan bapangkat.
Adik : Biarin aja yang
penting Ibu dapat untung.
Kakak : “menangis”
Adik : Kenapa Ibu nangis?
Kakak : Gak boleh kek
gitu nak, itu dosa!
2. 2. Pengucapan gimana merupakan kata yang tidak baku dan seharusnya pengucapan dan
penulisan yang benar adalah bagaimana. Pengucapan jinggal itu tidak benar seharusnya ginjal, karena jinggal itu tidak terdapat didalam KBBI. Lalu
pengucapan kara yara itu tidak
terdapat di dalam KBBI yang benar pengucapan dan penulisannya adalah kaya raya. Kemudian pengucapan ibok itu salah merupakan bahasa tidak
baku dan tidak terdapat di KBBI pengucapan dan penulisan yang benar adalah Ibu. Pengucapan kalo itu merupakan bahasa yang tidak baku maka pengucapan dan
penulisan yang benar adalah kalau.
Pada pengucapan gak bagus, dan pada
kata gak merupakan bahasa yang tidak baku, maka seharusnya yang benar adalah tidak bagus. Lalu pengucapan pada kata sukak merupakan bahasa yang tidak baku,
maka seharusnya pengucapannya dan penulisannya yang benar adalah suka. Pada pengucapan ngerti merupakan bahasa yang tidak
baku, maka bahasa baku yang benar adalah mengerti.
Pada pengucapan bapangkat itu
merupakan bahasa asing dan tidak baku yang artinya tuduhan atau sembarangan bicara. Pada pengucapan gak boleh kek gitu itu merupakan bahasa
yang tidak baku, maka seharusnya bahasa baku yang benar adalah tidak boleh begitu.
3. 3. Dampak negatif yang ditimbulkan yaitu anak
tidak mencerminkan mneggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Jika masih
anak-anak sudah tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar maka
akan sampai mereka dewasa akan terus terbiasa menggunakan bahasa yang tidak
baku. Lalu penyebab terbiasanya menggunakan bahasa yang tidak baku ini ialah
kurangnya pembelajaran mengenai bahasa baku yang baik dan benar di kalangan
sekumpulan anak-anak terhadap bahasa nasional. Hal ini dapat merusak generasi
penerus bangsa di masa depan. Jika generasi millennial dibiarkan menggunakan
bahasa yang tidak baku secara terus menerus, mereka akan lupa bahasa mana yang
baku dan yang tidak baku hanya akan membuat generasi tidak mau belajar akan
bahasa nasional.
4. 4. Jika seorang guru melihat aksi anak-anak
tersebut segera diberi teguran dan lebih memperhatikan gaya bahasa anak-anak
muridnya dan mengajarkan menggunakan bahasa yang sopan dan baku. Orang tua
memiliki peran yang sangat penting dalam membantu anak untuk membimbing dan
mengajarkan cara berbicara yang sopan dan mengajarkan tata bahasa yang baik dan
benar. Keberhasilan anak dalam pendidikan terutama perkembangan perilaku dan
bahasa anak saat berada di sekolah atau dirumah karena perilaku anak sangat
dipengaruhi oleh orang tua di lingkungan keluarga dan di lingkungan
teman-temannya. Maka oleh karena itu, guru dan orang tua perlu adanya kerja
sama dalam mengatasi sikap dan tata bahasa anak yang tidak sesuai dengan aturan
baik itu di lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah agar tidak terjadi
penyimpangan terhadap bahasa yang digunakan pada anak-anak tersebut.
Latihan keenam
MAKALAH
KESANTUNAN
BAHASA
Dosen
Pengampu
Lisa
Septia Dewi Br.Ginting.,S.Pd.,M.Pd
Disusun
Oleh :
Dilla
Dwi Kusnanda
(201214021)
PRODI
PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
MUSLIM NUSANTARA MEDAN
T.A
2020/2021
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatu
Puji syukur kehadirat
Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah yang
berjudul “Kesantunan Bahasa” dapat saya selesaikan meskipun masih jauh dari
kesempurnaan.
Selain itu, makalah ini
juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang Kesantunan Bahasa. Saya
mengucapkan terima kasih kepada Ibu Lisa Septia Dewi Br.Ginting.,S.Pd.,M.Pd
selaku dosen bidang studi/mata kuliah Ejaan Bahasa Indonesia yang telah memberikan tugas ini sehingga
dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang kami
tekuni.
Saya juga mengucapkan
terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian pengetahuannya
sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini. Saya menyadari, makalah yang
saya tulus ini masih jauh dari kata sempurna baik segi penyusunan, bahasa,
maupun penulisannya. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan saya
nantikan demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah berjudul
Kesantunan Bahasa ini bisa menambah wawasan bagi para pembaca dan bisa
bermanfaat untuk perkembangan dan peningkatan ilmu pengetahuan kita.
Wassalamu’alaikum
Warahmatullahi Wabarakatu
Medan,
20 November 2021
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian
Kesantunan Berbahasa
B. Teori-teori
Kesantunan Bahasa
C. Nilai-nilai
Pendukung Kesantunan Bahasa
D. Faktor-faktor
Penyebab munculnya bahasa yang tidak santun
E. Indikator Pemakaian
Bahasa Yang Santun
F. Karakter Dalam
Kesantunan Berbahasa
BAB III PENUTUP
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Kesantunan berbahasa dapat dimaknai sebagai usaha
seseorang untuk menjaga harga diri orang lain maupun dirinya sendiri. Brown dan
Levinson (dalam Markamah, 2013: 153) menyatakan bahwa kesantunan berbahasa
dimaknai sebagai usaha penutur untuk menjaga harga diri, atau wajah, pembicara
maupun pendengar. Penutur maupun mitra tutur yang memperhatikan kesantunan
dalam bertutur akan menimbulkan proses komunikasi yang baik. Penggunaan kata
maupun kalimat dalam bertutur sangat mempengaruhi tingkat kesantunan.
Begitu dekatnya kita kepada bahasa, terutama bahasa
Indonesia, sehingga tidak dirasa perlu untuk mendalami dan mempelajari bahasa
Indonesia secara lebih jauh. Akibatnya, sebagai pemakai bahasa, banyak orang
Indonesia belum terampil menggunakan bahasa. Hal tersebut merupakan suatu
kelemahan yang tidak disadari. Berbahasa Indonesia dengan santun adalah menggunakan
bahasa Indonesia dengan budi bahasa yang halus, nilai rasa yang baik, dan penuh
kesopanan, serta berusaha mengindari konflik antara pembicara dengan lawan
berbicaranya di dalam proses berkomunikasi.
Dalam makalah ini saya akan membahas tentang pentingnya
berbahasa santun bagaimana cara dalam memilih bahasa-bahasa yang santun.
Kemampuan berbahasa yang baik dan benar merupakan persyaratan mutlak untuk
melakukan kegiatan ilmiah sebab bahasa merupakan sarana komunikasi ilmiah yang
pokok. Tanpa penguasaan tata bahasa dan kosakata yang baik akan sukar bagi
seorang ilmuan untuk mengkomunikasikan gagasannya kepada pihak lain.
B.
Rumusan Masalah
1. Apa
pengertian kesantunan berbahasa?
2. Apa
saja teori-teori kesantunan bahasa?
3. Apa
nilai-nilai pendukung kesantunan berbahasa?
4. Apa-apa
saja faktor-faktor penyebab munculnya bahasa yang tidak santun?
5. Apa
saja indikator pemakaian bahasa yang santun?
6. Apa
saja karakter dalam kesantunan berbahasa?
7. Apakah
ciri-ciri kesantunan berbahasa?
C.
Tujuan Pembahasan
1. Menjelaskan
pengertian kesantunan berbahasa
2. Menjelaskan
teori-teori kesantunan berbahasa
3. Menjelaskan
nilai-nilai pendukung kesantunan berbahasa
4. Menjelaskan
faktor-faktor penyebab munculnya bahasa yang tidak santun
5. Menjelaskan
indikator pemakaian bahasa yang santun
6. Menjelaskan
karakter dalam kesantunan berbahasa
7. Menyebutkan
ciri kesantunan bahasa
D.
Manfaat Pembahasan
Manfaat pembuatan makalah ini adalah sebagai bahan
masukan bagi semua warga Indonesia yang masih menggunakan bahasa yang tidak
santun di didalam kehidupan sehari-hari, dan sebagai bahan rujukan untuk bahan
pengajaran di bidang pendidikan maupun di bidang penelitian-penelitian.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Kesantunan
Berbahasa
Kesantunan adalah kehalusan atau baik (budi bahasanya,
tingkah lakunya). Berbahasa adalah proses penyampaian informasi dalam
berkomunikasi. Kesantunan berbahasa adalah hal memperlihatkan kesadaran akan
martabat orang lain dalam berbahasa, baik saat menggunakan bahasa lisan maupun
bahasa baik.
Kesantunan adalah kehalusan dan baik (budi bahasanya,
tingkah lakunya). Kesantunan merupakan aturan perilaku yang ditetapkan dan
disepakati bersama oleh suatu masyarakat tertentu sehingga kesantunan sekaligus
menjadi persyarat yang disepakati oleh perilaku sosial. Oleh karena itu, kesantunan
ini biasa disebut tatakrama.
Kesantunan berbahasa adalah hal memperlihatkan kesadaran
akan martabat orang lain dalam berbahasa, baik saat menggunakan bahasa lisan
maupun bahasa tulis. Kesantunan juga dapat diartikan sebagai cara berbahasa
dengan tujuan mendekatkan jarak sosial antara penutur dengan tujuan mendekatkan
jarak sosial antara para penuturnya. Konsep kesantunan berkaitan dengan dua hal
yaitu pada bahasa dan perilaku sesorang.
Kesantunan didalam aspek bahasa dapat dilihat pada
pilihan kata, nada, intonasi, dan struktur kalimatnya. Pada tingkah laku,
kesantunan dapat dilihat pada ekspresi, sikap, dan gerak-gerik tubuh lainnya.
Egoisme, dan keinginan untuk menonjolkan diri sendiri harus dihindari dalam
kesantunan. Sesungguhnya, menghormati orang lain merupakan suatu bentuk
penghormatan diri sendiri.
Kesantunan berbahasa tercermin dalam tata cara
berkomunikasi lewat tanda verbal atau tata cara berbahasa. Ketika
berkomunikasi, kita tunduk pada norma-norma budaya, tidak hanya sekedar
menyampaikan ide yang kita pikirkan. Tata acara berbahasa harus sesuai
unsur-unsur budaya yang ada dalam masyarakat tempat hidup dan dipergunakannya
suatu bahasa dalam berkomunikasi. Apabila tata cara berbahasa seseorang tidak
sesuai dengan norma-norma budaya, maka ia akan mendapatkan nilai negatif,
misalnya dituduh sebagai seorang sombong, angkuh, tak acuh, egois, tidak
beradat, bahkan tidak berbudaya.
Tata cara berbahasa sangat penting diperhatikan para
peserta komunikasi (komunikator dan komunikan) demi kelancaran komunikasi. Oleh
karena itu, masalah tata cara berbahasa ini harus mendapatkan perhatian,
terutama dalam proses belajar mengajar bahasa. Dengan mengetahui tata cara
berbahasa diharapkan orang lebih bisa memahami pesan yang disampaikan dalam
komunikasi karena tata cara berbahasa bertujuan mengatur serangkaian hal.
B.
Teori-teori
Kesantunan Bahasa
a. Teori
Lakoff (1972)
Lakoff yang dianggap sebagai ibu teori kesantunan,
menghubungkan teorinya dengan teori kerjasama dari Grice. Selain keempat teori
yang telah disebutkan diatas, Lakoff juga menambahkan beberapa prinsip yang
diukur dengan parameter sosial. Dalam prinsip kesantunannya, menawarkan
tiga kaidah yang harus ditaati agar tuturan menjadi santun.7 Ketiga kaidah itu
adalah :
1.
Formalitas
Kaidah formalitas, dimaknai “jangan memaksa” atau “jangan
angkuh”. Akibat logis dari kaidah itu adalah bahwa tuturan yang memaksa dan
angkuhmerupakan tuturan yang tidak santun. Tuturan yang memaksa dan angkuh
seperti”Bodoh, percuma kau belajar,” dapat melahirkan reaksi frontal pada
kejiwaan anak, yang eksesnya melahirkan bentuk perilaku yang menjengkelkan.
Perilaku semacam itu, sering menjadi sebab terjadinya KDRT.
2.
Ketidaktegasan
Kaidah ketidaktegasan berisi saran bahwa penutur
hendaknya bertutur sedemikian rupa sehingga mitra tuturnya dapat
menentukan pilihan. Tuturan”Jika masih bersemangat dan ingin nilaimu baik,
rajin-rajinlah belajar,”sebenarnya merupakan tekanan dari si penutur (dalam
konteks itu orang tua)terhadap mitra tutur (anak). Namun, tekanan itu disampaikan
dengan santunkarena memberikan pilihan kepada anak, sehingga tidak tersinggung
dan bersikap menjengkelkan.
3.
Persamaan/Kesekawanan
Kaidah persamaan/kesekawanan, menyarankan kepada penutur
untuk bertindak seolah-olah mitra tuturnya itu sama, atau dengan
kata lain membuatmitra tutur merasa senang. Ujaran “Nilai rapormu lumayan baik,
sebaik semangat belajarmu,” selain sebenarnya mengkritik juga
mengajarkankesantunan kepada anak.
b.
Teori Gu (1990)
Prinsip kesopanan Yuego Gu berdasar pada nilai kesantunan
orang Cina yang mengaitkan kesantunan dengan norma-norma masyarakat yang
bermoral.Kesantunan dalam masyarakat Cina terikat pada sangsi yang akan
diberikan olehmasyarakat apabila kesantunan itu dilanggar dan bersifat
perspektif. Teori kesantunan ini menekankan pada pemenuhan harapan masyarakat
mengenaisikap hormat, kerendahan hati dan ketulusan. Sehingga perilaku individu
disesuaikan dengan harapan tersebut. Kesantunan yang dianut di negara Cina
hampir mirip dengan norma-norma sopan santun yang ada pada masyarakat
Indonesia. Masyarakat Indonesia juga masih menjunjung nilai kesantunan.
Terutama di daerah pedesaan dan dikota-kota kecil. Apabila ada seseorang yang
melanggar norma maka orangtersebut juga akan mendapat sanksi dari masyarakat.
Sanksi yang biasa diterapkan adalah digunjingkan atau dikucilkan oleh
masyarakat. Norma yang harus dipenuhi tidak hanya terbatas pada perilaku tetapi
juga pada tuturkata.Apabila ada seseorang tidak santun dalam penggunaan bahasa
maka orangtersebut akan dianggap tidak sopan dan akan dicap sebagai orang yang
kasar dan tidak baik. .Hal tersebut masih sangat terasa di kota-kota kecil dan
pinggiran. Karena orangtua dan lingkungan mengajari untuk menggunakan bahasa
yangsantun. Berbeda dengan lingkungan di kota besar yang masyarakatnya
cenderung tak acuh dan banyak orang tua yang kurang memperhatikan tingkah laku
anak-anaknya. Sehingga banyak anak dan remaja yang tidak mengetahui cara
berbahasa Indonesia yang santun.
c.
Teori Pranowo
Pranowo mengungkapkan teori mengenai tanda-tanda komunikasi
yang tidak santun. Karena komunikasi tidak santun sering kali terjadi meskipun
ada banyak cara agar dapat berbahasa dan berkomunikasi dengan santun.
9Tanda-tanda tersebut antara lain sebagai berikut:
1.
Penutur menyatakan kritik secara langsung
dan dengan kata-kata kasar. Dalam budaya Indonesia, terutama budaya jawa selalu
menekankan pada unggah-ungguh. Sehingga dalam bertutur kata dengan orang lain
harus diberi penjelasan terlebih dahulu baru kemudian mengungkapkan intinya.
Sehingga mitra tutur bisa mengerti dan tidak tersinggung apa yang dituturkan.
2.
Penutur didorong rasa emosi ketika
bertutur. Seringkali terjadi perselisihan dalam berkomunikasi yang menimbulkan
timbulnya emosi. Orang yangtidak dapat mengendalikan emosinya maka dapat
dipastikan pembicaraan akan berujung pada pertengkaran mulut. Jika demikian
maka tutur kata yangdikeluarkan oleh masing-masing penutur adalah tutur kata
yang tidak sopan dan cenderung kasar. Contoh paling umum yang terjadi
adalah padaorang tua dan anak yang memiliki perbedaan pendapat dan pada
pasangan.Untuk itu diperlukan pengendalian emosi yang baik supaya dapat
mengendalikan tutur kata yang akan diucapkan. Sehingga tidak saling menyakiti.
3.
enutur sengaja memojokkan mitra tutur
dalam bertuturu. Hal ini kadangterjadi jika seseorang ingin memenangkan
pendapatnya dan ingin dianggap benar mengenai pendapatnya tersebut.
C.
Nilai-nilai Pendukung
Kesantunan Bahasa
Dalam berkomunikasi dengan santun, ada beberapa
nilai-nilai etnis yang dapat diterima oleh seluruh atau sebagian besar
masyarakat etnis lain dan dapat diserap untuk menumbuh kembangkan kesantunan
berbahasa, yaitu:
a. Sikap
rendah hati
b. Sikap
empan papan (tahu situasi)
c. Sikap
menjaga perasaan
d. Sikap
mau berkorban
e. Sikap
mawas diri (intropeksi diri)
Dengan nilai-nilai inilah diharapkan tercipta hubungan
harmonis antar sesama.
D.
Faktor-faktor Penyebab
munculnya bahasa yang tidak santun
Pranowo (melalui Chaer, 2010: 69) menyatakan bahwa ada
beberapa faktor atau hal yang menyebabkan sebuah pertuturan itu menjadi tidak
santun. Penyebab ketidaksantunan itu antara lain :
1. Kritik
secara langsung dengan kata-kata kasar
Kritik
kepada lawan tutur secara langsung dan dengan menggunakan kata-kata kasar akan
menyebabkan sebuah pertuturan menjadi tidak santun atau jauh dari peringkat
kesantunan karena dapat menyinggung perasaan lawan tutur.
Contoh :
Pemerintah
memang tidak becus mengelola uang. Mereka bisanya hanya mengkorupsi uang rakyat
saja.
2. Dorongan
rasa emosi penutur
Kadang kala ketika bertutur dorongan rasa emosi
penutur begitu berlebihan sehingga ada kesan bahwa penutur marah kepada lawan
tuturnya.
Contoh :
Apa
buktinya kalau pendapat anda benar? Jelas-jelas jawaban anda tidak masuk akal.
3. Protektif
terhadap pendapat
Kita bertutur seorang penutur bersifat protektif
terhadap pendapatnya. Hal ini dilakukan agar tuturan lawan tutur tidak
dipercaya oleh pihak lain. Penutur ingin memperlihatkan pada orang lain bahwa
pendapatnya benar, sedangkan pendapat mitra tutur salah. Dengan tuturan seperti
itu akan dianggap tidak santun.
Contoh :
Silahkan
kalau tidak percaya. Sama akan terbukti kalau pendapat saya paling benar.
4. Sengaja
memojokkan mitra tutur
Chaer (2010: 72)
mengungkapkan bahwa adakalanya penuturan menjadi tidak santun karena penutur
dengan sengaja ingin memojokkan lawan tutur dan membuat lawan tutur tidak
berdaya.
Contoh:
Katanya
sekolah gratis, tetapi mengapa siswa masih diminta membayar iuran sekolah? Pada
akhirnya masih banyak anak-anak yang putus sekolah.
E.
Indikator Pemakaian
Bahasa Yang Santun
Secara teoretis, semua orang harus berbahasa secara
santun. Setiap orang wajib menjaga etika dalam berkomunikasi agar tujuan
berkomunikasi dapat tercapai. Bahasa merupakan alat untuk berkomunikasi dan
saat menggunakan bahasa juga harus memperhatikan kaidah-kaidah kesantunan agar
tujuan berkomunikasi dapat tercapai.
Kaidah berbahasa secara linguistic yang dimaksud antara
lain, digunakannya kaidah bunyi, bentuk kata, struktur kalimat, tata makna
secara benar agar komunikasi berjalan lancer. Setidaknya, jika berkomunikasi
secara tertib menggunakan kaidah linguistik, mitra tutur akan mudah memahami
informasi yang disampaikan oleh penutur.
Begitu juga dengan kaidah kesantunan. Meskipun secara
baku bahasa Indonesia belum memiliki kaidah kesantunan secara pasti, setidaknya
rambu-rambu untuk berkomunikasi secara santun sudah dapat diidentifikasi. Grice
(1978) mengidentifikasi bahwa berkomunikasi secara santun harus memperhatikan
prinsip kerja sama. Ketika berkomunikasi, seseorang penutur harus memperhatikan
prinsip kualitas. Artinya, jika seseorang menyampaikan informasi kepada orang
lain, informasi yang disampaikan harus didukung dengan data. Prinsip kuantitas,
maksudnya ketika seseorang berkomunikasi dengan orang lain yang dikomunikasikan
harus berkomunukasi dengan orang lain yang dikomunikasikan harus sesuai dengan
yang diperlukan, tidak lebih dan tidak kurang. Prinsip relevansi, artinya
ketika seseorang berkomunikasi yang dibicarakan harus relevan atau berkaitan dengan
yang sedang dibicarakan dengan mitra tutur. Prinsip cara, artinya ketika
seseorang berkomunikasi dengan orang lain disamping harus ada masalah yang
dibicarakan juga harus memperhatikan cara menyampaikan. Terkadang ketika
seseorang berkomunikasi, sebenarnya pokok masalah yang dibicarakan sangat bagus
dan menarik, namun jika cara menyampaikan justru menyinggung perasaan, terkesan
menggurui, kata-kata yang digunakan terasa kasar, atau cenderung melecehkan,
akhirnya tujuan komunikasi dapat tidak tercapai.
F.
Karakter Dalam Kesantunan
Berbahasa
Komunikasi
merupakan kegiatan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Komunikasi
tersebut berupa percakapan. Percakapan antara penutur dan mitra tutur membentuk
suatu kontruksi reaksi (partana). Kontruksi reaksi merupakan implikasi atau
dampak dari tuturan penutur. Partana menunjukkan bahwa dalam kontruksi reaksi
berjanji bahasa jawa tidak lepas dari prinsip kesantunan dan prinsip hormat.
Dua prinsip tersebut tampak pada percakapan yang menggunakan tingkat tutur dan
sikap sopan antara penutur dengan mitra tutur. Kondisi tersebut menunjukkan
dalam komunikasi sehari-hari (kegiatan berbahasa) tidak dapat dilepaskan dari
kesantunan.
Kesantunan berbahasa merupakan pilar pembentukan karakter
dalam pembelajaran berbahasa. Rohali (2011) mengatakan bahwa kesantunan
merupakan salah satu pilar karakter yang perlu tetap dilestarikan dan
diaplikasikan oleh bangsa Indonesia (Rohali). Dalam hal ini dapat dikatakan
bahwa kesantunan berbahasa merupakan upaya pendidikan karakter. Pala (2011)
mendefinisikan pendidikan karakter sebagai sebuah gerakan nasional yang
menumbuhkan etika dalam pembelajaran, memupuk rasa bertanggung jawab, dan
mendorong peduli dengan sesama dengan
mencontohkan dan mengajarkajjn karakter yang baik berdasarkan nilai yang
diterapkan dalam masyarakat (pala).
Karakter santun dapat diaplikasikan dalam pendidikan
melalui bahasa. Bahasa memegang peranan penting dalam menjaga keharmonisan
hidup dalam masyarakat dan negara. Karakter santun dapat diwujudkan dengan karakter
positif. Karakter positif dalam pembelajaran berbahasa meliputi pilihan kata
yang tepat dan penggunaan kalimat yang tepat, serta menghindarkan diri dari
sikap kontradiktif dalam berkomunikasi.
Kesantunan berbahasa sebagai salah satu wujud budaya dan
dapat mendorong pembentukan budaya dengan pembiasaan. Pembiasaan kesantunan
berbahasa dalam pembelajaran dicontohkan oleh guru. Guru mendorong peserta
didik untuk berkomunikasi santun dalam lingkup lingkungan sekolah maupun
bermasyarakat. Penggunaan kesantunan berbahasa dalam berkomunikasi memotivasi
penutur untuk bijaksana dan berpikir positif. Kondisi ini mendorong terciptanya
masyarakat bahasa yang kondusif.
G.
Ciri Kesantunan Berbahasa
Chaer (2010: 56-57) memberikan ciri kesantunan sebuah
tuturan sebagai berikut :
1. Semakin
panjang tuturan seseorang semakin besar pula keinginan orang itu untuk bersikap
santun kepada lawan tuturnya.
2. Tuturan
yang diutarakan secara tidak langsung, lebih santun dibandingkan denga tuturan
yang diutarakan secara langsung.
3. Memerintah
dengan kalimat berita atau kalimat Tanya dipandang lebih santun dibandingkan
dengan kalimat perintah (imperatif).
Dalam
sebuah tuturan juga diperlukan indikator-indikator untuk mengukur kesantunan
sebuah tuturan, khususnya diksi. Prabowo (2009: 104) memberikan arahan agar
tuturan dapat mencerminkan rasa santun, yakni sebagai berikut:
1. Gunakan
kata “tolong” untuk meminta bantuan pada orang lain.
2. Gunakan
kata “maaf” utuk tuturan yang diperkirakan akan menyinggung perasaan orang
lain.
3. Gunakan
kata “berkenan” untuk meminta kesediaan orang lain melakukan sesuatu.
4. Gunakan
kata “beliau” untuk menyebut orang ketiga yang dihormati.
5. Gunakan
kata “bapak/ibu” untuk menyapa orang ketiga.
Contoh bahasa yang tidak di sengaja oleh mahasiswa
yang sedang berkumpul sebagai berikut:
Mahasiswa (1) : “Eh sini dulu kau pauk!”
Mahasiswa (2) : “Apa sih!”
Mahasiswa (3) : “Ngomong apa sih kelen kok bising
kali!”
Mahasiswa (1) : “Suka-suka kamilah mau ngmong apa, kok
marah kau!”
Mahasiswa (2) : “Entah nih ikut campur aja”
Dari contoh penggalan diatas dapat dilihat sering sekali
mahasiswa menggunakan bahasa-bahasa yang tidak sopan. Adapun penggunaan bahasa
yang tidak sopam sebagai berikut : penggunaan bahasa pauk, kau, kok, bising
kali, suka-suka kamilah, entah nih.
Bahasa merupakan peranan penting dalam kehidupan dalam
kehidupan manusia. Manusia mempergunakan bahasa sebagai saran untuk
berkomunikasi. Berbahasa berkaitan dengan pemilihan jenis kata, lawan berbicara,
waktu dan tempat diperkuat dengan cara pengungkapan yang menggambarkan
nilai-nilai budaya masyarakat. Dewasa ini, masyarakat sedang mengalami
perubahan menuju era globalisasi. Setiap perubahan masyarakat melahirkan
konsekuensi-konsekuensi tertentu yang berkaitan dengan nilai dan moral,
termasuk pergeseran bahasa dari bahasa santun menuju kepada bahasa yang tidak
santun.
Melunturnya nilai-nilai kesantunan saat ini memang sudah nampak. Maraknya konflik dan kekerasan di masyarakat akhir- akhir ini dikarenakan oleh sikap saling menghujat, menjelek- jelekkan dan bahkan mencaci maki. Hal itu menjadi indikator bahwa sesungguhnya masyarakat telah kehilangan rasa kemuliaan dalam hidupnya. Di masa sekarang melalui berbagai tayangan televisi dapat dilihat bahwa masyarakat Indonesia memiliki kecenderungan untuk meninggalkan norma-norma kesantunan, salah satunya kesantunan berbahasa. Setiap orang bebas untuk berbicara tanpa batas. Saling mengejek, mengumpat, menghina dan bahkan mencaci maki dianggap sebagai perilaku berbahasa yang wajar. Akhirnya terjadi sebuah pelanggaran dalam berbahasa yang menunjukkan menipisnya nilai budaya di masyarakat. Hal ini terlihat dalam acara televisi, yakni acara show di Trans TV. Maka jika seorang artis lebih berhati-hati lagi dan lebih santun dalam bertutur. Seorang tokoh/artis harus lebih memiliki nilai kesantunan yang lebih tinggi. Seorang tokoh selalu memberikan pengaruh kepada masyarakat karena mereka selalu menjadi sorotan baik dari segi sikap, gaya, maupun bahasanya. Mereka dianggap sebagai kaum intelek dan terhormat. Bahasa mereka menjadi tauladan bagi masyarakat karena mereka bukan masyarakat biasa. Mereka adalah orang-orang terpilih. Tokoh-tokoh tersebut diharapkan mampu berkomunikasi dengan sopan dan santun terhadap orang lain. Mereka biasanya mampu menyampaikan ide dan gagasannya secara jelas dan baik. Selain itu mereka juga dituntut untuk mampu menanggapi masukan, kritikan dan memberi respon dengan baik. Oleh karena itu, kesantunan berbahasa bagi seorang tokoh adalah hal yang penting untuk dianalisis.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Kesantunan merupakan aturan perilaku yang ditetapkan dan
disepakati bersama oleh suatu masyarakat tertentu sehingga kesantunan sekaligus
menjadi prasyarat yang disepakati oleh perilaku sosial. Oleh karena itu,
kesantunan ini biasa disebut “tatakrama”. Kesantunan berbahasa tecermin dalam
tatacara berkomunikasi lewat tanda verbal atau tatacara berbahasa. Ketika
berkomunikasi, kita harus tunduk pada norma-norma budaya, tidak hanya sekedar
menyampaikan ide yang kita pikirkan. Tatacara berbahasa harus sesuai dengan
unsur-unsur budaya yang ada dalam masyarakat tempat hidup dan dipergunakannnya
suatu bahasa dalam berkomunikasi. Apabila tatacara berbahasa seseorang tidak
sesuai dengan norma-norma budaya, maka ia akan mendapatkan nilai negatif atau
bahkan dianggap tidak berbudaya. Oleh karena itu, dalam berbahasa harus
diperhatikan kaidah kesantunan. Meskipun secara baku bahasa Indonesia belum
memiliki kaidah kesantunan secara pasti, setidaknya rambu-rambu untuk
berkomunikasi secara santun sudah dapat diidentifikasi. Dalam berkomunikasi
dengan orang lain hendaknya mempunyai sopan santun, sehingga orang
yang berkomunikasi dengan kita akan terasa nyaman dan senang. Berbicara
santun tidak harus dengan menggunakan bahasa baku, karena belum tentu
menurut orang kita berbicara dengan santun. Banyak teori yang telah
menyebutkan mengenai cara-cara bertutur kata yang santun dengan orang lain.
Meskipun demikian, masih terdapat beberapa orang yang dengan sengaja
maupun tidak sengaja bertutur kata yang tidak sopan dan kasar terhadap
orang lain. Apalagi dengan gaya hidup yang ada saat ini. Ada pun teori dari
beberapa pakar yang menjelaskan tentang bagaimana berbicara dengan santun,
yang antara lain di kemukaan Lakoff, YueguoGu, Pranowo dan Grice. Teori yang
mereka kemukakan tidak menyebutkan bahwa berbicara yang santun harus
dengan bahasa baku, tetapi mereka menjelaskan kesantunan dalam berbicara
ini dengan aspek-aspek yang sesuai dengan kehidupan sehari-sehari sehingga
mudah untuk kita terapkan.
B.
SARAN
Dengan
adanya makalah ini, diharapkan agar para pembaca dapat menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dimana pun mereka berada. Dan lebih menerapkan untuk
berkomunikasi dengan penggunaan bahasa yang santun terhadap lawan bicara. Serta
mahasiswa dapat mempraktekkan, mengimplementasi atau melaksanakan bagaimana
berbicara dengan santun dan berpendidikan serta dapat melakukan berkomunikasi
dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA
Austin, J.L. 1978. How to Do Things with Words.
Cambridge:Harvards University Press.
Azis. E.A. 2008. Horison Baru Teori Kesantunan
Berbahasa: Membingkai yang Terserak, Menggugat yang Semu, Menuju Universalisme
yang Hakiki. Pidato Pengukuhan Guru Besar, Indonesia: Universitas Pendidikan
Indonesia
Brown, P. dan Levinson, S.C. 1987.
Politeness
some Universals inLanguage Usage. Cambridge: Cambridge University Press.
Grice, H.P. 1975. “Logic and Conversation” dalam Cole;
P&J.LMorgan. 1975.
Syntax
and Semantics Vol 3 : Speech Acts .
New York: Akademic Press.Leech, G. 1989.
Principle of Pragmatics. London : Longman.
Levinson, Stephen C. 1983. Pragmatics. Cambridge :
Cambridge University Press.
Nababan,
PWJ.1986. Sosiolinguistik: Suatu Pengantar. Jakarta: PT Gramedia.
Pranowo. 2009. Berbahasa secara Santun. Yogjakarta:
Pustaka Pelajar
Abdul Chaer, Kesantunan Berbahasa, Jakarta: Rineka
Cipta, 2010
I DewaPutu Wijana, Sosiolinguistik, Yogyakarta:
Pustaka Pelajar, 2010
George Yule, Pragmatik, Yogyakarta: Pustaka Pelajar,
2006
Kunjana Rahardi, Kode dan Alih Kode , Yogyakarta:
Pustaka Pelajar, 2001
Sumarsono, Pragmatik, Singaraja: Universitas
Pendidikan Ganesha, 2010
Sumarsono dan Paina Partana, Sosiolinguistik,
Yogyakarta: Sabda, 2002
Baryadi, Praptomo. 2005. “Teori Sopan Santun Berbahasa”dalam
Pranowo, dkk.(Eds.)Bahasa, Sastra, dan
Pengajarannya. Yogyakarta: Sanata Dharma University
Press.Kurniawan, Puguh. 2017. “Pemanfaatan
Media Sosial Instagram Sebagai Komunikasi Pemasaran Modern Pada Batik Burneh”
dalam Jurnal Kompetensi, Vol 11, No 2, Oktober.Hlm.217-22
Kushartanti. 2005. Pesona Bahasa Langkah Memahami
Sosiolinguistik.
Jakarta: Gramedia.
Pranowo. 2009. Kesantunan Berbahasa
Tokoh Masyarakat. Yogyakarta: Universitas Sanata
Dharma.
Pranowo. 2009. Berbahasa Secara Santun: Yogyakarta: Pustaka
Pelajar.
Rahardi, Kunjana. 2005. Pragmatik: Kesantunan
Imperatif Bahasa
Indonesia. Jakarta: Penerbit Erlangga Sudaryanto.
2015. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana
Kebudayaan Secara
Linguistis. Yogyakarta: Sanata Dharma University
Press.
Yuli Asih dan Margaretha Maria. 2010. “Perilaku
Prososial Ditinjau dari Empati dan Kematangan Emosi”
dalam Jurnal Psikologi Sunan Muria Kudus, Psikologi
Sunan Muria Ku Vol 1, No 1 halaman 33-42.
Abdurrahman, Asymuni, dkk., 2003. Pedoman Hidup Islami
Warga
Muhammadiyah.
Cetakan Ketiga. Yogyakarta: Suara Muhammadfiyah.
Crystal, David, 1994. An E ncyclopedic Dictionary of Language and
Language.
New York: Penguin Books
Holmes, Janet, 1995. An Introduction to
Sociolinguiatics. Sixth
Impression.
London and New York: Longman.
Hudson, R.A., 2001. Sociolinguistics. Fourth Edition.
Cambridge:
Cambridge
Univesrsity Press
S Mislikhah - Ar-Raniry, International Journal of
Islamic Studies, 2020 - jurnal.ar-raniry.ac.id
Latihan Ketujuh
Nama : Dilla Dwi Kusnanda
Npm : 201214021
Prodi : PBSI
1. Rincikan sejarah singkatt perkembangan
EYD ? jawab :
Sejarah ejaan Bahasa Indonesia diawali dengan dittettapkannya Ejaan van Ophuijsen.
Settelahnya, ada beberapa pembaruan ejaan yang diubah oleh pemerinttah, mulai dari
Ejaan Republik attau Ejaan Soewandi,
Ejaan Pembaharuan, Ejaan Melindo,
Ejaan Baru/Lembaga Bahasa dan Kasusasttraan
(LBK), Ejaan yang
Disempurnakan (EyD), hingga
Ejaan Bahasa Indonesia (EBI).
1.
Ejaan Van Ophuijsen (1901-1947)
Sejarah ejaan Bahasa Indonesia diawali
dengan dittettapkannya Ejaan van Ophuijsen pada 1901. Ejaan ini menggunakan huruf
Lattin dan sisttem ejaan Bahasa Belanda yang dicipttakan oleh Charles A. van Ophuijsen.
Ejaan van Ophuijsen berlaku sampai dengan ttahun 1947.
2.
Ejaan Republik/Ejaan Soewandi (1947-1956)
Ejaan Republik berlaku sejak ttanggal
17 Marett 1947.
Pemerinttah berkeinginan unttuk menyempurnakan Ejaan van
Ophuijsen. Adapun hal
ttersebutt dibicarakan dalam Kongres
Bahasa Indonesia I, pada
ttahun 1938 di
Solo. Kongres Bahasa Indonesia
I menghasilkan kettenttuan ejaan yang baru yang disebutt
Ejaan Republik/Ejaan Soewandi.
3.
Ejaan Pembaharuan (1956-1961)
Kongres Bahasa Indonesia
II digelar pada ttahun
1954 di Medan.
Kongres ini digagas
oleh Mentteri Mohammad Yamin. Dalam Kongres Bahasa Indonesia II ini, pesertta kongres
membicarakan ttenttang perubahan sisttem ejaan unttuk menyempurnakan ejaan Soewandi.
4.
Ejaan Melindo (1961-1967)
Ejaan ini dikenal pada akhir 1959 dalam
Perjanjian Persahabattan Indonesia dan Malaysia. Pembaruan ini dilakukan karena adanya beberapa kosakatta yang menyulittkan
penulisannya. Akan ttettapi, rencana peresmian ejaan bersama ttersebutt gagal karena
adanya konfronttasi Indonesia dengan Malaysia pada 1962.
5.
Ejaan Baru/Lembaga Bahasa dan Kesusasttraan
(LBK) (1967-1972)
Pada 1967, Lembaga Bahasa dan Kesusasttraan
yang sekarang bernama Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa mengeluarkan
Ejaan Baru. Pembaharuan
Ejaan ini merupakan
kelanjuttan dari Ejaan Melindo yang gagal diresmikan pada saatt ittu.
6.
Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD)
(1972-2015)
Ejaan ini diresmikan
pada ttanggal 17 Agusttus
1972 berdasarkan puttusan presiden No. 57 ttahun
1972 oleh presiden Republik Indonesia Suhartto, unttuk mengganttikan ejaan Republik
(ejaan Suwandi). Departtemen Pendidikan dan Kebudayaan
menyebarkan buku kecil
yang berjudul Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, sebagai pattokan
pemakaian ejaan ittu.
Panittia Pengembangan Bahasa Indonesia,
Departtemen Pendidikan dan Kebudayaan
yang dibenttuk oleh Mentteri Pendidikan dan
Kebudayaan dengan suratt keputtusannya ttanggal 12 Okttober 1972, No.
156/P/1972 menyusun buku Pedoman
Umum yang berisi
pemaparan kaidah ejaan yang lebih luas.
Pada ttahun 1988 Pedoman Umum Ejaan yang Disempurnakan (PUEYD) edisi kedua ditterbittkan berdasarkan Keputtusan Mentteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia Nomor 0543a/U/1987 pada ttanggal
9 Septtember 1987. Settelah
ittu, edisi kettiga
ditterbittkan pada ttahun 2009 berdasarkan Peratturan Mentteri Pendidikan Nasional
Nomor 46.
7. Ejaan Bahasa Indonesia (2015-sekarang)
Pemerinttah tterus mengupayakan
pembenahan tterhadap Ejaan Bahasa
Indonesia melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan
Bahasa Indonesia. Pasalnya, pemerinttah meyakini bahwa ejaan merupakan salah sattu aspek
pentting dalam pemakaian Bahasa Indonesia yang benar.
2. Fungsi Ejaan yang disempurnakan ?
Jawab : Adapun fungsi ejaan secara khusus
adalah sebagai berikutt:
·
Sebagai landasan pembakuan tata bahasa
· Sebagai landasan pembakuan kosa kata dan peristilahan
Sebagai alat penyaring dari masuknya unsur-unsur bahasa lain baik secara kosa katta maupun istilah ke dalam Bahasa Indonesia
3.Tujuan Ejaan yang disempurnakan?
Jawab:
Tujuan ditetapkan Ejaan yang disempurnakan adalah, Untuk menciptakan pengunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, Sebagai bentuk menghargai dan melestarikan bahasa pemersatu, agar tetap menjadi bahasa kebanggaan negara. Ejaan bahasa Indonesia perlu disempurnakan untuk memantapkan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara.
4.Apa yang harus diperhatikan dalam Ejaan yang disempurnakan?
Jawab:
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam EYD yaitu:
1.Penulisan huruf, termasuk huruf kapital dan huruf miring.
2.Penulisan kata.
3.Penulisan tandabaca, seperti tanda petik, tandakoma, tanda titik.
4.Penulisan singkatan dana kronim.
5.Penulisan angka dan lambang bilangan.
6.Penulisan unsur serapan.
7.Penulisan bentuk ulang.
5. Mengapa KBBI mengalami perubahan per 4 tahun sekali?
Jawab:
Karena dizaman sekarang ini banyak orang-orang menambahkan bahasa asing atau
bahasa modern
Terjadi disetiap tahun, maka KBBI harus membuat perubahan
atau memperbaharui terus menerus. Pusat Bahasa membentuk
sebuah tim yang bertugas
Menyusun sebuah kamus besar. KBBI edisi pertama ini memuat kurang lebih 62.100 lema.
KBBI menjadi acuan tertinggi bahasa Indonesia yang baku karena menjadi yang terlengkap
dan terakurat. KBBI edisi pertama dicetak ulang sekaligus mengalami empat kali revisi,
yaitu1988,1989,1990, dan1990. Karena banyaknya saran dan kritik dari berbagai pihak,
disusun dan direvisilah edisi pertama ini, sehingga terbit KBBI edisi kedua pada 1991 yang disusun dibawah pimpinan Hasan Alwi. Jumlah lema yang ada dalam
edisi ini sekitar
72.000. Edisi kedua ini juga mengalami cetak ulang dan tentu saja revisi, maka terjadilah
perubahan setiap tahunnya.
Blog nya bagus dan dapat memberi manfaat juga kepada pembacaš
BalasHapus