KUMPULAN SEMUA TUGAS

 -November 10, 2021


Tugas Pertama

1. Berikan tanggapan anda terhadap ambiguitas (Jurnalistik dan Jurnalisme)

2. Seorang jurnalis mengapa harus memiliki karakter jurnalistik?

3. Apa yang akan terjadi bila tidak ada jurnalis?

4. Berikan tanggapan positif dan negatif mengenai berita yang disampaikan tentang covid 19 dan kaitkan dengan 5 karakter jurnalistik

5. Berikan deskripsi jelas mengenai program acara berita di Metro Tv (kelebihan dan kekurangan).

Jawaban :

1. Pada hakekatnya, jurnalistik merupakan sifat dari kegiatan jurnalisme. Dengan kata lain, jurnalisme merupakan kata benda dan jurnalistik kata sifat. Jurnalisme itu sendiri merupakan paham, aliran, teknik, desain, atau gaya pelaporan peristiwa, ide, pemikiran, atau opini melalui media massa. Jurnalisme juga merupakan bidang disiplin dalam mengumpulkan, memastikan, melaporkan, dan menganalisis informasi yang dikumpulkan mengenai kejadian sekarang.

2. Karena seorang jurnalis/wartawan harus menulis sesuai fakta dan tidak boleh beropini, namun tulisan tersebut harus mengandung makna informatif, persuasif, dan yang bisa dipahami secara umum, singkat, jelas. Agar seorang wartawan menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk serta tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul. Maka penting sekali menerapkan karakter jurnalistik tersebut.

3. Jika tidak ada seorang wartawan di dunia, masyarakat tidak akan mendapatkan sumber berita yang jelas dan fakta. Dampaknya juga masyarakat akan kesulitan mendapatkan sebuah berita yang terkini dan secara rinci, tidak dapat membantu dalam hal pemenuhan kebutuhan informasi masyarakat. Maka daripada itu sangatlah penting sekali adanya seorang jurnalis/wartawan karena sangat terbantu sekali untuk mendapatkan informasi berkualitas dari segala penjuru negeri dengan syarat informasi yang disampaikan.

4. Mengenai covid 19 saat ini yang sudah menyebar ke penjuru dunia memberikan pembelajaran bagi semua orang. kita sudah mengetahui bahwa banyak dampak positif dan negatifnya, mengenai dampak positif dari wabah covid 19 ini memberikan pelajaran yang sangat banyak sekali, diantaranya itu adalah mengajarkan kita bagaimana harus pandai merawat diri dan menjaga kebersihan agar lingkungan tetap terjaga bersih dan juga lebih peduli dengan kesehatan. Tidak hanya itu saja, Bencana alam biasanya menyatukan orang dan memicu tindakan solidaritas di antara sesama. Sementara ancaman pandemi, bagaimana pun telah menyatukan seluruh umat manusia melawan ancaman nyata. Manusia saling membantu tanpa perlu melihat suku, ras, atau kepercayaan. Begitu juga dengan dampak negatif, Sudah kita ketahui semua bahwa dampak negatif dari wabah covid 19 ini menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. Banyak sekali orang yang terkena covid 19 dan berakhir dengan kematian, lalu angka kematian pun mulai bertambah setiap harinya. Tidak hanya itu, dari dampak covid ini angka pengangguran pun terus bertambah dikarenakan banyaknya pengurangan atau pemecatan tenaga kerja ditambah lagi saat sekarang ini sedang diadakannya PPKM, Masyarakat dari kalangan bawah menjadi sulit untuk mencari pekerjaan. Di dalam pendidikan juga terjadi penghambatan dikarenakan adanya sekolah daring tidak sekolah secara langsung, dan banyak juga anak-anak yang putus sekolah dikarenakan belajar melalui online, tidak semuanya masyarakat memiliki handphone yang canggih dan ada juga orang tuanya yang tidak sanggup membelikan anaknya handphone untuk sekolah daring maka dari situ lah terjadinya anak putus sekolah.

5. Menurut saya program acara berita Metro Tv ini sangatlah bagus karena dapat menyajikan berita-berita yang akurat dan terkini, mulai dari berita politik, kriminal, dan lainnya. Disamping itu terdapat juga kelebihan dari acara ini yaitu menyiarkan berita yang terkini dan langsung datang ke lokasi yang sedang terjadi. Tidak hanya itu saja acara program Metro Tv juga menayangkan acara debat antara pejabat tentang politik. Lalu, Metro Tv juga menyajikan acara talk show yang dengan tema yang beragam, dan juga sering menampilkan narasumber yang karya dan kisahnya akan menjadi inspirasi untuk semua orang. Sedangkan kekurangan nya yaitu pada saat itu ada sebuah kontroversi dari pembawa acara metro tv.


Tugas Kedua

1. Berikan tanggapan kamu terhadap kinerja wartawan di Indonesia?

2. Tanggapan kamu akan materi jurnalistik ini, apa manfaat kamu mengetahui dunia wartawan (sebagai guru nantinya)

3. Berikan alasan (penting atau tidak penting) materi ini kamu pelajari sebagai (mahasiswa, sebagai guru nantinya, dan sebagai anggota masyarakat sipil).

Jawaban 

1. Menurut saya, kinerja wartawan di Indonesia ini sudah dapat dikatakan sangat bagus, karena dapat menampilkan berita-berita yang akurat dan mampu mendatangkan seorang narasumber. Lalu Persiapannya juga sudah cukup matang dari segi peralatan mental dan fisik. Wartawan tersebut dapat menentukan informasi mana atau peristiwa apa yang layak dibuat berita wartawan pertama-tama akan melihat apakah informasi atau peristiwa tersebut mempunyai nilai berita. Tetapi ada juga sebagian wartawan di Indonesia membuat berita yang bisa dikatakan mengada-ada, seperti memberitakan seorang artis lalu ia membuat beritanya dilebih-lebihkan agar masyarakat tertarik dengan berita yang diambilnya.

2. Manfaat nya juga banyak yaitu meningkatkan kemampuan menulis, mengasah kemampuan berbicara dan mewawancarai seseorang, melatih kepercayaan diri dan masih banyak lagi. Jadi, guru juga harus dibekali ilmu jurnalistik agar nantinya kita dapat menyaring informasi dari berbagai media dengan lebih cermat, agar nantinya kita sebagai guru kita dapat memberikan informasi yang benar kepada murid, dan ilmu jurnalistik yang sudah kita pelajari dapat diajarkan kepada murid-murid nantinya. Lalu agar kita sebagai calon pendidik agar tidak menjadi orang ang kudet (kurang update) dalam informasi. Karen informasi sangat dibutuhkan untuk pendidik jangan sampai murid-murid kita mengetahui lebih dulu dari pada kita. Karena seorang wartawan kan harus memiliki rasa ingin tahu dan mencari tahu informasi maka kita sebagai calon pendidik haruslah menumbuhkan rasa ingin tahu.

3. Menurut saya, sangat penting mempelajari ilmu jurnalistik bagi mahasiswa hal ini dikarenakan jurnalisme bisa menjadi pendukung dalam setiap mata perkuliahan, karena mengajarkan tentang sikap independen, berlaku netral, selalu akurat dan perilaku nya benar. Lalu kita juga dapat melatih kepercayaan diri kita disaat kita melakukan speak up didepan umum, lalu juga kita tahu bagaimana cara menulis sebuah artikel . Dan dapat mencari informasi yang akurat bukan sekedar hoax.



Tugas Ketiga

         Tikam Kakak Ipar Puluhan Kali, Pria di NTB Terancam Hukuman Mati

Mataram - Tersangka pelaku pembunuhan seorang perempuan yang merupakan kakak iparnya sendiri di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), HN (45), terancam hukuman mati. Polisi menyebut tersangka menikam korban FH (44) sebanyak 23 tusukan hanya karena marah dan dendam akibat ditegur korban. "Atas perbuatan yang dilakukan tersangka, ia akan dijerat Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara selama-lamanya seumur hidup," ungkap Kapolresta Mataram Kombes Hery Wahyudi dalam keterangannya Kamis (29/9/2021). Berikut bunyi Pasal 340 KUHP: Barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun. Barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun. Sedangkan bunyi Pasal 338 KUHP; Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.

Korban Ditikam 23 Kali Hery mengatakan pelaku dan korban memiliki hubungan kakak dan adik ipar. Mereka juga tetangga yang rumahnya berhadapan, tepatnya Kelurahan Pagesangan Barat, Kota Mataram. Awalnya, korban menegur tersangka yang tak pernah mau membersihkan halaman rumahnya yang terlihat kotor. Tersangka tak terima teguran tersebut kemudian naik pitam, keduanya pun terlibat cekcok hingga adu mulut. "Tersangka merasa tersinggung atas teguran korban, untuk membersihkan halaman depan rumah tersangka yang selalu terlihat kotor," tuturnya. Tersangka, yang diketahui pendiam, tertutup, dan jarang bergaul serta belum pernah menikah, rupanya dendam atas teguran korban. Dia telah berniat membunuh korban. Pada Selasa (21/9) dini hari, tersangka kemudian melancarkan aksinya, yakni menyusup ke dalam rumah korban dengan cara melompati pagar dan masuk melalui lantai 2.

Korban, yang saat itu sedang tertidur dengan suaminya di ruang tamu, langsung dihujani tusukan senjata tajam pada sekujur tubuhnya oleh tersangka hingga tewas. "Tersangka menghunjamkan (senjata tajam) 23 tusukan, yakni, 3 tusukan di tangan kanan, 3 tusukan di tangan kiri, 8 tusukan di dada dan ketiak, 3 tusukan di perut, 2 tusukan di ulu hati, 2 luka tusuk di paha kiri sisi luar, 1 luka tusuk di bokong kiri, dan 1 luka tusuk di atas kemaluan," ungkap Hery. Suami korban yang saat itu sedang tidur bersama tak luput dari sabetan senjata tajam tersangka meski sempat melawan dan menangkis aksi tersangka. Suami korban mendapat dua tusukan di tubuhnya. Beruntung, dia selamat dan nyawanya tertolong setelah teriakannya didengar oleh warga sekitar. "Saat itu, suami korban sigap bangun dan melakukan perlawanan namun dia mendapat dua tikaman di punggung dari tersangka," tutur Hery.

Menganalisis karakteristik bahasa jurnalistik yang terdapat pada berita ” Tikam Kakak Ipar Puluhan Kali, Pria di NTB Terancam Hukuman Mati”.

Dalam berita tersebut bahasa yang digunakan sederhana masih bisa dipahami dan mudah dimengerti oleh masyarakat, dan menggunakan bahasa yang baku sehingga para pembaca mudah membacanya. Kemudian beritanya tidak terlalu banyak dan terdiri dari 3 paragraf. Dan langsung ke pada pokok masalah. Namun, didalam beritanya sudah cukup jelas dan rinci juga tidak bertele-tele. Jadi pembaca tidak akan malas untuk membaca berita tersebut. Berita diatas sudah cukup padat dan jelas banyak memuat informasi kejadian yang diberikan. Dituliskan diberita tersebut bagaimana kronologi itu terjadi dan kapan peristiwa dan dimana peristiwa itu terjadi lalu dituliskan juga pasal-pasal hukuman ancaman penjara. Pada berita tersebut penulisan kata-katanya juga mudah dicerna dan ditangkap. Seperti kronologinya, kapan kejadiannya. Berita tersebut judul artikelnya cukup menarik karena disana dijelaskan bagaimana peristiwa tersebut terjadi, kapan kejadiannya lalu bagaimana kronologi kejadian tersebut dan berapa kali pelaku tersebut menikam korban, maka dapat memicu selera pembaca untuk membaca berita tersebut dan rasa ingin tahu apa yang terjadi. Penulisan berita tersebut hanya menggunakan bahasa yang baku tidak ada unsur istilah bahasa asing dan mengikuti kaidah tata bahasa baku sehingga para pembaca akan mudah untuk membacanya karena penggunaan bahasanya masih akrab didengar oleh masyarakat. 

 

DPR Minta Nadiem Segera Umumkan Hasil PPPK Guru 2021

Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PKB, Syaiful Huda meminta Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim segera mengumumkan hasil seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru 2021. Syaiful mengatakan hasil seleksi harus segera diumumkan jika skema penilaian afirmasi PPPK guru sudah ditambahkan dalam mekanisme penilaian yang baru. "Prinsipnya kami meminta setelah menambahkan nilai afirmasi PPPK guru, langsung diumumkan. Semakin cepat diumumkan oleh Mendikbudristek semakin baik," kata Syaiful saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (30/9).

Dia juga mengatakan, Komisi X DPR sudah berkoordinasi dengan Kemendikbudristek dan Panselnas mengenai kekhawatiran forum guru soal penundaan hasil seleksi PPPK. Pasalnya, beberapa guru di daerah khawatir namanya bakal tercoret dari daftar seleksi PPPK guru 2021 akibat ada penambahan nilai afirmasi bagi tenaga honorer K2 dan honorer berdasarkan lama mengajar. Terkait ini, Syaiful meminta Kemendikbudristek untuk tidak menggugurkan nama-nama peserta tes PPPK guru yang sudah lolos hanya karena penambahan nilai afirmasi pada honorer lainnya. "Guru honorer yang sudah lolos passing grade kemarin, pasti sudah aman menurut data. Kami sudah berkoordinasi dengan Kemendikbudristek, pasti tidak akan mengganggu [penilaian]," kata dia.

Sebelumnya Mendikbudristek Nadiem Makarim memutuskan penundaan pengumuman hasil seleksi PPPK guru 2021 sampai batas waktu yang belum ditentukan. Pihaknya mengaku masih membutuhkan waktu kembali menilai hasil tes tersebut sambil menimbang desakan forum guru. Tes PPPK guru 2021 disebut tidak berkeadilan karena besaran nilai afirmasi bagi peserta honorer K2 yang terlalu kecil, nilai afirmasi berdasarkan usia juga dinilai rendah. Hasil tes sesuai jadwal diumumkan pada 24 September, dengan penundaan ini maka terhitung sudah 6 hari para peserta seleksi PPPK guru 2021 menunggu status kelulusannya.

Menganalisis karakteristik bahasa jurnalistik yang terdapat pada berita ”DPR Minta Nadiem Segera Umumkan Hasil PPPK Guru 2021”.

  Bahasa yang digunakan masih sederhana didalamnya menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat tetapi terdapat juga sedikit kata yang kurang dimengerti contohnya seperti kata yang disingkat. Pada berita diatas cukup singkat karena hanya terdiri dari 3 paragraf, namun sudah menuai banyak informasi didalam berita tersebut, menggunakan kata-kata yang tidak berlebihan, sehingga para pembaca tidak malas untuk membaca artikel berita tersebut. Penulisan berita tersebut sudah padat dan jelas dan memudahkan para pembaca karena didalamnya juga terdapat informasi kapan hasil seleksi PPPK akan dikeluarkan. Berita tersebut sudah cukup jelas dengan menggunakan bahasa yang mudah dicerna oleh masyarakat, dan juga didalamnya terdapat informasi tanggal kapan hasil seleksi PPPK akan diumumkan oleh Mendikbudristek. Judul berita ini cukup menarik mampu memicu minat untuk dibaca karena beritanya sangat ditunggu oleh para guru-guru yang sedang mengikuti PPPK, dan berita tersebut juga ditulis dengan menggunakan bahasa yang baku dan tidak bertele-tele juga. Sehingga para pembaca tidak bosan untuk membacanya. Penulisan berita tersebut menggunakan kata, istilah bahasa yang baku dan mudah ditangkap dan sering didengar oleh masyarakat, jadi tidak ada penulisan istilah kata yang asing.


Tugas Keempat

MARI BELAJAR JURNALISTIK
Oktober 15, 2021
  

                                              JURNALISTIK


Jurnalistik itu apa sih?

    
    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), jurnalistik adalah menyangkut kewartawanan dan persurat kabaran; seni kejuruan yang bersangkutan dengan pemberitaan dan persuratkabaran. Jurnalistik adalah kata serapan dari "journalistic" atau " journalism' (bahasa Inggris) yang artinya kewartawanan. Kata dasar jurnalistik adalah jurnal"(journal), artinya laporan atau catatan, atau "jour" (bahasa Prancis) yang berarti "hari" (day) atau "catatan harian" (diary). 
    Jurnalistik adalah proses, teknik dan ilmu pengumpulan, penulisan, penyuntingan dan publikasi berita. Jadi Secara Etiomologis (asal Usul Kata/istilah kata), jurnalistik adalah laporan tentang peristiwa sehari-hari yang saat ini kita kenal dengan istilah “berita” (news). Sedangkan secara singkat/sederhana adalah kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan atau pelaporan setiap hari. Sedangkan menurut Kamus, Pengertian jurnalistik adalah kegiatan untuk menyiapkan, mengedit, dan menulis untuk surat kabar, majalah, atau berkala lainnya. 
    Jurnalistik adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Jika setiap hari kita membaca, ,mendengar, atau menonton program berita, maka sadar atau tidak sadar kita terlibat dalam dunia jurnalistik, minimal sebagai objek atau sasaran dari para jurnalis. Di era media sosial atau pengguna internet aktif (warga internet, netizen) juga melakukan aktivitas jurnalistik dalam pengertian teknis, yakni meliput dan menyebarluaskan informasi terbaru.

TUJUAN JURNALISTIK


    Berikut ini terdapat beberapa tujuan jurnalistik, terdiri atas:
Jurnalisme berfungsi memberikan informasi kepada masyarakat, agar warga dapat mengatur diri sendiri. Media massa sangat membantu kita dengan cara menyuguhkan berita-berita yang terjadi di lingkungan, sehingga masyarakat dapat mengenali permasalahan di sekelilingnya yang mungkin saja terlewat dari keseharian atau tidak disadari. Dengan adanya pemberitaan tersebut kebenaran berita menjadi dasar dari tindakan-tindakan yang diambil oleh masayarakat.
Jurnalisme berfungsi untuk membangun masyarakat. Berita yang menyuarakan kondisi kelompok-kelompok masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan dan terlupakan dapat mendorong kelompok-kelompok masyarakat yang lain untuk membantu keluar dari permasalahan yang dialami. Dalam skala yang lebih besar dapat mendorong negara untuk membuat kebijakan yang pro rakyat.
Jurnalisme berfungsi untuk memenuhi hak-hak warga negara. Hak-hak ini bisa berarti mendapatkan informasi yang benar dan akurat. Media massa adalah alat yang efektif untuk menyuarakan hak rakyat. Baik melalui berita yang ditulis oleh wartawan, maupun melalui opini dan surat pembaca yang ditulis dalam media massa.
Terkait dengan fungsi jurnalisme untuk menyuarakan hak-hak warga, jurnalisme juga dapat dijadikan tolak ukur demokrasi sebuah masyarakat. Semakin demokratis sebuah masyarakat, maka semakin kuat pula posisi media massa. Begitu pula sebaliknya. Dalam masyarakat yang demokratis, masayarakat bebas menyuarakan pendapatnya dan menuntut hak-haknya melalui media massa. Hal ini tentu tak akan terjadi dalam masyarakat yang dipimpin oleh penguasa otoriter. 

MENGAPA PERLU BELAJAR JURNALISTIK?

    Belajar jurnalistik itu penting. Tentu bukan untuk jadi wartawan. Apalagi mau jadi pemimpin redaksi. Tapi belajar jurnalistik, sungguh untuk tahu caranya berpihak pada kebenaran. Karena jurnalistik yang hingga hari ini masih berani mengajarkan tentang sikap independen, berlaku netral, selalu akurat, niat jujur, dan perilakunya benar. Karena bisa jadi, hari ini susah mencari sosok atau dunia kehidupan seperti 5 prinsip jurnalistik itu.
  Jurnalistik adalah ilmu wajib yang harus dipelajari mahasiswa, bahkan jika memungkinkan setiap warga negara diharuskan untuk memahami jurnalistik sebagai bagian dari kehidupan mereka. Ada dua alasan yang mendasari mengapa jurnalistik penting untuk dipelajari. 
   Jurnalistik mempengaruhi kita dalam melihat sebuah pemberitaan. Jurnalistik dapat mengkonstruksi atau membentuk realitas yang sebenarnya. Sesuatu yang salah dapat dipandang benar ketika dibentuk sebagi kebenaran oleh media, dan sebaliknya. Perkembangan jaman yang begitu pesat, pertumbuhan teknologi yang cepat, diperkirakan akan mematikan keberadaan jurnalistik.  Kemajuan teknologi, berimbas pada pertumbuhan media baru, etik dan aturan jurnalistik yang sudah lama digunakan dan ditaati lambat laun menjadi tergerus dan terhilangkan. Oleh karena pertumbuhan media baru harus diiringi dengan penguatan jurnalistik yang ada. Sebab jika tidak, yang ada adalah kebohongan dan adu domba. Karena jurnalistik memiliki peranan penting dalam membentuk tatanan masyarakat yang ideal, maka mempelajari jurnalistik mutlak harus dilakukan oleh setiap orang.  jurnalistik berfungsi sebagai filter untuk memilah berita baik dan buruk, sehingga pengguna tidak sampai salah dalam mengkonsumsi sebuah berita.


SEBAGAI GURU HARUSKAH MEMPELAJARI JURNALISTIK?

     Pastinya dong, Karena seorang guru harus dibekali ilmu jurnalistik agar nantinya kita dapat menyaring informasi dari berbagai media dengan lebih cermat, agar nantinya sebagai guru kita dapat memberikan informasi yang benar kepada para murid, dan ilmu jurnalistik yang sudah kita pelajari dapat diajarkan kepada murid-murid kita semua. Jadi, kita sebagai calon pendidik agar tidak kurang update tentang informasi. Karena informasi sangat diperlukan untuk pendidik di era globalisasi, jangan sampai murid-murid kita nantinya lebih mengerti informasi dari kita. Lalu kita sebagai calon pendidik tidak mudah terpengaruh oleh informasi-informasi yang tidak benar yang sifatnya mempengaruhi/memprovokasi pihat tertentu dan instansi tertentu. 
    Semakin berkembang pesatnya kemajuan IPTEK seperti sekarang seorang guru bukan hanya berperan sebagai pengajar tetapi juga sebagai sumber informasi yang dapat dianut atau dipercaya oleh murid, pembenah atau penuntun agar murid dapat menyaring informasi dan menggunakan media informasi dengan benar karena guru bukan lagi sebagai informan tunggal. 


Assalamualaikum Wr.Wb

Perkenalkan saya Dilla Dwi Kusnanda, saya mahasiswa UMN Al-Washliyah Medan. 

Ini adalah blog pertama saya. Tujuan saya membuat blog ini adalah tidak lain untuk memposting pengalaman-pengalaman baru saya khususnya di bidang mata kuliah jurnalistik. Semoga bisa menambah pengetahuan anda semua. 

"Selamat membaca"


Tugas Kelima

1. Berikan contoh nyata dari peran jurnalistik kepada masyarakat!

Jawab: Peran jurnalistik yaitu pemberi informasi, karena peran utama jurnalistik adalah pemberi informasi. Berbagai karya jurnalistik yang disajikan seperti berita, reportase, atau lainnya. Maka dari peran pemberi informasi tersebut dapat kita ambil contoh pemberi informasi mengenai Covid-19.

Akhir tahun 2019, penduduk diseluruh Dunia mengetahui berita mengenai virus berbahaya yang disebut dengan virus corona atau Covid-19. Berita tersebut menimbulkan keresahan pada masyarakat, karena banyak sekali berita di televisi maupun media sosial menyampaikan berita mengenai virus corona tersebut. Jurnalisme inilah yang diperlukan bangsa sebagai penunjuk jalan bagi penyelesaian persoalan-persoalan genting bangsa ini. Masyarakat membutuhkan informasi yang fakta dan terpercaya untuk mengetahui fenomena Covid-19 dan berbagai dampaknya. Dengan demikian, masyarakat semakin memahami cara-cara melindungi diri, keluarga, dan lingkungan sekitar secara tepat. karena para jurnalisme akan mencari informasi dan menyampaikan tentang keadaan covid-19 setiap harinya, dan memberitahu kepada masyarakat sudah berapa orang yang meninggal karena covid-19, sudah berapa orang yang sudah terpapar covid dan juga menyampaikan informasi bahwa pentingnya menjaga protokol kesehatan dan juga menghindari kerumunan orang banyak.

2. Saat ini pemberitaan mengenai virus Corona setiap hari ada pemberitaan di media cetak ataupun media elektronik. Jumlah penderita yang terpapar virus Corona setiap hari selalu ada penderita yang baru yang terinfeksi virus corona. Peran jurnalistik sebagai kontrol sosial apakah untuk permasalahan ini berperan atau tidak berikan alasan dari pilihan jawaban anda!

Jawab: Pada permasalahan ini peran jurnalistik sebagai alat kontrol sosial sangatlah berperan, yaitu dengan cara menyampaikan gagasan atau pendapat yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat luas. Karena dapat menyajikan dan menyampaikan berita kepada masyarakat luas.

peran jurnalistik sangat dibutuhkan oleh masyarakat karena dapat memberikan informasi terkait virus Corona ini, maka sangat berpengaruh sekali bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi tentang covid ini setiap harinya. Agar masyarakat dapat mengetahui cara bertahan hidup, melindungi diri dan keluarga dan juga selalu mematuhi protokol kesehatan agar tidak sampai terkena covid-19 ini. Jurnalisme ini berperan sekali karena memberikan up date data  yang faktual dan valid terbaru perkembangan Covid-19. Agar tidak terjadi informasi yang salah atau berita bohong soal covid-19 yang menyebar luas melalui media sosial dan aplikasi percakapan yang tidak bertanggung jawab. 




Tugas Keenam

Carilah contoh dari masing-masing produk jurnalistik cetak di bawah ini:

Ƙ  Berita

Ƙ  Artikel

Ƙ  Feature

Ƙ  Foto

Ƙ  Tajuk rencana

Ƙ  Kolom

Ƙ  Pojok

Ƙ  Karikatur

Ƙ  Surat Pembaca

Ƙ  Resensi

 

Susunlah dalam format Doc sesuai dengan urutan yang di atas, setelah itu pilihlah salah satu produk jurnalistik yang anda sukai dan anda tidak sukai sertakan alasan anda!

 

  • Ƙ  Berita

Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Sepeda Motor

yang Aksinya Terekam Kamera CCTV

 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Polsek Percut Seituan mengamankan 2 tersangka kasus pencurian sepeda motor yang terjadi di Jalan Perhubungan Lau Dendang Kecamatan Percut Seituan Kabupaten Deliserdang.

Adapun kedua tersangka yakni, FA (20) warga Jalan Kamboja Desa Lau Dendang yang bertugas mengambil sepeda motor milik korban, Putri Dea. Sedangkan satu lagi, PS (46) menjadi penadah hasil curian Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan, Iptu Doni Pance Simatupang mengatakan kejadian tersebut sempat terekam kamera CCTV dan viral di media sosial pada Jumat (29/10/2021). "Pada saat itu korban sedang bersama rekannya sedang makan di sebuah kafe di Jalan Lau Dendang, namun, ketika hendak keluar, sepeda motornya sudah tidak berada di halaman parkiran," ujarnya, Minggu (30/10/2021). Korban pun kemudian melaporkan hal tersebut ke Polsek Percut Seituan.

Petugas kepolisian langsung bergerak ke lokasi untuk menangkap pelaku. Petugas kemudian mendapat informasi bahwa tersangka FA sedang berada di rumahnya. Petugas langsung bergerak ke lokasi dan langsung menangkap FA. Menurut pengakuan FA, dirinya sudah menjual sepeda motor kepada PS. Ia pun mengaku bahwa dalam melancarkan aksi tersebut bersama rekannya yakni Ucok Bernard. "Saat ini Ucok sedang kami buru, dan para tersangka dikenakan passal 380 dan 340 KUHPidana," tandasnya.

  • Ƙ  Artikel

Lengkapi Kebutuhan Vitamin C Setiap Hari

            Vitamin C merupakan sebuah vitamin yang setiap hari dibutuhkan oleh tubuh demi menjaga kebugaran. Seseorang akan gampang terserang penyakit jika kekebalan tubuhnya rendah. Dengan rajin mengkonsumsi vitamin C seseorang akan mempunyai kekebalan tubuh yang kuat sehingga jarang sakit. Vitamin C dapat ditemukan di buah jeruk, tomat, apel, stroberi dan sebagainya. Kekruangan vitamin C dapat menyebabkan radang tenggorokan, sariawan, bibir pecah-pecah hingga flu. Jadi jaga kesehatan dengan konsumsi vitamin C setiap hari.

 

  • Ƙ  Feature

Kota Tua Jakarta Sebagai Cagar Budaya Zaman Belanda

                Kota Tua Jakarta terletak di Kelurahan Pinangsia Kecamatan Tamansari Kotamadya Jakarta Barat. Saat ini, kawasan Kota Tua berada di dua wilayah kotamadya, yaitu Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Kota Tua sebagai cikal bakal Jakarta, tentunya menyimpan banyak cerita di balik megahnya bangunan (tua) cagar budaya peninggalan masa lalu dari zaman kolonial Belanda.
            Kota Tua Jakarta, daerahnya berbatasan sebelah utara dengan Pasar Ikan, Pelabuhan Sunda Kalapa dan Laut Jawa, sebelah Selatan berbatasan dengan jalan Jembatan Batu dan jalan Asemka, sebelah Barat berbatasan dengan Kali Krukut dan sebelah Timur berbatasan dengan KaliCiliwung.
            Kota Tua Jakarta di masa lalu merupakan kota rebutan yang menjadi simbol kejayaan bagi siapa saja yang mampu menguasainya. Tak heran jika mulai dari Kerajaan Tarumanegara, Kerajaan Sunda–Pajajaran, Kesultanan Banten –Jayakarta, Verenigde Oost-indische Compagnie (VOC), Pemerintah Jepang, hingga kini Republik Indonesia melalui Pemerintah DKI Jakarta, terus berupaya mempertahankannya menjadi kota nomor satu di negara ini.

            Pada 1526, Fatahillah, dikirim oleh Kesultanan Demak, menyerang pelabuhan Sunda Kelapa di kerajaan Hindu Pajajaran, kemudian dinamai Jayakarta. Kota ini hanya seluas 15 hektare dan memiliki tata kota pelabuhan tradisional Jawa. Tahun 1619, VOC menghancurkan Jayakarta di bawah komando Jan Pieterszoon Coen. Satu tahun kemudian, VOC membangun kota baru bernama Batavia untuk menghormati Batavieren, leluhur bangsa Belanda Kota ini terpusat di sekitar tepi timur Sungai Ciliwung, saat ini lapangan Fatahillah.

            Penduduk Batavia disebut “Batavianen”, kemudian dikenal sebagai suku Betawi, terdiri dari etnis kreol yang merupakan keturunan dari berbagai etnis yang menghuni Batavia. Pada 1635, kota ini meluas hingga tepi barat Sungai Ciliwung, di reruntuhan bekas Jayakarta. Kota ini dirancang dengan gaya Belanda Eropa lengkap dengan benteng (Kasteel Batavia), dinding kota, dan kanal. Kota ini diatur dalam beberapa blok yang dipisahkan oleh kanal. Kota Batavia selesai dibangun tahun 1650. Batavia kemudian menjadi kantor pusat VOC di Hindia Timur. Kanal-kanal diisi karena munculnya wabah tropis di dalam dinding kota karena sanitasi buruk. Kota ini mulai meluas ke selatan setelah epidemi tahun 1835 dan 1870 mendorong banyak orang keluar dari kota sempit itu menuju wilayah Weltevreden (sekarang daerah di sekitar Lapangan Merdeka). Batavia kemudian menjadi pusat administratif Hindia Timur Belanda. Tahun 1942, selama pendudukan Jepang, Batavia berganti nama menjadi Jakarta dan masih berperan sebagai ibu kota Indonesia hingga sekarang. Pada 1972, Gubernur Jakarta, Ali Sadikin, mengeluarkan dekrit yang resmi menjadikan Kota Tua sebagai situs warisan. Keputusan gubernur ini ditujukan untuk melindungi sejarah arsitektur kota atau setidaknya bangunan yang masih tersisa di sana.

  • Ƙ  Foto

 




Ƙ  Tajuk Rencana

Korupsi Masih Beredar

            Di negara kita ini kasus korupsi masih beredar dimana-mana. Siapa yang harus disalahkan ketika rakyat kecil tidak dapat berbuat apa-apa sedangkan petinggi semakin meninggi. Bukan rahasia lagi jika negara kita ini masih belum dapat menangani berbagai korupsi yang terjadi dimana-mana.

            Bukankah akan tentram negara ini apabila bersih dari korupsi tak semua dipandang dengan mata uang, kita dititipkan kemerdekaan, menikmato kemerdekaan dengan keadilan dan kesejahteraan.

            Dapat dipertanyakan ketika petinggi duduk dengan santai di meja kebanggaannya, mereka dan kami yang pemberi suara tidka mendapat dampak secara langsung, tidak ada perubahan yang berarti.

            Damailah negeri ini, kita semua kaya sumber daya alam yang berlimpah nikmati semua yang kita punya jangan saling mendahului untuk menunjukkan siapa yang tinggi, dan bekerja secara ikhlas.

 

Ƙ  Kolom

Sumpah Pemuda dan Mantra Bangsa

Kita membutuhkan mantra bangsa yang cerdas dan bisa menggelorakan dan menggerakkan semangat semua pihak, terutama kaum muda, sebagaimana pekik ”Merdeka!” pada masa pra dan awal kemerdekaan. Saya merasa ada sesuatu yang hilang dari bangsa kita ketika menyadari bahwa meskipun kita memiliki segalanya, kesejahteraan umum belum terwujud. Selain memiliki sumber daya alam yang melimpah, wilayah yang luas, penduduk yang banyak dan kreatif, serta iklim yang ramah, kita juga telah memakai sistem politik dan tata negara modern yang menjunjung tinggi kebebasan dan demokrasi. Namun, angka kemiskinan kita masih tinggi, kualitas pendidikan kita masih rendah, serta infrastruktur fisik yang menjadi kebutuhan publik dan industri masih jauh dari memadai. Dibandingkan dengan negara tetangga yang jauh lebih muda, kita tertinggal.

Sesuatu yang hilang tersebut adalah daya gerak bangsa yang menggelorakan semua pihak. Daya gerak ini bukan pertama-tama sebuah perintah atau undang-undang. Daya gerak ini adalah sesuatu yang dapat menghipnotis sebagian besar komponen bangsa untuk mewujudkannya. Kita seolah kehilangan musuh bersama yang nyata sebagaimana kita miliki pada jaman penjajahan. Daya gerak itu bukan hanya akan menjadi magnet yang menarik hati semua pihak, melainkan juga bagai mesin besar yang mendorong semua pihak untuk serempak maju.

Sesuatu yang hilang tersebut mungkin hanya berupa kata. Namun ini bukan sebarang kata dan bukan semata kata yang indah. Kata ini hanyalah ekspresi dari sebuah spirit yang menggelora, menggerakkan, sekaligus menggairahkan. ”Merdeka” adalah contoh kata dengan daya gerak dasyat itu.

Di era prakemerdekaan dan tahun-tahun awal kemerdekaan, kata ini telah menjadi magnet raksasa yang menawan hati semua pihak dan menjadi energi dahsyat keberanian melawan penjajah bersenjata mesin. Semboyan ”Merdeka atau mati!” akhirnya menjadi mantra sakti sebab merdeka menjadi perkara hidup dan mati.

Bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu, Indonesia adalah mantra sakti lain yang kita miliki jauh sebelum kemerdekaan. Sumpah pemuda itu telah berhasil menggelorakan, menggerakkan, dan mengobarkan semangat persatuan dan kesenasiban. Sumpah pemuda ini luar biasa dampaknya kalau kita menyadari bahwa di tahun 1928 masyarakat masih berjuang sendiri-sendiri dan belum ada teknologi komunikasi yang canggih seperti sekarang.

“Sumpah pemuda itu telah berhasil menggelorakan, menggerakkan, dan mengobarkan semangat persatuan dan kesenasiban.”

Kata-kata lain yang telah menjadi energy bangsa meskipun belum sebanding dengan kata merdeka adalah revolusi, reformasi, dan pembangunan. Pada era Presiden Soeharto, kata stabilitas telah menjadi rujukan konkret nan jelas bagi semua pejabat dalam mengambil kebijakan dan mengelola kegiatan.

Meskipun terjadi di luar negri, kita mengakui kedasyatan kata swadesi ciptaan Gandhi  ataupun glasnost dan perestroika yang diluncurkan oleh Mikhael Gorbachev.

Swadesi telah menggerakkan seluruh masyarakat India untuk fanatik mandiri, percaya diri, dan akhirnya merebut kemerdekaan dari Inggris. Demikian pula glashnot mampu membuka dan akhirnya meruntuhkan kekakuan dan kebekuan sistem politik komunis di Rusia.

Ƙ  Pojok

 


 

Ƙ Karikatur



 

Ƙ  Surat Pembaca

 



Ƙ  Resensi

        

                                      

 

Identitas Buku

§     Judul buku  : Burung Burung Manyar

§     Penulis        : Y. B. Mangunwijaya

§ Penerbit     : Diterbitkan pertama kali oleh Penerbit Djambatan, Jakarta, Agustus 1981. Selanjutnya,    buku ini mengalami pencetakan ulang secara berurut, yaitu cetakan kedua pada Desember 1981, cetakan ketiga Juni 1983, cetakan keempat Maret 1986, cetakan kelima Oktober 1988, cetakan keenam Agustus 1993, cetakan ketujuh Oktober 1996, cetakan kedelapan Agustus 1999, cetakan keenam belas tahun 2010

§     Jumlah halaman : 406 halaman

Sinopsis Buku

Bagian pertama tahun 1934-1944 sebelum masa kemerdekaan Indonesia. Bagian pertama buku ini menceritakan masa kecil Teto dan Atik, tokoh utama buku ini. Teto, atau yang mempunyai nama asli Setadewa adalah anak dari seorang ningrat Jawa yang menjadi seorang Letnan KNIL, yang lahir dari Rahim seorang perempuan Belanda. Sementara Atik, Larasati, anak dari Ibu yang masih punya hubungan dengan lingkungan keratin, dan seorang ayah dari rakyat, bukan keturunan ningrat Jawa.

Pada bagian kedua buku ini, menceritakan tentang peristiwa yang terjadi di rentang tahun 1945-1950. Diceritakan bagaimana peristiwa selama masa kemerdekaan mengubah kehidupan Teto dan Atik secara drastis, dan bertolak belakang. Teto, yang menaruh kebencian kepada Jepang, yang telah merenggut keluarganya, kemudian menjadi tentara KNIL, melawan republik yang menurut pemahamannya adalah sekutu Jepang. Sementara Atik yang berpendidikan baik, berdiri di pihak republik.


Kelebihan Buku

Buku dengan jumlah halaman mebcapai 400 lebih, penulis mampu menyajikan buku yang kaya gagasan. Hingga bab terakhir, tidak tertebak akhir yang akan diberikan penulis.


Kekurangan Buku

Terdapat jeda antara bagian kedua dan bagian ketiga. Meskipun dijelaskan sedikit pada bagian ketiga, namun tidak dijelaskan bagaimana perkembangan teto kecil menjadi besar.

 

Dari produk jurnalistik diatas yang saya sukai adalah Resensi. Karena resensi buku bisa memberikan gambaran pada pembaca tentang sebuah buku, kemudian kita bisa mengetahui kualitas buku serta mengetahui kelebihan dan kekurangan dari buku tersebut.

Dari produk jurnalistik diatas yang tidak saya sukai adalah pojok, karena pojok tidak memiliki kesan yang serius, lalu terkadang tema-temanya yang tidak penting diangkatnya dan juga cara menyampaikannya dengan cara menusuk atau mengkritik seseorang.


Tugas Ketujuh

UTS

1.     Kembangkan ide-ide pokok berikut menjadi sebuah berita (beri judul menarik, perhatikan kaidah penulisan sesuai dengan karakteristik berita jurnalistik).

a.     Banjir di Patumbak Kabupaten Deli Serdang Kecamatan Patumbak pada dini hari Senin1 November 2021.

b.     Sungai di Patumbak desa Sigara-gara meluap sampai ke jembatan

c.      Rumah-rumah di sekitar sungai habis terkena luapan sungai.

d.      Batang-batang pohon yang tumbang besar serta lumpur dan air sungai yang sangat keruh.

e.       Hujan dari pukul 20.00 WIB sampai pukul 04.00 dini hari belum juga reda dengan intensitas curah hujan deras.

f.       Jembatan yang kena dampak air sungai yang meluap tidak bisa untuk digunakan oleh masyarakat.

 

Hujan Deras, Puluhan Rumah di Patumbak Kabupaten Deli Serdang

Terendam Banjir

            Banjir yang yang terjadi dini hari, Senin 1 November 2021 di daerah Patumbak Kabupaten Deli Serdang Kecamatan Patumbak yaitu tepatnya di desa Sigara-gara. Penyebab terjadinya banjir diakibatkan hujan dari pukul 20.00 WIB sampai pukul 04.00 WIB dini hari belum juga reda dengan intensitas curah hujan deras. Sungai di desa Sigara-gara meluap sampai ke jembatan, dan jembatan yang kena dampak air sungai yang meluap tidak bisa untuk digunakan oleh masyarakat. Banyak batang-batang pohon yang tumbang besar serta lumpur dan air sungai yang sangat keruh. Diperkirakan rumah-rumah disekitar sungai habis terendam akibat terkena luapan sungai.


2.     Buatlah satu judul berita dengan tema “Belajar Daring” di utamakan mengenai apa yang anda rasakan saat pembelajaran daring baik suka dan tidak sukanya. Kemudian tentukan judul beritanya yang menarik dan tuliskan isi beritanya maksimal 2.500 karakter.

 

Sejumlah Mahasiswa Mengungkapkan Keresahannya Terhadap Belajar Daring

            Seperti yang sudah kita ketahui, sekarang ini diseluruh negara telah dilanda keresahan akibat datang sebuah virus bernama Corona, atau biasanya disebut Covid-19. Virus ini awal mulanya datang dari kota Wuhan, China. Hampir seluruh negara di dunia terkena virus ini, dan berhasil membuat seluruh dunia termasuk Indonesia harus mengisolasi diri dirumah agar tetap aman. Awal mulanya virus ini muncul pada tahun 2019 bulan Desember hingga menyebar ke Indonesia pada tahun 2020 bulan Maret.

            Lalu munculnya slogan “dirumah saja.” Slogan ini menarik perhatian publik karena semua perihal yang berhubungan dari dunia luar dan semua aktivitas terputus karena untuk menghindari Covid-19. Pemerintah mengimbau masyarakat agar tetap dirumah saja jika tidak keperluan yang penting. Akibatnya, semua aktivitas terputus terlebih lagi yaitu aktivitas anak-anak yang sekolah maupun kuliah harus dilakukan secara digital yang kini diterapkan secara daring (online).

            Bagi daerah yang memiliki jaringan internet bagus, tentu bukan suatu masalah atau sebuah hambatan, hal itu juga berlaku bagi mereka yang telah terbiasa dengan kecanggihan teknologi saat ini. Lalu, ada juga yang daerah susah memiliki jaringan internet yang bagus, maka disinilah salah satu kendalanya.

            Proses pembelajaran yang dilakukan secara daring di semua suatu pendidikan merupakan kebijakan pemerintah dalam upaya mencegah anak-anak generasi bangsa agar tidak bertambah angka Covid-19 dan tetap aman. Proses pembelajaran yang dilakukan dirumah masing-masing disebut kurang efektif, dikarenakan ketika ada siswa maupun mahasiswa yang tidak memahami atas materi yang telah disampaikan oleh guru ataupun dosen, maka akan mengalami kesulitan untuk bertanya ketika mengalami jaringan yang buruk.

            Sudah kurang lebih dua tahun menjalani sistem kuliah online, sehingga aktivitas tersebut seakan tidak asing lagi yang kita rasakan dan menerimanya dengan baik. Akibat sistem kuliah online, mahasiswa harus dituntut untuk dapat belajar secara mandiri dan mempunyai inisiatif dalam mengembangkan segala potensi dan wawasannya. Karena apabila mahasiswa tidak menjalankan tersebut, maka tentu bakal sulit untuk menghadapi kondisi yang terjadi.

            Kegiatan perkuliahan pun dilaksanakan dengan menggunakan metode daring seperti, Google Meet, Zoom dan Whatsapp Group. Lalu pembelajaran daring ini juga menguras banyak kuota internet, terkadang harus terus menerus membeli kuota internet agar bisa mengikuti perkuliahan. Diharapkan semoga Covid-19 ini bisa hilang dan semua anak sekolah bisa belajar dengan tatap muka.

 

KUMPULAN TUGAS EYD

Latihan Pertama

CONTOH 50 SOAL EJAAN YANG DISEMPURNAKAN (EYD)

PILIHLAH JAWABAN YAN TEPAT DAN BERIKAN ALASANNYA

 

1.   1.   Berita itu muncul dalam surat kabar Indonews. Penulisan untuk nama surat kabar yang berhuruf miring pada kalimat diatas yang benar  adalah . . . .

a.       berita itu muncul dalam surat kabar indonews

b.      berita itu muncul dalam surat kabar Indonews

c.       Berita itu muncul dalam surat kabar Indonews

Alasan: Karena huruf miring diatas merupakan huruf yang digunakan untuk menuliskan nama surat kabar yang ada dalam sebuah kalimat, maka daripada itu harus menggunakan huruf miring di kata Indonews.

 

2.      2. Penulisan pada pemakaian koma yang benar yaitu . . .

a.       Saya membeli kertas, pena dan tinta.

b.      saya membeli kertas, pena, dan tinta.

c.       SAYA membeli kertas, pena dan tinta,

Alasan: Karena Tanda koma yg diatas dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau menyebutkan beberapa benda, dan diawali dengan huruf kapital.

 

3.      3. Sang Sapurba mendengarkan bunyi gemerisik.

Pemakaian tanda kurung siku [. . . ] pada kata yang bergaris bawah yang benar adalah. .

a.       Sang Sapurba men[d]engar bunyi gemerisik.

b.      Sang sapurba mend[e]ngar bunyi gemerisik

c.       Sang sapurba men[d]engar bunyi gemerisik.

Alasan: Dalam Kalimat tersebut diawali dengan huruf kapital dan menggunakan tanda kurung siku yang benar.

 

4.    4.  Kosakata lagu daerah Banyuwangi. Pemenggalan kata yang bergaris bawah sesuai EYD adalah  . . . .

a.       Kosa kata lagu daerah Banyuwangi.

b.      Kosakata lagu daerah Banyuwangi.

c.       Ko-sakata lagu daerah Banyuwangi

Alasan: Karena penulisan dalam kosakata itu haruslah disambung katanya tidak ada pemenggalan  dalam kata "kosakata".

 

5.   5.   Kosakata using arkhais. Penulisan kata bercetak tebal berdasarkan EYD diatas adalah  . . . .

a.       Kosakata using arkais.

b.      Kosa kata using arkhais

c.       Kosakata using arkha-is

Alasan: Kata Arkhais ini berasal dari bahasa Yunani, jadi menurut EYD penulisan yang benar adalah arkais.

 

6.   6.   Mandeskripsikan makna leksikal. Penulisan kata yang benar bercetak tebal diatas adalah  . . . .

a.       Mindiskripsikan makna leksikal.

b.      Mendiskripsi kan makna leksikal

c.       Mendiskripsikan makna leksikal.

Alasan: Karena pada dasarnya yang sesuai dengan EYD penulisan yang benar adalah " Mendiskripsikan" diharuskan menggunakan kata me dan diakhiri kata kan, lalu Kan nya harus disambung tidak boleh dipisahkan.

 

7.      7. Habis gelap terbitlah terang

Penulisan kalimat judul diatas yang benar menurut EYD adalah . . . .

a.      HABIS GELAP TERBITLAH TERANG

b.      HABIS GELAP TERBITLAH TERANG

c.       HABIS GELAP TERBITLAH TERANG

Alasan: Karena kalimat tersebut merupakan judul dari sebuah buku, maka dari pada itu harus dituliskan menggunakan huruf kapital dan disertai huruf tebal.

 

8.     8.  Negara itu telah mengalami empat kali kudeta.

Kalimat diatas penulisan ungkapan asing yang digaris bawah yang benar yaitu  . . . .

a.       Negara itu telah mengalami empat kali Kudeta.

b.      Negara itu telah mengalami empat kali KUDETA.

c.       Negara itu telah mengalami empat kali kudeta.

Alasan: Karena kata kudeta berasal dari bahasa asing yaitu berasal dari bahasa Perancis, maka dari itu harus menggunakan penggunaan tanda miring dalam kata kudeta.

 

9.  9.    Penulisan bentuk ulang yang benar menurut EYD adalah  . . . .

a.       Gedung-gedung tinggi.

b.      Sesekali waktu.

c.       Rumah” warga.

Alasan: dikarenakan unsur kedua harus mengulang kata dari unsur pertama, dan inilah disebut bentuk ulang gabungan kata, dengan menambahkan tanda hubung di antara unsur-unsurnya untuk menegaskan pertalian unsur yang bersangkutan, jika penulisannya gedung-gedung tinggi bahwasanya menerangkan banyaknya gedung-gedung itu yang tinggi.

 

1010.  Penulisan partikel pada kalimat dibawah ini yang benar yaitu . . . .

a.       Bacalah buku itu baik-baik!.

b.      Baca lah buku itu baik-baik!.

c.       Baca_lah buku itu baik-baik!

Alasan: Karena pada kata "bacalah" ini merupakan dari partikel - lah, biasanya digunakan untuk memperhalus kata perintah, mempertegas kalimat pernyataan. Jadi kata baca harus disambungkan dengan "lah" tidak boleh di penggal.

 

1111.  Harimau itu marah sekali kepada sangKancil. Kalimat diatas untuk penulisan kata sang yang benar adalah . . .

a.        itu marah sekali kepada sang Kancil.

b.         HARIMAU itu marah sekali kepada sang kancil,

c.          Harimau itu marah sekali kepada Sang Kancil.

Alasan: Karena Sang tersebut diikuti dengan nama hewan, maka daripada itu harus menggunakan huruf kapital juga.

 

1212.  Kalimat pernyataan pemakaian tanda titik yang benar dibawah ini yaitu, kecuali  . . . .

a.       Dia lahir pada tahun 1956 di Bandung.

b.      Desa itu berpenduduk 24.200 orang.

c.       Penduduk Jakarta lebih dari 11000 orang

Alasan: Didalam pernyataan diatas pada pilihan berganda yang c penggunaan tanda titik tidak ada dipakai sebagai akhir dari kalimat pertanyaan ataupun Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf.

 

1313.  Penulisan ejaan yang benar pada kalimat dibawah adalah  . . . .

            a.       Kata ibu, “saya gembira sekali.”

            b.      Kata Ibu, “Saya gembira sekali.”

            c.       Kata ibu, “saya gembira Sekali”.

Alasan: Penggunaan huruf kapital (atau huruf besar) dipakai sebagai huruf pertama awal kalimat seperti pada "Kata" dan huruf kapital pada kata "Ibu" dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, maka harus menggunakan awalan huruf kapital pada pernyataan diatas.

 

1414.  Pemakaian tanda koma yang benar pada kalimat  . . . .

a.       Wah begitu indah!.

b.      O, begitu?

c.       Mengapa kau diam. Dik?

Alasan: Dalam penggunaan tanda koma diatas digunakan Sebelum atau Sesudah kata Seru, Untuk memberikan jeda ucapan dan penekanan, tanda koma dipakai sebelum dan/atau sesudah kata seru, seperti o. Maka diberikan tanda koma setelah kata seru.

 

1515.  Penulisan pada tanda titik dua yang tepat adalah  . . . .

a.       Hanya ada dua pilihan bagi para pejuang kemerdekaan: hidup atau mati

b.      Hanya ada dua pilihan bagi para pejuang kemerdekaan;” hidup atau mati.”

c.       Hanya ada dua pilihan bagi para pejuang kemerdekaan_ hidup atau mati.

Alasan: Karena penggunaan tanda titik dua diatas dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti pemerincian atau penjelasan, pada kata hidup atau mati merupakan pemerincian atau penjelasan.

     

Latihan Kedua

LATIHAN EYD

KERJAKAN LATIHAN DI BAWAH DENGAN CARA PILIH JAWABAN YANG TEPAT DAN BERIKAN ALASANNYA.

 

 

1.   1.   Penulisan pertikel (per) yang tepat yaitu kecuali . . . .

a.       Mereka masuk ke dalam satu per satu.

b.      Harga kain itu Rp 50.000,00 per helai.

c.       Pegawai itu mendapat kenaikan gaji per1januari.

Alasan : Kalimat itu sebenarnya sudah menunjukkan penulisan per yang tepat, tetapi yang membuat salah adalah ada penambahan angka 1 nya, karena yang benar adalah per januari.

 

2.     2. Penulisan huruf kapital untuk nama jabatan yang benar adalah, kecuali  . . . .

a.       Sidang itu dipimpin Presiden.

b.      Kegiatan itu direncanakan oleh departemen.

c.       Siding itu diadakan di ruang Kementerian.

Alasan : Karena kalimat tersebut di bagian untuk nama jabatan tidak menggunakan huruf kapital.

 

3.      3. Kata baku dibawah ini yang benar menurut EYD yaitu, kecuali  . . . .

a.       Abjad

b.      Asyik

c.       Apotik

Alasan : Karena dalam EYD penulisan yang baku adalah “apotek” sedangkan kata “apotik” adalah kata yang tidak baku.

 

4.      4. Pemakaian tanda koma (,) yang benar pada kalimat, kecuali  . . . .

a.       Tokyo, Jepang

b.      Raya 6 Jakarta

c.       Surabaya, 10 Mei 1960

Alasan : Karena di kalimat itu tidak ada penggunaan tanda koma nya.

 

5.    5.  Ai tetap au

Penulisan kata serapan yang benar dibawah ini, yaitu . . . .

a.       Audiogram

b.      Totrof

c.       Autrotrop

Alasan :  Karena pada bagian a merupakan cara penulisan kata serapan yang tepat.

 

6.     6.  Kalimat dibawah yang menggunakan kata turunan yaitu . . . .

a.       Petani 

b.      Lukisan

c.       Mau

Alasan : Karena dalam kata petani memiliki kata imbuhan awalan pe, dan kata dasarnya yaitu tani.

 

7.     7.  Kata titik dua (:) yang benar adalah  . . .

a.       Ketua Ratu Abi  

b.      Sekretaris  : Bardawati

c.       Ratu keadadilan

Alasan : Karena di kalimat tersebut menggunakan tanda titik dua sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.

8.    8.  Penulisan kata pertikel yang benar dibawah ini adalah kecuali . . . .

a.       Walaupun sederhana, rumah itu tampak asri.

b.      Ada pun sebabnya belum diketahui.

c.       Bagaimanapun itu, tugas harus diselesaikan.

Alasan : Sebenarnya penulisan pertikel nya sudah benar, tetapi di kalimat tersebut tidak digunakan tanda penghubung yaitu tanda koma.

 

9.     9. Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostana.

Penulisan huruf miring pada kata serapan dibawah ini yang tepat dengan EYD yaitu  . . . .

a.       Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostana

b.      Nama ilmiah buah manggis ialah carcinia mangostana

c.       Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostana.

Alasan : Di kalimat tersebut pada kata serapan menggunakan huruf miring, karena ungkapan bahasa asing.

 

1010.  Penulisan huruf cetak tebal yang benar dalam EYD ,kecuali  . . . .

a.       Makalah ini memiliki BAB PENDAHULUAN .

b.      skripsi itu terdapat daftar, indeks dan lampiran

c.       Judul laporannya berjudul : CINTA TANAH AIR.

Alasan : Karena di kalimat tersebut tidak menggunakan huruf cetak tebal pada kata daftar, indeks, dan lampiran.

 

1111.  Cara penulisan  singkatan resmi dibawah ini yang tepat adalah . . . .

a.       DPR (Dewan Perwakilan Rakyat)

b.      PT peseroan terbatas

c.       KTP (Kartu Tanda Penduduk)

Alasan : Karena dalam singkatan nama resmi lembaga, pemerintah, badan atau organisasi serta nama dokumen resmi tidak menggunakan huruf kapital dan tidak diikuti tanda titik juga tidak menggunakan tanda kurung.

           

1212.  Penulisan kata singkatan dibawah ini yang sesuai EYD, kecuali   . . .

a.       Jml.

b.      Halaman.

c.       Kpd.

Alasan : Karena penulisan kata singkatan pada halaman yang benar adalah “hlm” karena singkatan terdiri atas tiga huruf.

 

1313.  Penulisan akronim dibawah ini yang tepat dengan EYD, kecuali . . . .

a.      Rp

b.      LIPI

c.       PASI

Alasan : Karena penulisan akronim yang tepat dengan EYD adalah LIPI dan PASI, lalu penulisan Rp sebenarnya juga benar tetapi itu bukan akronim yang sesuai EYD.

 

1414.  Hotel Mahameru, kamar 169.

            Penulisan ejaan yang benar pada kalimat diatas adalah . . .

a.       Hotel Mahameru, Kamar 169.

b.      Hotel MahaMeru. Kamar 169.

c.       Hotel Mahameru, Kamar 169.

Alasan : Karena penggunaan huruf kapitalnya sudah benar.

 

1515.  Kalimat dibawah ini yang benar dengan pemakaian tanda koma EYD, kecuali . . . .

a.       12,5 m

b.      Rp 500, 50

c.       273 m

Alasan : Karena di kalimat tersebut tidak menggunakan tanda koma, tanda koma dipakai sebelumangka decimal atau diantara arupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.

 

1616.  Tanda hubung yang digunakan untuk pengulangan kata ulang pada kalimat dibawah ini yang benar     adalah  . . . .

a.       Anak anak

b.      Berulang-ulang

c.       Merak kemerahan

Alasan : Di kalimat tersebut menggunakan tanda hubung untuk pengulangan kata ulang.

 

1717.  Alangkah indahnya taman laut ini.

            Penulisan pernyataan di atas dijadikan kalimat perintah adalah  . . . .

a.       Alangkah indahnya taman laut ini !

b.      Alangkah indahnya taman laut ini?

c.       Alangkah indahnya taman laut ini.

Alasan : Pada kalimat perintah haruslah diakhiri dengan tanda seru, artinya menyatakan pernyataan perintah. Pada kalimat tersebut sudah menggunakan tanda seru diakhir kalimat.

 

1818.  Kata dia saya juga minta satu

            Penulisan yang benar dengan memerhatikan tanda bacanya yaitu . . . .

a.       Kata dia, “saya juga minta satu”.

b.      Kata dia, saya Juga minta Satu.

c.       Kata dia, “Saya juga minta satu.”

Alasan : Karena penggunaan tanda bacanya sudah benar, kemudian pada kata “saya” juga tidak menggunakan awalan huruf kapital.

 

1919.  Ani di sekolahan mendapatkan bea siswa.

            Penulisan kata bergaris bawah yang benar adalah . . . .

a.       Beasiswa.

b.      Bea siswa

c.       beaSiswa.

Alasan : Karena kata bea siswa itu tidak baku dan tidak sesuai dengan EYD maka yang benar adalah beasiswa.

 

2020.  Kemaren sore si Andi mengikuti les tambahan.

            Kata baku yang tepat untuk kata bergaris bawah yaitu . . .

a.       kemaren.

b.      Kemarin.

c.       Kimaren.

Alasan : Kemaren adalah kata yang tidak baku, jadi kata baku yang benar adalah kemarin. 


Latihan Ketiga

IDENTIFIKASILAH IKLAN DAN BROSUR DI BAWAH INI DAN ANALISISLAH EJAANNYA, YANG TEPATNYA SEPERTI APA

Gambar iklan diatas ejaan bahasanya sudah tepat dan benar, tetapi ada juga bahasanya menggunakan bahasa asing seperti kata “free” yang artinya “bebas” itu adalah bahasa asing jika di dalam bahasa Indonesia yang sesuai ejaan maka seharusnya menggunakan kata bebas bukan free.

Dari gambar iklan diatas ejaan bahasanya sudah tepat dan benar, hanya saja kata ”laundry” itu berasal dari kata asing. Dan penggunaan tanda baca titik duanya juga sudah tepat.

 

 

 

 

 

 

 

Dari gambar iklan diatas penggunaan ejaan bahasanya sudah tepat dan benar.

Dari gambar iklan diatas dalam penggunaan ejaan bahasanya terdapat salah, seharusnya PEDAGANG DILARANG MASUK. Dan di dalam iklan tersebut terdapat bahasa asing yaitu dalam kata “SALESMAN” seharusnya menggunakan kata “penjual” karena itu adalah bahasa Indonesia yang benar.

 

 

Gambar iklan diatas terdapat ejaan bahasa yang tidak tepat yaitu dalam kata “bikin” karena itu bahasa yang tidak baku, seharusnya dalam bahasa Indonesia yang benar adalah “buat”

 

Gambar iklan diatas terdapat kata bahasa yang tidak benar yaitu pada kata “BIS” karena itu merupakan kata yang tidak baku, dalam ejaan bahasa yang benar adalah “BUS” karena merupakan kata yang baku.

 

Gambar iklan diatas merupakan ejaan bahasanya yang sudah tepat, tetapi ada kata yang tidak sesuai ejaan bahasa Indonesia yang benar. Pada kata “tak” itu merupakan kata yang tidak baku maka bahasa baku yang benar adalah “tidak”.

Gambar iklan diatas ejaan bahasanya sudah tepat dan benar, dan juga penggunaan tanda bacanya sudah tepat dan benar.

 

Gambar iklan diatas terdapat ejaan bahasa yang tidak tepat, seperti pada kata “KAYAK” itu merupakan kata yang tidak baku, maka seharusnya sesuai ejaan bahasa yang benar dan baku adalah “seperti”, lalu kata “Gitu” juga merupakan kata yang tidak baku maka seharusnya “begitu”. Lalu terdapat kata bahasa asing dan bahasa gaul yaitu “No Bokis”, bokis artinya yaitu “bohong” kata tersebut tidak terdapat di kamus bahasa Indonesia, maka seharusnya ditulis dengan “tidak bohong” yang sesuai dengan ejaan bahasa yang benar.

Gambar diatas penggunaan ejaan bahasanya tidak tepat, dalam kata “SISI TV” merupakan bahasa yang tidak baku. Biasanya dalam penulisan tersebut menggunakan bahasa Inggris yaitu “CCTV” tetapi dalam bahasa Indonesia yang benar adalah “Televisi sirkuit tertutup”. 


Latihan Keempat

Nama          : Dilla Dwi Kusnanda

Npm           : 201214021

Mata Kuliah : Sosiolinguistik

 

KUALANAMU INTERNATIONAL AIRPORT

            Bandar Udara Internasional Kualanamu (bahasa Inggris: Kualanamu International Airport) adalah sebuah Bandar Udara Internasional yang melayani Kota Medan, Sumatra Utara. Bandara ini terletak di Kabupaten Deli Serdang, 26 km arah timur dari pusat kota Medan. Bandara ini adalah bandara terbesar ketiga di Indonesia (setelah Soekarno–Hatta Jakarta dan yang baru Kertajati di Majalengka Jawa Barat). Asal mula nama Kualanamu ini adalah diambil dari tokoh sesepuh warga sekitar yang mengkombinasikan dua suku terbesar yaitu Kuala dari suku Melayu dan suku Batak. Akhirnya terbentuk dua buah kata yang begitu indah yaitu Kualanamu. Lokasi bandara ini merupakan bekas area perkebunan PT Perkebunan Nusantara II Tanjung Morawa yang terletak di Beringin, Deli Serdang, Sumatra Utara. Pembangunan bandara ini merupakan bagian dari MP3EI, untuk menggantikan Bandar Udara Internasional Polonia Medan yang telah berusia lebih dari 85 tahun. Bandara Kualanamu diharapkan dapat menjadi bandara pangkalan transit internasional untuk kawasan Sumatra dan sekitarnya. Bandara ini mulai beroperasi sejak 25 Juli 2013 meskipun ada fasilitas yang belum sepenuhnya selesai dikerjakan.

            Bandar Udara Internasional Kualanamu ini sangat dekat dengan rumah saya, banyak juga pegawai bandara yang akan pergi kerja melewati dari jalan rumah saya. Jika letak rumah seseorang yang semakin jauh dari kota Medan dapat ditempuh dengan transportasi bus Damri, mobil angkutan kota dan kereta api bandara. Sepanjang perjalanan area bandara tampak taman yang sangat indah yang dipenuhi dengan variasi berbagai bunga yang berwarna-warna dan itu sangat membuat menarik sehingga tidak membosankan. Dan yang saya lihat taman itu setiap harinya selalu dibersihkan dan dirawat oleh petugas yang mengurus taman bandara tersebut.

            Lalu tampak bangunan dalam bandara dengan konsep dan seni arsitektur nya sangat megah dan modernisasi serta dilengkapi dengan fasilitas sistem teknologi yang canggih mengikuti perkembangan zaman. Ruang tunggu yang di desain dengan nyaman dan modern menyuguhkan berbagai fasilitas bagi penguna jasa. Area parkir yang luas dibagi sesuai kebutuhan pengguna jasa, seperti penyediaan lahan parkir inap, parkir bus angkutan, area parkir umum premium.

            Bandara Internasional Kualanamu ini juga menyediakan banyak kafe, kedai kopi dan juga beberapa toko pakaian, sepatu dan juga tas, sehingga orang-orang yang akan datang untuk berpergian bisa membawa oleh-oleh atau cemilan disaat menunggu jadwal penerbangannya. Kemudian pelayanan di Bandar Udara Internasional Kualanamu sangat berkualitas, cepat, mudah, ramah, sopan, terjangkau dan terukur.  

            Bandara Internasional Kualanamu menyiapkan Kargo seluas 1.3 HA yang memudahkan para pelaku bisnis dalam sektor logistik. Saat ini Bandara Kualanamu memiliki 8 unit garbarata. Seluruh operasional keamanan kebandaraudaraan di kawal oleh lebih dari 500 personil petugas keamanan dan juga didukung oleh personil TNI/POLRI.             

            Bandara Internasional Kualanamu ini bisa menjadi cara tarik wisatawan asing, dikarenakan sebagai lokasi transit penerbangan menuju Bali serta Eropa. Jadi, pemanfaatan Kualanamu membantu meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Utara (sumut) tiap tahunnya. Karena banyak wisatawan yang ingin berkunjung ke Denpasar. Saya juga sering datang ke Bandara Internasional Kualanamu ini untuk mengantarkan orang tua saya yang akan berpergian, lalu saya sering bertemu dengan wisatawan yang sangat ramai dan yang saya lihat mereka tampak begitu nyaman dan senang saat datang di Bandara Internasional Kualanamu karena memang fasilitas dan pelayanan yang terbaik dan berkualitas. Selain kenyamanan dan keamanan penerbangan, keselamatan juga diperhatikan oleh Bandara Kualanamu.

 Latihan Kelima

Nama : Dilla Dwi Kusnanda

Npm : 201214021

Mata Kuliah : EYD

 

1.    1.  Susunlah menjadi teks drama percakapannya.

2.    2. Analisislah kesalahan ejaannya (kosa kata dan pengucapannya)

3.   3.   Apakah dampak negatif video tersebut?

4.    4. Bagaimana peran guru dan orang tua terhadap tayangan video tersebut?

 

1.     1. Teks drama percakapan dari video tersebut.

Kakak : Na, gimana kita harus jual jinggal. Kita akan kara yara kita akan bahagia dan ibok akan menjadi sombong, mau kan?

Adik : Hmm, bener juga ya kata Ibu, tapi kalo ginjal aku sama ginjal Ibu berbeda lebih baik yang Ibu jual itu ginjal Ibu aja, masa ginjal aku kan ginjal aku gak bagus rasa lain.

Kakak : Bukan, jinggal mama rasa asam jadi kamu aja yah?

Adik : Enggak, Ibu aja. Ibu kan sukak kaya jadi gimana ginjal Ibu.

Kakak : Kamu gak ngerti ya asam dan bapangkat.

Adik : Biarin aja yang penting Ibu dapat untung.

Kakak : “menangis”

Adik : Kenapa Ibu nangis?

Kakak : Gak boleh kek gitu nak, itu dosa!

2.    2.  Pengucapan gimana merupakan kata yang tidak baku dan seharusnya pengucapan dan penulisan yang benar adalah bagaimana. Pengucapan jinggal itu tidak benar seharusnya ginjal, karena jinggal itu tidak terdapat didalam KBBI. Lalu pengucapan kara yara itu tidak terdapat di dalam KBBI yang benar pengucapan dan penulisannya adalah kaya raya. Kemudian pengucapan ibok itu salah merupakan bahasa tidak baku dan tidak terdapat di KBBI pengucapan dan penulisan yang benar adalah Ibu. Pengucapan kalo itu merupakan bahasa yang tidak baku maka pengucapan dan penulisan yang benar adalah kalau. Pada pengucapan gak bagus, dan pada kata gak merupakan bahasa yang tidak baku, maka seharusnya yang benar adalah tidak bagus.  Lalu pengucapan pada kata sukak merupakan bahasa yang tidak baku, maka seharusnya pengucapannya dan penulisannya yang benar adalah suka. Pada pengucapan ngerti merupakan bahasa yang tidak baku, maka bahasa baku yang benar adalah mengerti. Pada pengucapan bapangkat itu merupakan bahasa asing dan tidak baku yang artinya tuduhan atau sembarangan bicara. Pada pengucapan gak boleh kek gitu itu merupakan bahasa yang tidak baku, maka seharusnya bahasa baku yang benar adalah tidak boleh begitu.

3.  3.    Dampak negatif yang ditimbulkan yaitu anak tidak mencerminkan mneggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Jika masih anak-anak sudah tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar maka akan sampai mereka dewasa akan terus terbiasa menggunakan bahasa yang tidak baku. Lalu penyebab terbiasanya menggunakan bahasa yang tidak baku ini ialah kurangnya pembelajaran mengenai bahasa baku yang baik dan benar di kalangan sekumpulan anak-anak terhadap bahasa nasional. Hal ini dapat merusak generasi penerus bangsa di masa depan. Jika generasi millennial dibiarkan menggunakan bahasa yang tidak baku secara terus menerus, mereka akan lupa bahasa mana yang baku dan yang tidak baku hanya akan membuat generasi tidak mau belajar akan bahasa nasional.

4.    4.  Jika seorang guru melihat aksi anak-anak tersebut segera diberi teguran dan lebih memperhatikan gaya bahasa anak-anak muridnya dan mengajarkan menggunakan bahasa yang sopan dan baku. Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam membantu anak untuk membimbing dan mengajarkan cara berbicara yang sopan dan mengajarkan tata bahasa yang baik dan benar. Keberhasilan anak dalam pendidikan terutama perkembangan perilaku dan bahasa anak saat berada di sekolah atau dirumah karena perilaku anak sangat dipengaruhi oleh orang tua di lingkungan keluarga dan di lingkungan teman-temannya. Maka oleh karena itu, guru dan orang tua perlu adanya kerja sama dalam mengatasi sikap dan tata bahasa anak yang tidak sesuai dengan aturan baik itu di lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah agar tidak terjadi penyimpangan terhadap bahasa yang digunakan pada anak-anak tersebut.

            

Latihan keenam

MAKALAH

KESANTUNAN BAHASA

 


Dosen Pengampu

Lisa Septia Dewi Br.Ginting.,S.Pd.,M.Pd

 

Disusun Oleh :

Dilla Dwi Kusnanda

(201214021)

 

PRODI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUSLIM NUSANTARA MEDAN

T.A 2020/2021


 

KATA PENGANTAR

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatu

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya  dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Kesantunan Bahasa” dapat saya selesaikan meskipun masih jauh dari kesempurnaan.

Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang Kesantunan Bahasa. Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Lisa Septia Dewi Br.Ginting.,S.Pd.,M.Pd selaku dosen bidang studi/mata kuliah Ejaan Bahasa Indonesia  yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang kami tekuni.

Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian pengetahuannya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini. Saya menyadari, makalah yang saya tulus ini masih jauh dari kata sempurna baik segi penyusunan, bahasa, maupun penulisannya. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan saya nantikan demi kesempurnaan makalah ini.

Semoga makalah berjudul Kesantunan Bahasa ini bisa menambah wawasan bagi para pembaca dan bisa bermanfaat untuk perkembangan dan peningkatan ilmu pengetahuan kita.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatu

 

                                                                                                            Medan, 20 November 2021

                                                                                                                                        

 

 

 

 

 

 


 

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.. 2

BAB I PENDAHULUAN.. 5

A.   Latar Belakang Masalah. 5

B.    Rumusan Masalah. 5

C.    Tujuan Pembahasan. 5

D.   Manfaat Pembahasan. 6

BAB II PEMBAHASAN.. 7

A.    Pengertian Kesantunan Berbahasa. 7

B.    Teori-teori Kesantunan Bahasa. 8

C.    Nilai-nilai Pendukung Kesantunan Bahasa. 9

D.    Faktor-faktor Penyebab munculnya bahasa yang tidak santun. 10

E.    Indikator Pemakaian Bahasa Yang Santun. 11

F.    Karakter Dalam Kesantunan Berbahasa. 11

G.    Ciri Kesantunan Berbahasa. 12

BAB III PENUTUP.. 15

A.   KESIMPULAN.. 15

B.    SARAN.. 15

DAFTAR PUSTAKA.. 16

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang Masalah

            Kesantunan berbahasa dapat dimaknai sebagai usaha seseorang untuk menjaga harga diri orang lain maupun dirinya sendiri. Brown dan Levinson (dalam Markamah, 2013: 153) menyatakan bahwa kesantunan berbahasa dimaknai sebagai usaha penutur untuk menjaga harga diri, atau wajah, pembicara maupun pendengar. Penutur maupun mitra tutur yang memperhatikan kesantunan dalam bertutur akan menimbulkan proses komunikasi yang baik. Penggunaan kata maupun kalimat dalam bertutur sangat mempengaruhi tingkat kesantunan.    

            Begitu dekatnya kita kepada bahasa, terutama bahasa Indonesia, sehingga tidak dirasa perlu untuk mendalami dan mempelajari bahasa Indonesia secara lebih jauh. Akibatnya, sebagai pemakai bahasa, banyak orang Indonesia belum terampil menggunakan bahasa. Hal tersebut merupakan suatu kelemahan yang tidak disadari. Berbahasa Indonesia dengan santun adalah menggunakan bahasa Indonesia dengan budi bahasa yang halus, nilai rasa yang baik, dan penuh kesopanan, serta berusaha mengindari konflik antara pembicara dengan lawan berbicaranya di dalam proses berkomunikasi.

            Dalam makalah ini saya akan membahas tentang pentingnya berbahasa santun bagaimana cara dalam memilih bahasa-bahasa yang santun. Kemampuan berbahasa yang baik dan benar merupakan persyaratan mutlak untuk melakukan kegiatan ilmiah sebab bahasa merupakan sarana komunikasi ilmiah yang pokok. Tanpa penguasaan tata bahasa dan kosakata yang baik akan sukar bagi seorang ilmuan untuk mengkomunikasikan gagasannya kepada pihak lain.

B.     Rumusan Masalah

1.      Apa pengertian kesantunan berbahasa?

2.      Apa saja teori-teori kesantunan bahasa?

3.      Apa nilai-nilai pendukung kesantunan berbahasa?

4.      Apa-apa saja faktor-faktor penyebab munculnya bahasa yang tidak santun?

5.      Apa saja indikator pemakaian bahasa yang santun?

6.      Apa saja karakter dalam kesantunan berbahasa?

7.      Apakah ciri-ciri kesantunan berbahasa?

 

C.    Tujuan Pembahasan

1.      Menjelaskan pengertian kesantunan berbahasa

2.      Menjelaskan teori-teori kesantunan berbahasa

3.      Menjelaskan nilai-nilai pendukung kesantunan berbahasa

4.      Menjelaskan faktor-faktor penyebab munculnya bahasa yang tidak santun

5.      Menjelaskan indikator pemakaian bahasa yang santun

6.      Menjelaskan karakter dalam kesantunan berbahasa

7.      Menyebutkan ciri kesantunan bahasa

 

D.    Manfaat Pembahasan

            Manfaat pembuatan makalah ini adalah sebagai bahan masukan bagi semua warga Indonesia yang masih menggunakan bahasa yang tidak santun di didalam kehidupan sehari-hari, dan sebagai bahan rujukan untuk bahan pengajaran di bidang pendidikan maupun di bidang penelitian-penelitian.


 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.    Pengertian Kesantunan Berbahasa

            Kesantunan adalah kehalusan atau baik (budi bahasanya, tingkah lakunya). Berbahasa adalah proses penyampaian informasi dalam berkomunikasi. Kesantunan berbahasa adalah hal memperlihatkan kesadaran akan martabat orang lain dalam berbahasa, baik saat menggunakan bahasa lisan maupun bahasa baik.

            Kesantunan adalah kehalusan dan baik (budi bahasanya, tingkah lakunya). Kesantunan merupakan aturan perilaku yang ditetapkan dan disepakati bersama oleh suatu masyarakat tertentu sehingga kesantunan sekaligus menjadi persyarat yang disepakati oleh perilaku sosial. Oleh karena itu, kesantunan ini biasa disebut tatakrama.

            Kesantunan berbahasa adalah hal memperlihatkan kesadaran akan martabat orang lain dalam berbahasa, baik saat menggunakan bahasa lisan maupun bahasa tulis. Kesantunan juga dapat diartikan sebagai cara berbahasa dengan tujuan mendekatkan jarak sosial antara penutur dengan tujuan mendekatkan jarak sosial antara para penuturnya. Konsep kesantunan berkaitan dengan dua hal yaitu pada bahasa dan perilaku sesorang.

            Kesantunan didalam aspek bahasa dapat dilihat pada pilihan kata, nada, intonasi, dan struktur kalimatnya. Pada tingkah laku, kesantunan dapat dilihat pada ekspresi, sikap, dan gerak-gerik tubuh lainnya. Egoisme, dan keinginan untuk menonjolkan diri sendiri harus dihindari dalam kesantunan. Sesungguhnya, menghormati orang lain merupakan suatu bentuk penghormatan diri sendiri.         

            Kesantunan berbahasa tercermin dalam tata cara berkomunikasi lewat tanda verbal atau tata cara berbahasa. Ketika berkomunikasi, kita tunduk pada norma-norma budaya, tidak hanya sekedar menyampaikan ide yang kita pikirkan. Tata acara berbahasa harus sesuai unsur-unsur budaya yang ada dalam masyarakat tempat hidup dan dipergunakannya suatu bahasa dalam berkomunikasi. Apabila tata cara berbahasa seseorang tidak sesuai dengan norma-norma budaya, maka ia akan mendapatkan nilai negatif, misalnya dituduh sebagai seorang sombong, angkuh, tak acuh, egois, tidak beradat, bahkan tidak berbudaya.

            Tata cara berbahasa sangat penting diperhatikan para peserta komunikasi (komunikator dan komunikan) demi kelancaran komunikasi. Oleh karena itu, masalah tata cara berbahasa ini harus mendapatkan perhatian, terutama dalam proses belajar mengajar bahasa. Dengan mengetahui tata cara berbahasa diharapkan orang lebih bisa memahami pesan yang disampaikan dalam komunikasi karena tata cara berbahasa bertujuan mengatur serangkaian hal.

B.     Teori-teori Kesantunan Bahasa

a.       Teori Lakoff (1972)

            Lakoff yang dianggap sebagai ibu teori kesantunan, menghubungkan teorinya dengan teori kerjasama dari Grice. Selain keempat teori yang telah disebutkan diatas, Lakoff juga menambahkan beberapa prinsip yang diukur  dengan parameter sosial. Dalam prinsip kesantunannya, menawarkan tiga kaidah yang harus ditaati agar tuturan menjadi santun.7 Ketiga kaidah itu adalah :

1.      Formalitas 

            Kaidah formalitas, dimaknai “jangan memaksa” atau “jangan angkuh”. Akibat logis dari kaidah itu adalah bahwa tuturan yang memaksa dan angkuhmerupakan tuturan yang tidak santun. Tuturan yang memaksa dan angkuh seperti”Bodoh, percuma kau belajar,” dapat melahirkan reaksi frontal pada kejiwaan anak, yang eksesnya melahirkan bentuk perilaku yang menjengkelkan. Perilaku semacam itu, sering menjadi sebab terjadinya KDRT.

2.      Ketidaktegasan

            Kaidah ketidaktegasan berisi saran bahwa penutur hendaknya bertutur  sedemikian rupa sehingga mitra tuturnya dapat menentukan pilihan. Tuturan”Jika masih bersemangat dan ingin nilaimu baik, rajin-rajinlah belajar,”sebenarnya merupakan tekanan dari si penutur (dalam konteks itu orang tua)terhadap mitra tutur (anak). Namun, tekanan itu disampaikan dengan santunkarena memberikan pilihan kepada anak, sehingga tidak tersinggung dan bersikap menjengkelkan.

3.      Persamaan/Kesekawanan

            Kaidah persamaan/kesekawanan, menyarankan kepada penutur untuk    bertindak seolah-olah mitra tuturnya itu sama, atau dengan kata lain membuatmitra tutur merasa senang. Ujaran “Nilai rapormu lumayan baik, sebaik  semangat belajarmu,” selain sebenarnya mengkritik juga mengajarkankesantunan kepada anak.

b.      Teori Gu (1990)

            Prinsip kesopanan Yuego Gu berdasar pada nilai kesantunan orang Cina yang mengaitkan kesantunan dengan norma-norma masyarakat yang bermoral.Kesantunan dalam masyarakat Cina terikat pada sangsi yang akan diberikan olehmasyarakat apabila kesantunan itu dilanggar dan bersifat perspektif. Teori kesantunan ini menekankan pada pemenuhan harapan masyarakat mengenaisikap hormat, kerendahan hati dan ketulusan. Sehingga perilaku individu disesuaikan dengan harapan tersebut. Kesantunan yang dianut di negara Cina hampir mirip dengan norma-norma sopan santun yang ada pada masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia  juga masih menjunjung nilai kesantunan. Terutama di daerah pedesaan dan dikota-kota kecil. Apabila ada seseorang yang melanggar norma maka orangtersebut juga akan mendapat sanksi dari masyarakat. Sanksi yang biasa diterapkan adalah digunjingkan atau dikucilkan oleh masyarakat. Norma yang harus dipenuhi tidak hanya terbatas pada perilaku tetapi juga pada tuturkata.Apabila ada seseorang tidak santun dalam penggunaan bahasa maka orangtersebut akan dianggap tidak sopan dan akan dicap sebagai orang yang kasar dan tidak baik. .Hal tersebut masih sangat terasa di kota-kota kecil dan pinggiran. Karena orangtua dan lingkungan mengajari untuk menggunakan bahasa yangsantun. Berbeda dengan lingkungan di kota besar yang masyarakatnya cenderung tak acuh dan banyak orang tua yang kurang memperhatikan tingkah laku anak-anaknya. Sehingga banyak anak dan remaja yang tidak mengetahui cara berbahasa Indonesia yang santun.

c.       Teori Pranowo

Pranowo mengungkapkan teori mengenai tanda-tanda komunikasi yang tidak santun. Karena komunikasi tidak santun sering kali terjadi meskipun ada banyak cara agar dapat berbahasa dan berkomunikasi dengan santun. 9Tanda-tanda tersebut antara lain sebagai berikut:

1.      Penutur menyatakan kritik secara langsung dan dengan kata-kata kasar. Dalam budaya Indonesia, terutama budaya jawa selalu menekankan pada unggah-ungguh. Sehingga dalam bertutur kata dengan orang lain harus diberi penjelasan terlebih dahulu baru kemudian mengungkapkan intinya. Sehingga mitra tutur bisa mengerti dan tidak tersinggung apa yang dituturkan.

2.      Penutur didorong rasa emosi ketika bertutur. Seringkali terjadi perselisihan dalam berkomunikasi yang menimbulkan timbulnya emosi. Orang yangtidak dapat mengendalikan emosinya maka dapat dipastikan pembicaraan akan berujung pada pertengkaran mulut. Jika demikian maka tutur kata yangdikeluarkan oleh masing-masing penutur adalah tutur kata yang tidak sopan dan cenderung kasar. Contoh paling umum yang terjadi adalah padaorang tua dan anak yang memiliki perbedaan pendapat dan pada pasangan.Untuk itu diperlukan pengendalian emosi yang baik supaya dapat mengendalikan tutur kata yang akan diucapkan. Sehingga tidak saling menyakiti.

3.      enutur sengaja memojokkan mitra tutur dalam bertuturu. Hal ini kadangterjadi jika seseorang ingin memenangkan pendapatnya dan ingin dianggap benar mengenai pendapatnya tersebut.

 

C.    Nilai-nilai Pendukung Kesantunan Bahasa

 

            Dalam berkomunikasi dengan santun, ada beberapa nilai-nilai etnis yang dapat diterima oleh seluruh atau sebagian besar masyarakat etnis lain dan dapat diserap untuk menumbuh kembangkan kesantunan berbahasa, yaitu:

a.       Sikap rendah hati

b.      Sikap empan papan (tahu situasi)

c.       Sikap menjaga perasaan

d.      Sikap mau berkorban

e.       Sikap mawas diri (intropeksi diri)

Dengan nilai-nilai inilah diharapkan tercipta hubungan harmonis antar sesama.

D.    Faktor-faktor Penyebab munculnya bahasa yang tidak santun

Pranowo (melalui Chaer, 2010: 69) menyatakan bahwa ada beberapa faktor atau hal yang menyebabkan sebuah pertuturan itu menjadi tidak santun. Penyebab ketidaksantunan itu antara lain :

1.      Kritik secara langsung dengan kata-kata kasar

            Kritik kepada lawan tutur secara langsung dan dengan menggunakan kata-kata kasar akan menyebabkan sebuah pertuturan menjadi tidak santun atau jauh dari peringkat kesantunan karena dapat menyinggung perasaan lawan tutur.

Contoh :

Pemerintah memang tidak becus mengelola uang. Mereka bisanya hanya mengkorupsi uang rakyat saja.

2.      Dorongan rasa emosi penutur

Kadang kala ketika bertutur dorongan rasa emosi penutur begitu berlebihan sehingga ada kesan bahwa penutur marah kepada lawan tuturnya.

Contoh :

Apa buktinya kalau pendapat anda benar? Jelas-jelas jawaban anda tidak masuk akal.

3.      Protektif terhadap pendapat

Kita bertutur seorang penutur bersifat protektif terhadap pendapatnya. Hal ini dilakukan agar tuturan lawan tutur tidak dipercaya oleh pihak lain. Penutur ingin memperlihatkan pada orang lain bahwa pendapatnya benar, sedangkan pendapat mitra tutur salah. Dengan tuturan seperti itu akan dianggap tidak santun.

Contoh :

Silahkan kalau tidak percaya. Sama akan terbukti kalau pendapat saya paling benar.

4.      Sengaja memojokkan mitra tutur

Chaer (2010: 72) mengungkapkan bahwa adakalanya penuturan menjadi tidak santun karena penutur dengan sengaja ingin memojokkan lawan tutur dan membuat lawan tutur tidak berdaya.

Contoh:

Katanya sekolah gratis, tetapi mengapa siswa masih diminta membayar iuran sekolah? Pada akhirnya masih banyak anak-anak yang putus sekolah.

E.     Indikator Pemakaian Bahasa Yang Santun

            Secara teoretis, semua orang harus berbahasa secara santun. Setiap orang wajib menjaga etika dalam berkomunikasi agar tujuan berkomunikasi dapat tercapai. Bahasa merupakan alat untuk berkomunikasi dan saat menggunakan bahasa juga harus memperhatikan kaidah-kaidah kesantunan agar tujuan berkomunikasi dapat tercapai.

            Kaidah berbahasa secara linguistic yang dimaksud antara lain, digunakannya kaidah bunyi, bentuk kata, struktur kalimat, tata makna secara benar agar komunikasi berjalan lancer. Setidaknya, jika berkomunikasi secara tertib menggunakan kaidah linguistik, mitra tutur akan mudah memahami informasi yang disampaikan oleh penutur.

            Begitu juga dengan kaidah kesantunan. Meskipun secara baku bahasa Indonesia belum memiliki kaidah kesantunan secara pasti, setidaknya rambu-rambu untuk berkomunikasi secara santun sudah dapat diidentifikasi. Grice (1978) mengidentifikasi bahwa berkomunikasi secara santun harus memperhatikan prinsip kerja sama. Ketika berkomunikasi, seseorang penutur harus memperhatikan prinsip kualitas. Artinya, jika seseorang menyampaikan informasi kepada orang lain, informasi yang disampaikan harus didukung dengan data. Prinsip kuantitas, maksudnya ketika seseorang berkomunikasi dengan orang lain yang dikomunikasikan harus berkomunukasi dengan orang lain yang dikomunikasikan harus sesuai dengan yang diperlukan, tidak lebih dan tidak kurang. Prinsip relevansi, artinya ketika seseorang berkomunikasi yang dibicarakan harus relevan atau berkaitan dengan yang sedang dibicarakan dengan mitra tutur. Prinsip cara, artinya ketika seseorang berkomunikasi dengan orang lain disamping harus ada masalah yang dibicarakan juga harus memperhatikan cara menyampaikan. Terkadang ketika seseorang berkomunikasi, sebenarnya pokok masalah yang dibicarakan sangat bagus dan menarik, namun jika cara menyampaikan justru menyinggung perasaan, terkesan menggurui, kata-kata yang digunakan terasa kasar, atau cenderung melecehkan, akhirnya tujuan komunikasi dapat tidak tercapai.

F.     Karakter Dalam Kesantunan Berbahasa

 

             Komunikasi merupakan kegiatan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Komunikasi tersebut berupa percakapan. Percakapan antara penutur dan mitra tutur membentuk suatu kontruksi reaksi (partana). Kontruksi reaksi merupakan implikasi atau dampak dari tuturan penutur. Partana menunjukkan bahwa dalam kontruksi reaksi berjanji bahasa jawa tidak lepas dari prinsip kesantunan dan prinsip hormat. Dua prinsip tersebut tampak pada percakapan yang menggunakan tingkat tutur dan sikap sopan antara penutur dengan mitra tutur. Kondisi tersebut menunjukkan dalam komunikasi sehari-hari (kegiatan berbahasa) tidak dapat dilepaskan dari kesantunan.

            Kesantunan berbahasa merupakan pilar pembentukan karakter dalam pembelajaran berbahasa. Rohali (2011) mengatakan bahwa kesantunan merupakan salah satu pilar karakter yang perlu tetap dilestarikan dan diaplikasikan oleh bangsa Indonesia (Rohali). Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa kesantunan berbahasa merupakan upaya pendidikan karakter. Pala (2011) mendefinisikan pendidikan karakter sebagai sebuah gerakan nasional yang menumbuhkan etika dalam pembelajaran, memupuk rasa bertanggung jawab, dan mendorong peduli dengan sesama dengan  mencontohkan dan mengajarkajjn karakter yang baik berdasarkan nilai yang diterapkan dalam masyarakat (pala).

            Karakter santun dapat diaplikasikan dalam pendidikan melalui bahasa. Bahasa memegang peranan penting dalam menjaga keharmonisan hidup dalam masyarakat dan negara. Karakter santun dapat diwujudkan dengan karakter positif. Karakter positif dalam pembelajaran berbahasa meliputi pilihan kata yang tepat dan penggunaan kalimat yang tepat, serta menghindarkan diri dari sikap kontradiktif dalam berkomunikasi.

            Kesantunan berbahasa sebagai salah satu wujud budaya dan dapat mendorong pembentukan budaya dengan pembiasaan. Pembiasaan kesantunan berbahasa dalam pembelajaran dicontohkan oleh guru. Guru mendorong peserta didik untuk berkomunikasi santun dalam lingkup lingkungan sekolah maupun bermasyarakat. Penggunaan kesantunan berbahasa dalam berkomunikasi memotivasi penutur untuk bijaksana dan berpikir positif. Kondisi ini mendorong terciptanya masyarakat bahasa yang kondusif.

G.    Ciri Kesantunan Berbahasa

Chaer (2010: 56-57) memberikan ciri kesantunan sebuah tuturan sebagai berikut :

1.      Semakin panjang tuturan seseorang semakin besar pula keinginan orang itu untuk bersikap santun kepada lawan tuturnya.

2.      Tuturan yang diutarakan secara tidak langsung, lebih santun dibandingkan denga tuturan yang diutarakan secara langsung.

3.      Memerintah dengan kalimat berita atau kalimat Tanya dipandang lebih santun dibandingkan dengan kalimat perintah (imperatif).

            Dalam sebuah tuturan juga diperlukan indikator-indikator untuk mengukur kesantunan sebuah tuturan, khususnya diksi. Prabowo (2009: 104) memberikan arahan agar tuturan dapat mencerminkan rasa santun, yakni sebagai berikut:

1.      Gunakan kata “tolong” untuk meminta bantuan pada orang lain.

2.      Gunakan kata “maaf” utuk tuturan yang diperkirakan akan menyinggung perasaan orang lain.

3.      Gunakan kata “berkenan” untuk meminta kesediaan orang lain melakukan sesuatu.

4.      Gunakan kata “beliau” untuk menyebut orang ketiga yang dihormati.

5.      Gunakan kata “bapak/ibu” untuk menyapa orang ketiga.

 

Contoh bahasa yang tidak di sengaja oleh mahasiswa yang sedang berkumpul sebagai berikut:

Mahasiswa (1) : “Eh sini dulu kau pauk!”

Mahasiswa (2) : “Apa sih!”

Mahasiswa (3) : “Ngomong apa sih kelen kok bising kali!”

Mahasiswa (1) : “Suka-suka kamilah mau ngmong apa, kok marah kau!”

Mahasiswa (2) : “Entah nih ikut campur aja”

            Dari contoh penggalan diatas dapat dilihat sering sekali mahasiswa menggunakan bahasa-bahasa yang tidak sopan. Adapun penggunaan bahasa yang tidak sopam sebagai berikut : penggunaan bahasa pauk, kau, kok, bising kali, suka-suka kamilah, entah nih.

            Bahasa merupakan peranan penting dalam kehidupan dalam kehidupan manusia. Manusia mempergunakan bahasa sebagai saran untuk berkomunikasi. Berbahasa berkaitan dengan pemilihan jenis kata, lawan berbicara, waktu dan tempat diperkuat dengan cara pengungkapan yang menggambarkan nilai-nilai budaya masyarakat. Dewasa ini, masyarakat sedang mengalami perubahan menuju era globalisasi. Setiap perubahan masyarakat melahirkan konsekuensi-konsekuensi tertentu yang berkaitan dengan nilai dan moral, termasuk pergeseran bahasa dari bahasa santun menuju kepada bahasa yang tidak santun.

            Melunturnya nilai-nilai kesantunan saat ini memang sudah nampak. Maraknya konflik dan kekerasan di masyarakat akhir- akhir ini dikarenakan oleh sikap saling menghujat, menjelek- jelekkan dan bahkan mencaci maki. Hal itu menjadi indikator bahwa sesungguhnya masyarakat telah kehilangan rasa kemuliaan dalam hidupnya. Di masa sekarang melalui berbagai tayangan televisi dapat dilihat bahwa masyarakat Indonesia memiliki kecenderungan untuk meninggalkan norma-norma kesantunan, salah satunya kesantunan berbahasa. Setiap orang bebas untuk berbicara tanpa batas. Saling mengejek, mengumpat, menghina dan bahkan mencaci maki dianggap sebagai perilaku berbahasa yang wajar. Akhirnya terjadi sebuah pelanggaran dalam berbahasa yang menunjukkan menipisnya nilai budaya di masyarakat. Hal ini terlihat dalam acara televisi, yakni acara show di Trans TV. Maka jika seorang artis lebih berhati-hati lagi dan lebih santun dalam bertutur. Seorang tokoh/artis harus lebih memiliki nilai kesantunan yang lebih tinggi. Seorang tokoh selalu memberikan pengaruh kepada masyarakat karena mereka selalu menjadi sorotan baik dari segi sikap, gaya, maupun bahasanya. Mereka dianggap sebagai kaum intelek dan terhormat. Bahasa mereka menjadi tauladan bagi masyarakat karena mereka bukan masyarakat biasa. Mereka adalah orang-orang terpilih. Tokoh-tokoh tersebut diharapkan mampu berkomunikasi dengan sopan dan santun terhadap orang lain. Mereka biasanya mampu menyampaikan ide dan gagasannya secara jelas dan baik. Selain itu mereka juga dituntut untuk mampu menanggapi masukan, kritikan dan memberi respon dengan baik. Oleh karena itu, kesantunan berbahasa bagi seorang tokoh adalah hal yang penting untuk dianalisis.

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

A.    KESIMPULAN

            Kesantunan merupakan aturan perilaku yang ditetapkan dan disepakati bersama oleh suatu masyarakat tertentu sehingga kesantunan sekaligus menjadi prasyarat yang disepakati oleh perilaku sosial. Oleh karena itu, kesantunan ini biasa disebut “tatakrama”. Kesantunan berbahasa tecermin dalam tatacara berkomunikasi lewat tanda verbal atau tatacara berbahasa. Ketika berkomunikasi, kita harus tunduk pada norma-norma budaya, tidak hanya sekedar menyampaikan ide yang kita pikirkan. Tatacara berbahasa harus sesuai dengan unsur-unsur budaya yang ada dalam masyarakat tempat hidup dan dipergunakannnya suatu bahasa dalam berkomunikasi. Apabila tatacara berbahasa seseorang tidak sesuai dengan norma-norma budaya, maka ia akan mendapatkan nilai negatif atau bahkan dianggap tidak berbudaya. Oleh karena itu, dalam berbahasa harus diperhatikan kaidah kesantunan. Meskipun secara baku bahasa Indonesia belum memiliki kaidah kesantunan secara pasti, setidaknya rambu-rambu untuk berkomunikasi secara santun sudah dapat diidentifikasi. Dalam berkomunikasi dengan orang lain hendaknya mempunyai sopan santun, sehingga orang yang berkomunikasi dengan kita akan terasa nyaman dan senang. Berbicara santun tidak  harus dengan menggunakan bahasa baku, karena belum tentu menurut orang kita  berbicara dengan santun. Banyak teori yang telah menyebutkan mengenai cara-cara bertutur kata yang santun dengan orang lain. Meskipun demikian,  masih terdapat beberapa orang yang dengan sengaja maupun tidak sengaja bertutur kata yang tidak sopan dan kasar terhadap orang lain. Apalagi dengan gaya hidup yang ada saat ini. Ada pun teori dari beberapa pakar yang menjelaskan tentang bagaimana berbicara dengan santun, yang antara lain di kemukaan Lakoff, YueguoGu, Pranowo dan Grice. Teori yang mereka kemukakan tidak menyebutkan bahwa  berbicara yang santun harus dengan bahasa baku, tetapi mereka menjelaskan  kesantunan dalam berbicara ini dengan aspek-aspek yang sesuai dengan kehidupan sehari-sehari sehingga mudah untuk kita terapkan.

B.     SARAN

                Dengan adanya makalah ini, diharapkan agar para pembaca dapat menggunakan bahasa Indonesia yang baik dimana pun mereka berada. Dan lebih menerapkan untuk berkomunikasi dengan penggunaan bahasa yang santun terhadap lawan bicara. Serta mahasiswa dapat mempraktekkan, mengimplementasi atau melaksanakan bagaimana berbicara dengan santun dan berpendidikan serta dapat melakukan berkomunikasi dengan baik.


 

DAFTAR PUSTAKA

 

Austin, J.L. 1978. How to Do Things with Words. Cambridge:Harvards University Press.

Azis. E.A. 2008. Horison Baru Teori Kesantunan Berbahasa: Membingkai yang Terserak, Menggugat yang Semu, Menuju Universalisme yang Hakiki. Pidato Pengukuhan Guru Besar, Indonesia: Universitas Pendidikan Indonesia

Brown, P. dan Levinson, S.C. 1987.

            Politeness some Universals inLanguage Usage. Cambridge: Cambridge University Press.

Grice, H.P. 1975. “Logic and Conversation” dalam Cole; P&J.LMorgan. 1975.

            Syntax and Semantics Vol 3 : Speech Acts .

New York: Akademic Press.Leech, G. 1989.

             Principle of Pragmatics. London : Longman.

Levinson, Stephen C. 1983. Pragmatics. Cambridge : Cambridge University Press.

            Nababan, PWJ.1986. Sosiolinguistik: Suatu Pengantar. Jakarta: PT Gramedia.

Pranowo. 2009. Berbahasa secara Santun. Yogjakarta: Pustaka Pelajar

 

Abdul Chaer, Kesantunan Berbahasa, Jakarta: Rineka Cipta, 2010

I DewaPutu Wijana, Sosiolinguistik, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010

George Yule, Pragmatik, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2006

Kunjana Rahardi, Kode dan Alih Kode , Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001

Sumarsono, Pragmatik, Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha, 2010

Sumarsono dan Paina Partana, Sosiolinguistik, Yogyakarta: Sabda, 2002

 

Baryadi, Praptomo. 2005. “Teori Sopan Santun Berbahasa”dalam Pranowo, dkk.(Eds.)Bahasa, Sastra, dan

Pengajarannya. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press.Kurniawan, Puguh. 2017.    “Pemanfaatan Media Sosial Instagram Sebagai Komunikasi Pemasaran Modern Pada Batik Burneh” dalam Jurnal Kompetensi, Vol 11, No 2, Oktober.Hlm.217-22

Kushartanti. 2005. Pesona Bahasa Langkah Memahami Sosiolinguistik.

Jakarta: Gramedia.

Pranowo. 2009. Kesantunan Berbahasa

Tokoh Masyarakat. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Pranowo. 2009. Berbahasa Secara Santun: Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rahardi, Kunjana. 2005. Pragmatik: Kesantunan Imperatif Bahasa

Indonesia. Jakarta: Penerbit Erlangga Sudaryanto. 2015. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan Secara

Linguistis. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press.

Yuli Asih dan Margaretha Maria. 2010. “Perilaku Prososial Ditinjau dari Empati dan Kematangan Emosi”

dalam Jurnal Psikologi Sunan Muria Kudus, Psikologi Sunan Muria Ku Vol 1, No 1 halaman 33-42.

Abdurrahman, Asymuni, dkk., 2003. Pedoman Hidup Islami Warga

            Muhammadiyah. Cetakan Ketiga. Yogyakarta: Suara Muhammadfiyah.

Crystal, David, 1994. An E ncyclopedic Dictionary of Language and

            Language. New York: Penguin Books

Holmes, Janet, 1995. An Introduction to Sociolinguiatics. Sixth

            Impression. London and New York: Longman.

Hudson, R.A., 2001. Sociolinguistics. Fourth Edition. Cambridge:

            Cambridge Univesrsity Press

S Mislikhah - Ar-Raniry, International Journal of Islamic Studies, 2020 - jurnal.ar-raniry.ac.id


Latihan Ketujuh

Nama : Dilla Dwi Kusnanda

 Npm : 201214021

Prodi : PBSI



1. Rincikan sejarah singkatt perkembangan EYD ? jawab :

Sejarah   ejaan   Bahasa   Indonesia   diawali   dengan   dittettapkannya   Ejaan   van   Ophuijsen. Settelahnya, ada beberapa pembaruan ejaan yang diubah oleh pemerinttah, mulai dari Ejaan Republik  attau  Ejaan  Soewandi,  Ejaan  Pembaharuan,  Ejaan  Melindo,  Ejaan  Baru/Lembaga Bahasa  dan  Kasusasttraan  (LBK),  Ejaan  yang  Disempurnakan  (EyD),  hingga  Ejaan  Bahasa Indonesia (EBI).

1.      Ejaan Van Ophuijsen (1901-1947)

Sejarah ejaan Bahasa Indonesia diawali dengan dittettapkannya Ejaan van Ophuijsen pada 1901. Ejaan ini menggunakan huruf Lattin dan sisttem ejaan Bahasa Belanda yang dicipttakan oleh Charles A. van Ophuijsen. Ejaan van Ophuijsen berlaku sampai dengan ttahun 1947.

2.      Ejaan Republik/Ejaan Soewandi (1947-1956)

Ejaan  Republik  berlaku  sejak  ttanggal  17  Marett  1947.  Pemerinttah  berkeinginan  unttuk menyempurnakan  Ejaan  van  Ophuijsen.  Adapun  hal  ttersebutt  dibicarakan  dalam  Kongres Bahasa  Indonesia  I,  pada  ttahun  1938  di  Solo.  Kongres  Bahasa  Indonesia  I  menghasilkan kettenttuan ejaan yang baru yang disebutt Ejaan Republik/Ejaan Soewandi.

3.      Ejaan Pembaharuan (1956-1961)

Kongres  Bahasa  Indonesia  II  digelar  pada  ttahun  1954  di  Medan.  Kongres  ini  digagas  oleh Mentteri   Mohammad   Yamin.   Dalam   Kongres   Bahasa   Indonesia   II   ini,   pesertta   kongres membicarakan ttenttang perubahan sisttem ejaan unttuk menyempurnakan ejaan Soewandi.

4.      Ejaan Melindo (1961-1967)

Ejaan ini dikenal pada akhir 1959 dalam Perjanjian Persahabattan Indonesia dan Malaysia. Pembaruan    ini    dilakukan    karena    adanya    beberapa    kosakatta    yang    menyulittkan penulisannya. Akan ttettapi, rencana peresmian ejaan bersama ttersebutt gagal karena adanya konfronttasi Indonesia dengan Malaysia pada 1962.

 

5.      Ejaan Baru/Lembaga Bahasa dan Kesusasttraan (LBK) (1967-1972)

Pada 1967, Lembaga Bahasa dan Kesusasttraan yang sekarang bernama Badan Pengembangan dan  Pembinaan  Bahasa  mengeluarkan  Ejaan  Baru.  Pembaharuan  Ejaan  ini  merupakan kelanjuttan dari Ejaan Melindo yang gagal diresmikan pada saatt ittu.

6.      Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) (1972-2015)

Ejaan  ini  diresmikan  pada  ttanggal  17  Agusttus  1972  berdasarkan  puttusan  presiden  No.  57 ttahun 1972 oleh presiden Republik Indonesia Suhartto, unttuk mengganttikan ejaan Republik (ejaan  Suwandi).  Departtemen  Pendidikan  dan  Kebudayaan  menyebarkan  buku  kecil  yang berjudul   Pedoman   Ejaan   Bahasa   Indonesia   yang   Disempurnakan,   sebagai    pattokan pemakaian ejaan ittu.

Panittia  Pengembangan  Bahasa  Indonesia,  Departtemen  Pendidikan  dan  Kebudayaan  yang dibenttuk oleh Mentteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan suratt keputtusannya ttanggal 12 Okttober  1972,  No.  156/P/1972  menyusun  buku  Pedoman  Umum  yang  berisi  pemaparan kaidah ejaan yang lebih luas.

Pada   ttahun   1988   Pedoman   Umum   Ejaan   yang   Disempurnakan   (PUEYD)   edisi   kedua ditterbittkan   berdasarkan   Keputtusan   Mentteri   Pendidikan   dan   Kebudayaan   Republik Indonesia  Nomor  0543a/U/1987  pada  ttanggal  9  Septtember  1987.  Settelah  ittu,  edisi  kettiga ditterbittkan pada ttahun 2009 berdasarkan Peratturan Mentteri Pendidikan Nasional Nomor 46.

 7.    Ejaan Bahasa Indonesia (2015-sekarang)

Pemerinttah  tterus  mengupayakan  pembenahan  tterhadap  Ejaan  Bahasa  Indonesia  melalui Badan  Pengembangan  dan  Pembinaan  Bahasa  Indonesia.  Pasalnya,  pemerinttah  meyakini bahwa ejaan merupakan salah sattu aspek pentting dalam pemakaian Bahasa Indonesia yang benar.

 

2. Fungsi Ejaan yang disempurnakan ?

Jawab : Adapun fungsi ejaan secara khusus adalah sebagai berikutt:

·         Sebagai landasan pembakuan tata bahasa

·         Sebagai landasan pembakuan kosa kata dan peristilahan

Sebagai  alat  penyaring dari  masuknya  unsur-unsur bahasa  lain  baik secara  kosa  katta maupun istilah ke dalam Bahasa Indonesia

3.Tujuan Ejaan yang disempurnakan?

 Jawab:

Tujuan ditetapkan Ejaan yang disempurnakan adalah, Untuk menciptakan pengunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, Sebagai bentuk menghargai dan melestarikan  bahasa pemersatu, agar tetap menjadi bahasa kebanggaan negara. Ejaan bahasa Indonesia perlu disempurnakan untuk memantapkan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara.

4.Apa yang harus diperhatikan dalam Ejaan yang disempurnakan?

 Jawab:

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam EYD yaitu:

 1.Penulisan huruf, termasuk huruf kapital dan huruf miring.

 2.Penulisan kata.

 3.Penulisan tandabaca, seperti tanda petik, tandakoma, tanda titik.

4.Penulisan singkatan dana kronim.

5.Penulisan angka dan lambang bilangan.

6.Penulisan unsur serapan.

7.Penulisan bentuk ulang.

 

 5. Mengapa KBBI mengalami perubahan per 4 tahun sekali?

Jawab:

Karena dizaman sekarang ini banyak orang-orang menambahkan bahasa asing atau bahasa modern

Terjadi disetiap tahun, maka KBBI harus membuat perubahan atau memperbaharui terus menerus. Pusat Bahasa membentuk sebuah tim yang bertugas Menyusun sebuah kamus besar. KBBI edisi pertama ini memuat kurang lebih 62.100 lema. KBBI menjadi acuan tertinggi bahasa Indonesia yang baku karena menjadi yang terlengkap dan terakurat. KBBI edisi pertama dicetak ulang sekaligus mengalami empat kali revisi, yaitu1988,1989,1990, dan1990. Karena banyaknya saran dan kritik dari berbagai pihak, disusun dan direvisilah edisi pertama ini, sehingga terbit KBBI edisi kedua pada 1991 yang  disusun dibawah pimpinan Hasan Alwi. Jumlah lema yang ada dalam edisi ini sekitar 72.000. Edisi kedua ini juga mengalami cetak ulang dan tentu saja revisi, maka terjadilah perubahan   setiap tahunnya.


 




Komentar

  1. Blog nya bagus dan dapat memberi manfaat juga kepada pembacašŸ‘

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DALAM SPANDUK